Puskesmas Pabuaran Gelar Tracing TBC Terintegrasi CKG di Desa Sindangheula

Serang,Lensabanteninvestigasi.com. – Dalam upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) sekaligus mencegah penularannya di tengah masyarakat, UPT Puskesmas Pabuaran menggelar kegiatan Tracing/Penemuan Kasus TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (26/8/2026), mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Sindangheula. Sebanyak 100 warga menjadi sasaran dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah percepatan penemuan kasus TBC di masyarakat, sehingga apabila ditemukan warga yang memiliki gejala maupun indikasi TBC, dapat segera memperoleh penanganan dan tindak lanjut sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.

Melalui integrasi tracing TBC dengan program CKG, masyarakat juga mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah. Upaya tersebut sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Deteksi dini menjadi salah satu langkah penting dalam pengendalian TBC. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula penanganan dapat diberikan sehingga risiko penularan kepada anggota keluarga maupun lingkungan sekitar dapat ditekan.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara langsung di desa sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatan sejak dini.

“Kami sangat mendukung kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG ini. Dengan adanya pemeriksaan langsung di desa, masyarakat menjadi lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan dan mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal,” ujar Suheli.

Ia berharap masyarakat yang menjadi sasaran dapat mengikuti pemeriksaan dengan baik dan tidak ragu untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan yang disediakan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri. Kalau ada keluhan atau gejala, lebih baik diketahui lebih awal sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Ini penting untuk kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” katanya.

Suheli juga mengapresiasi UPT Puskesmas Pabuaran yang terus melakukan pendekatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan yang dilaksanakan langsung di tingkat desa.

Kegiatan Tracing/Penemuan Kasus TBC Terintegrasi CKG di Desa Sindangheula diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC, sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan melalui pemeriksaan dan deteksi dini. (Admin)

DIDUGA KETUA P2SP KOBER BABUSSALAM BOHONGI PUBLIK & KERJAKAN ASAL JADI!ANGGARAN Rp626 JUTA DIPERTANYAKAN, KESELAMATAN ANAK DIPERTARUHKAN!

KOTA SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Proyek Revitalisasi Kelompok Bermain / Kober Babussalam yang berlokasi di Lingkungan Kemanggisan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang kembali menuai sorotan tajam.

Proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nilai Rp626.763.000,00* dan dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan / P2SP ini diduga jauh dari standar. Bahkan Ketua P2SP diduga berbohong kepada publik.

ANGGARAN BERBEDA, DIDUGA ADA PENYEMBUNYIAN
Sebelumnya media telah memberitakan dugaan pengurangan spesifikasi besi demi keuntungan pribadi. Kini setelah Papan Informasi Proyek / PIP terpasang, terungkap ketidaksesuaian data.

Saat dikonfirmasi, Dodi selaku Ketua P2SP menyebut anggaran hanya Rp172 juta untuk Rehab dan Rp150 juta untuk RKB. Total Rp322 juta.
Padahal nilai resmi di PIP adalah Rp626.763.000,00.

Selisih: Rp304.763.000 – Hampir 2 kali lipat.
Ini memicu kecurigaan besar: ke mana sisa anggaran itu? Apakah ada rekayasa yang merugikan keuangan negara?

PEKERJAAN ASAL JADI, SPESIFIKASI DIABAIKAN, KESELAMATAN TERANCAM
Alih-alih memperbaiki setelah ditegur, pekerjaan justru dinilai semakin asal-asalan. Hasil investigasi tim di lokasi menemukan:

  • Pondasi Dangkal: Galian pondasi RKB kurang dari 20cm. Diduga hanya 15 cm dan tanpa pasir urug* sebagai lantai dasar.
  • *Pembesian Lemah: Tulangan tiang pakai besi 10 mm, sedangkan cincin pengikat hanya 3,9 mm. Terlalu kecil, tidak sesuai standar. Banyak sambungan dinilai lemah.
  • K3 Diabaikan: Helm pekerja diduga bekas dan tidak layak.
  • Semua temuan ini menunjukkan pekerjaan tidak mengikuti spesifikasi teknis dan SOP yang berlaku.

MENGHINDAR DARI KONFIRMASI, NOMOR HP TAK AKTIF
Saat awak media mendatangi lokasi Senin, 24 Agustus 2026, istri Ketua P2SP Dodi mengarahkan untuk mengisi buku tamu dan memfoto KTA, lalu menyatakan suaminya sedang keluar. “Silahkan duduk saja”ucapnya, lalu meninggalkan awak media.

Sebelumnya Dodi sempat menyatakan “besi baru mulai dipasang, mohon dikoreksi” Namun saat ditanya kembali soal pembesian yang belum diganti dan tetap pakai besi kecil, nomor ponselnya kini tidak aktif. Apakah ini bentuk penghindaran?

TINDAK LANJUTI SEGERA! Jangan biarkan uang negara ratusan juta rupiah dikelola sembarangan. Panggil dan periksa P2SP, verifikasi ulang anggaran dan spesifikasi, beri sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran. Jangan sampai keselamatan generasi penerus bangsa dikorbankan demi keuntungan pribadi.

Tim media tetap memantau dan membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak yang terlibat.

RED/TIM

M.K. DISEBUT KRITIS HINGGA TAK SADARKAN DIRI, AMBULANS PUSKESMAS PONDOK BAHAR DISEBUT TERKENDALA SOP: KESELAMATAN PASIEN ATAU PROSEDUR?

Kota Tangerang,Lensabanteninvestigasi.com– Dugaan persoalan pelayanan kegawatdaruratan menjadi sorotan setelah seorang pasien berinisial M.K. disebut berada dalam kondisi kritis hingga tidak sadarkan diri dan membutuhkan rujukan ke RSU Bhakti Asih, Karang Tengah, Kota Tangerang, pada Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (28/08/2026).

M.K. sebelumnya mendapatkan penanganan di UGD Puskesmas Pondok Bahar, Kota Tangerang. Karena kondisi pasien disebut membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, pasien kemudian direncanakan untuk dirujuk ke RSU Bhakti Asih.

Dalam situasi tersebut, seorang Ketua RT setempat disebut datang dan menyarankan agar ambulans Puskesmas Pondok Bahar Kota Tangerang digunakan untuk membantu proses rujukan pasien.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, pihak Puskesmas Pondok Bahar disebut belum dapat mengeluarkan ambulans dengan alasan masih harus menunggu SOP atau prosedur yang berlaku.

Persoalan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana mekanisme pelayanan kegawatdaruratan dan rujukan pasien diterapkan ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.

Terlebih,Puskesmas Pondok Bahar tercatat sebagai salah satu Puskesmas di Kota Tangerang yang memiliki layanan UGD 24 jam.

Karena itu, apabila benar terdapat penundaan proses rujukan, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai apa dasar prosedur yang menyebabkan ambulans belum dapat digunakan, siapa yang berwenang memberikan keputusan, serta mekanisme apa yang disiapkan ketika pasien membutuhkan rujukan segera.

Persoalan ini bukan semata-mata mengenai tersedia atau tidak tersedianya ambulans.

Pertanyaan utamanya adalah:

Apakah mekanisme rujukan pasien gawat darurat pada saat itu telah berjalan sesuai kebutuhan medis pasien dan ketentuan yang berlaku?

Dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan wajib memberikan pelayanan kepada seseorang dalam kondisi gawat darurat dengan mendahulukan penyelamatan nyawa dan pencegahan kedisabilitasan.

Dalam kondisi gawat darurat, fasilitas pelayanan kesehatan juga dilarang menolak pasien maupun mendahulukan urusan administratif apabila hal tersebut menyebabkan tertundanya pelayanan kesehatan.

Selain itu, Permenkes Nomor 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perseorangan mengatur bahwa transportasi rujukan disesuaikan dengan kebutuhan rujukan, kondisi pasien, serta ketersediaan transportasi.

Ketentuan tersebut menjadi penting untuk melihat bagaimana mekanisme yang dijalankan apabila ambulans tidak dapat digunakan pada saat pasien membutuhkan rujukan.

Dengan demikian, penggunaan istilah “terkendala SOP” perlu dijelaskan secara konkret.

SOP apa yang dimaksud?

  • Apakah SOP tersebut memang mengatur bahwa ambulans Puskesmas tidak dapat digunakan dalam kondisi seperti yang dialami M.K.?
  • Siapa petugas atau pejabat yang memiliki kewenangan memberikan persetujuan?
  • Apakah ambulans pada saat itu tersedia dan dalam kondisi siap digunakan?
  • Jika ambulans tidak dapat digunakan, alternatif transportasi atau mekanisme rujukan apa yang disediakan?

Dan yang paling penting:

Apakah proses tersebut menyebabkan tertundanya pelayanan atau keberangkatan pasien M.K. menuju RSU Bhakti Asih?

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar persoalan ini tidak berhenti pada narasi sepihak.

Apabila seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan, penjelasan dari Puskesmas Pondok Bahar akan menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sebaliknya, apabila ditemukan adanya kekeliruan dalam penerapan prosedur, persoalan tersebut tentu perlu menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi pada pasien lain.

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan juga perlu memastikan bahwa mekanisme pelayanan kegawatdaruratan dan sistem rujukan di fasilitas kesehatan berjalan efektif, terutama ketika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sebab masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan yang memiliki layanan UGD dan ambulans.

Masyarakat membutuhkan sistem yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan aman ketika keselamatan pasien sedang dipertaruhkan.
(Red/*)

Karang Taruna Kecamatan Pabuaran Soroti Aktivitas Tambang CV. Bumi Pabuaran Sentosa di Desa Pancanegara

SERANG, 27 Agustus 2026,LENSABANTENINVESTIGASI.COM. – Karang Taruna Kecamatan Pabuaran menyikapi aktivitas pertambangan yang berlokasi di Desa Pancanegara dan dikelola oleh CV. Bumi Pabuaran Sentosa. Perhatian tersebut disampaikan menyusul adanya sejumlah kejadian di sekitar aktivitas pertambangan yang disebut telah menimbulkan korban.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Pabuaran, Fathul Adhim, S.Pd., menegaskan bahwa pihaknya mendukung langkah penertiban terhadap aktivitas pertambangan, namun penertiban diharapkan dilakukan secara menyeluruh, konsisten, dan tetap mengedepankan kepentingan serta keselamatan masyarakat.

Menurut Fathul, terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian pihak pengelola tambang maupun pemerintah dan instansi terkait.

Pertama, perlu adanya penertiban jam operasional aktivitas pertambangan dan kendaraan pengangkut material. Pengaturan waktu operasional dinilai penting untuk menjaga ketertiban serta mengurangi potensi gangguan dan kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat.

Kedua, pihak pengelola tambang harus memperhatikan kelayakan dan kebersihan armada yang keluar-masuk lokasi tambang. Kendaraan hendaknya dibersihkan sebelum memasuki jalan umum serta dipastikan dalam kondisi layak sehingga tidak membahayakan pengguna jalan dan tidak mengotori lingkungan.

Ketiga, limbah atau material sisa aktivitas tambang tidak boleh dibuang sembarangan. Pengelolaan limbah harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, saluran air, jalan, maupun permukiman masyarakat.

Keempat, penerapan SOP pertambangan harus menjadi prioritas, termasuk pengawasan terhadap berat muatan kendaraan pengangkut material. Kendaraan harus mematuhi ketentuan kapasitas muatan dan tidak melakukan overload (kelebihan muatan) karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan serta berpotensi merusak infrastruktur jalan.

Kelima, keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama pihak pengelola tambang. Aktivitas pertambangan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang berada di sekitar lokasi maupun yang menggunakan akses jalan yang dilalui kendaraan tambang.

“Kami mendukung adanya penertiban aktivitas tambang. Tetapi kami berharap penertiban dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Jam operasional harus jelas, armada harus layak dan bersih, limbah tidak boleh dibuang sembarangan, SOP serta batas muatan harus diperhatikan. Yang paling utama, keselamatan masyarakat harus benar-benar dijamin,” ujar Fathul Adhim, S.Pd.

Karang Taruna Kecamatan Pabuaran berharap CV. Bumi Pabuaran Sentosa dapat memperhatikan aspirasi masyarakat dan menjalankan aktivitas pertambangan dengan penuh tanggung jawab serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Karang Taruna juga mendorong pemerintah dan instansi berwenang untuk melakukan pengawasan secara konsisten terhadap aktivitas pertambangan, termasuk aspek keselamatan, lingkungan, kendaraan angkutan, dan kepatuhan terhadap standar operasional.

Karang Taruna Kecamatan Pabuaran menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kegiatan ekonomi tetap dapat berjalan, tetapi keselamatan warga, ketertiban lingkungan, dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi prioritas bersama.

UNTIRTA Dorong Good Governance Desa Sindangheula Melalui Transformasi Digital dan Literasi Data

Serang,Lensabanteninvestigasi.com.– Dosen Jurusan Statistika Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi tersebut mengusung tema “Optimalisasi Good Governance Desa Sindangheula Melalui Transformasi Digital: Pendampingan Visualisasi Data Anggaran Bagi Perangkat Desa dan Literasi Data Bagi Karang Taruna.”

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB dan dipusatkan di Saung Bioflok Desa Sindangheula. Peserta terdiri dari perangkat desa, pengurus dan anggota Karang Taruna, serta perwakilan masyarakat Desa Sindangheula.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., M.M. Turut hadir Ketua Pelaksana PKM Ferdian Bangkit Wijaya, S.Stat., M.Si., Ketua Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA Dr. Faula Arina, S.Si., M.Si., Dr. nat. techn. Weksi Budiaji, S.Si., M.Sc., Putri Dina Sari, S.Si., M.Si., Sekretaris Jurusan Statistika Agung Satrio Wicaksono, S.Mat., M.Si., serta sejumlah dosen Jurusan Statistika UNTIRTA lainnya.

Dalam sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai optimalisasi good governance melalui transformasi digital, khususnya pemanfaatan dan visualisasi data anggaran desa. Materi tersebut disampaikan oleh Ferdian Bangkit Wijaya, S.Stat., M.Si. dan Agung Satrio Wicaksono, S.Mat., M.Si.

Ferdian Bangkit Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNTIRTA bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan berbasis data dan teknologi digital.

“Untuk kegiatan hari ini kita bersama teman-teman perangkat desa, Karang Taruna dan semuanya berkumpul di Desa Sindangheula. Ini untuk optimalisasi good governance melalui transformasi digital,” ujar Ferdian.

Menurutnya, salah satu fokus kegiatan adalah mendorong agar informasi terkait anggaran desa yang sebelumnya disajikan dalam bentuk poster dapat dikembangkan dan didigitalisasi sehingga lebih mudah diakses masyarakat melalui website.

“Kita melihat transformasi digital, dari informasi anggaran di desa yang sebelumnya dari poster kemudian kita digitalkan di website. Jadi masyarakat bisa lebih mudah mengetahui dan memahami informasi yang ada,” katanya.

Selain transformasi digital, tim PKM UNTIRTA juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya pinjaman online atau pinjol dan judi online atau judol yang dinilai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian masyarakat.

“Selain itu kita juga melaksanakan sosialisasi terkait bahayanya pinjol dan judol. Kemudian kita juga melaksanakan kegiatan tentang transparansi dan keterbukaan di era globalisasi, bagaimana semua informasi desa dapat disampaikan secara terbuka sehingga desa semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” jelasnya.

Ferdian menambahkan, kejujuran dalam pengelolaan dan penyampaian data menjadi hal penting di tengah semakin terbukanya arus informasi.

“Kita juga harus jujur terhadap data. Karena data menjadi bagian penting dalam keterbukaan informasi dan dalam membangun pemerintahan desa yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., M.M. mengapresiasi kegiatan PKM yang dilaksanakan Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA tersebut.

Menurut Suheli, kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pemerintah desa, terutama dalam meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam mengelola, menyajikan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih terbuka dan mudah dipahami.

“Kami Pemerintah Desa Sindangheula menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA yang telah memilih Desa Sindangheula sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Suheli.

Ia menilai, transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pemerintahan desa saat ini. Penyajian data anggaran secara digital diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai program dan kegiatan desa secara lebih mudah.

“Data dan informasi desa harus kita kelola dengan baik. Dengan adanya pendampingan dari UNTIRTA, kami berharap perangkat desa semakin memahami bagaimana menyajikan data secara transparan, akurat dan mudah dipahami masyarakat,” Pungkasnya.

Suheli juga menilai materi literasi data sangat penting bagi Karang Taruna dan generasi muda Desa Sindangheula. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kemampuan memilah dan memahami informasi agar tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar di era digital.

“Literasi data sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Mereka harus mampu membaca, memahami dan menggunakan data dengan baik. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk hal-hal yang merugikan,” ungkapnya. (Admin)

Maulid Nabi di Kp. Pasagi Kembang Dihadiri 500 Warga, Kades Sindangheula: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Serang,Lensabanteninvestigasi.com– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan meriah di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Pasagi Kembang, RT 011/RW 004, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Selasa malam (24/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari” tersebut dihadiri Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., MM, para kiyai dan ustaz, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Tidak hanya warga Kampung Pasagi Kembang, masyarakat dari luar kampung juga turut hadir untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.

Suasana semakin semarak dengan nuansa tradisi keagamaan masyarakat yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan serta keteladanan Rasulullah SAW.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi peringatan Maulid Nabi.

Menurutnya, tradisi Maulid Nabi memiliki makna yang sangat penting, karena di dalamnya masyarakat diajak untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Maulid Nabi bukan hanya sekadar tradisi tahunan. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suheli.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, menjaga silaturahmi, serta menghormati orang lain sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, mudah-mudahan akhlak beliau juga semakin kita teladani. Mulai dari lingkungan keluarga, bertetangga, hingga dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan,” katanya.

Suheli juga menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Maulid Nabi menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kehidupan religius warga Desa Sindangheula.

“Yang tidak kalah penting dari kegiatan seperti ini adalah silaturahmi. Warga bisa berkumpul, saling bertemu, mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan. Ini merupakan kekuatan yang harus terus kita rawat,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.

“Semoga setelah kegiatan ini kita semua semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin baik akhlaknya, semakin peduli kepada sesama, dan Desa Sindangheula semakin rukun, maju desanya dan bahagia warganya,” pungkas Suheli.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Masyarakat tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat hingga selesai. (Admin)

Ribuan Warga Hadiri Maulid Nabi di Kampung Kepuh Sindangheula, Tradisi Panjang Mulud Tetap Lestari

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Ribuan warga memadati kawasan Masjid Al-Hidayah, Kampung Kepuh, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (23/8/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat dalam kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar warga Kampung Kepuh. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menariknya, peringatan Maulid Nabi di Kampung Kepuh tetap mempertahankan tradisi leluhur berupa panjang mulud. Ratusan panjang mulud dengan berbagai bentuk dan kreasi dikumpulkan di area Masjid Al-Hidayah.

Beragam bentuk panjang mulud terlihat menghiasi kegiatan, mulai dari replika perahu, kapal-kapalan, mobil-mobilan hingga berbagai bentuk kreasi lainnya. Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri sekaligus bentuk kebersamaan masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, mengapresiasi antusiasme masyarakat Kampung Kepuh yang terus menjaga tradisi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Kampung Kepuh, Desa Sindangheula, yang telah melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di masyarakat kami, peringatan Maulid Nabi biasanya menghadirkan panjang-panjang mulud, seperti membuat perahu, kapal-kapalan, mobil-mobilan dan berbagai variasi lainnya,” ujar Suheli.

Menurutnya, tradisi panjang mulud bukan sekadar kemeriahan dalam memperingati Maulid Nabi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya masyarakat yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.

“Tentu ini semata-mata untuk mengagungkan kelahiran Rasulullah SAW. Budaya seperti ini harus tetap kita pertahankan untuk anak cucu kita, sehingga setiap Maulid Nabi bisa terus menghadirkan tradisi seperti ini,” katanya. (Admin)

Maulid Nabi di Kp. Pasagi Kembang Dihadiri 500 Warga, Kades Sindangheula: Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah

Serang,Lensabanteninvestigasi.com. – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan meriah di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Pasagi Kembang, RT 011/RW 004, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Selasa malam (24/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari” tersebut dihadiri Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., MM, para kiyai dan ustaz, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta ratusan warga.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai. Tidak hanya warga Kampung Pasagi Kembang, masyarakat dari luar kampung juga turut hadir untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.

Suasana semakin semarak dengan nuansa tradisi keagamaan masyarakat yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari budaya dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan serta keteladanan Rasulullah SAW.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi peringatan Maulid Nabi.

Menurutnya, tradisi Maulid Nabi memiliki makna yang sangat penting, karena di dalamnya masyarakat diajak untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Maulid Nabi bukan hanya sekadar tradisi tahunan. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suheli.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, menjaga silaturahmi, serta menghormati orang lain sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, mudah-mudahan akhlak beliau juga semakin kita teladani. Mulai dari lingkungan keluarga, bertetangga, hingga dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan,” katanya.

Suheli juga menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Maulid Nabi menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan kehidupan religius warga Desa Sindangheula.

“Yang tidak kalah penting dari kegiatan seperti ini adalah silaturahmi. Warga bisa berkumpul, saling bertemu, mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan. Ini merupakan kekuatan yang harus terus kita rawat,” ungkapnya.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.

“Semoga setelah kegiatan ini kita semua semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin baik akhlaknya, semakin peduli kepada sesama, dan Desa Sindangheula semakin rukun, maju desanya dan bahagia warganya,” pungkas Suheli.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Masyarakat tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat hingga selesai.

Aktivis UIN Serang Dukung Festival Duta Desa GEN Z: Ciptakan Generasi Intelektual Religius

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM
Sebanyak 1.500 pemuda Gen Z dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Kabupaten Serang dalam ajang Festival Duta Desa GEN Z yang digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Alun-alun Kramatwatu.

Kegiatan ini mengusung tagline “GEN Z BISA! BANGUN DESA, BANGUN INDONESIA” dan tema “Tajir Melintir dari Desa”. Festival ini bertujuan mendorong peran pemuda dalam membangun desa dan memperkuat ekonomi desa melalui BUMDes dan UMKM.

Berbagai agenda menarik akan disajikan dalam festival tersebut. Di antaranya talkshow inspiratif, expo BUMDes dan UMKM, sesi kolaborasi antar pemuda desa, serta hiburan dan konser musik.

Beberapa tokoh nasional dan daerah dijadwalkan hadir memberikan inspirasi, di antaranya Kepala Bappenas, Menteri Desa, Bupati Serang, Duta Desa, serta sejumlah artis dan public figure.

Menanggapi kegiatan tersebut, Cecep Azhar, SH, MH selaku aktivis dan dosen UIN menyambut positif penyelenggaraan Festival Duta Desa GEN Z. Menurutnya, acara ini menjadi wadah strategis untuk membentuk karakter pemuda desa.

“Ini adalah langkah konkret untuk menciptakan The Future Golden Generation, yaitu menciptakan generasi Gen Z di masa yang akan datang. Sekaligus make intellectual people religius, menjadikan generasi Gen Z yang berintelektual dan religius,” ujar Cecep.

Ia menambahkan, melalui kolaborasi, expo UMKM, dan talkshow inspiratif, Gen Z tidak hanya dibekali wawasan, tetapi juga semangat untuk membangun desa dari akar rumput.

Panitia mengajak seluruh Gen Z, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk datang, bergabung, dan bergerak bersama dalam membangun desa.

“Festival ini menjadi ruang bagi Gen Z untuk menunjukkan karya, ide, dan semangatnya dalam membangun Indonesia dari desa,” demikian tertulis dalam poster resmi kegiatan.

Informasi pendaftaran dapat diakses melalui QR Code yang tertera pada poster resmi Festival Duta Desa Gen Z. ***(H.M.M)

DISINYALIR GUNAKAN MATERIAL BEKAS, PROYEK REVITALISASI SDN WARUNG SENILAI Rp1 MILIAR DIPERTANYAKAN

Baja Ringan Dipaku, Pekerja Diberhentikan Sepihak. Proyek APBN 2026 di Baros Disorot

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM. – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari APBN melalui Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen di SD Negeri Warung, Desa Panyirapan, Kec. Baros, Kab. Serang kini menuai sorotan tajam.

Proyek dengan nilai Rp1.023.203.075 tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya / RAB dan bahkan menggunakan bahan material bekas. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kualitas, transparansi, dan akuntabilitas penggunaan uang negara.

TEMUAN DI LAPANGAN – KAMIS 20 AGUSTUS 2026
Hasil pantauan awak media di lokasi menemukan sejumlah kejanggalan berdasarkan laporan warga:

  1. Diduga Gunakan Material Bekas: Indikasi kuat penggunaan *baja ringan bekas pada pekerjaan.
  2. Pemasangan Tidak Sesuai Standar : Pemasangan baja ringan dilakukan dengan dipaku, tidak dibor menggunakan baut sesuai spek teknis.
  3. Pekerja diberhentikan Sepihak : Pekerja diberhentikan secara sepihak tanpa dasar alasan yang jelas.
    4.Pekerja membandel tanpa menggunakan APD
    5.besi tak sesuai spesifikasi
    6.minimnya pengawasan dr pihak p2sp dan konsultan pengawas

KLARIFIKASI KASI SARPRAS DINDIK KAB. SERANG
Saat dikonfirmasi via WhatsApp,(21/08/2026) Aliyun selaku Kasi Sarpras Dindik Kab. Serang memberikan jawaban:Saya klarifikasi dulu ya….
Ke sekolah nya
Sebentar, saya lagi klarifikasi dengan pengawasnya
1 pertanyaan lagi belum dijawab

  1. Dalam pelaksanaan fisik ini berkaitan dengan kemampuan atau keahlian pekerja. Dan target capaian hasil kerja sudah dihitung baku dalam analisis maka perlu dilakukan pengendalian terutama jika terjadi penurunan target capaian hasil pekerjaan. Dan juga dengan mempertimbangkan kerentanan sosial yaitu harmonisasi di lingkungan pekerja. Agar pelaksanaan dapat berjalan efektif dan efisien, dan untuk perekrutan pekerja dilakukan evaluasi disesuaikan dengan pekerjaan dan keahlian pada tahapan pekerjaan berikutnya, hal ini sudah dibicarakan pada saat rapat Pra Pelaksanaan antara P2SP dan pekerja.
  2. Sesuai arahan Kementerian pada saat Bintek material yang masih layak dan dapat dipergunakan. Diperbolehkan digunakan kembali dengan tujuan agar sekolah atau p2sp dapat menambah menu kegiatan atau meningkatkan kualitas hasil pekerjaan dilakukan. Adapun perhitungan penggunaan antara material yang lama dan yang baru itu dihitung secara parsial atau terpisah. Dan hitungan akan tertuang dalam berita acara revisi. Dan dilaporkan ke kementrian melalui fasilitator.
  3. Akan diperintahkan untuk dilakukan pemasangan Dinabold”

_erimakasih Lensa yang telah ikut berpartisipasi dalam memberikan informasi terkait Pendidikan di Kab. Serang. Semoga Sukses selalu….

CATATAN KRITIS
Pernyataan klarifikasi pihak konsultan ke Kasi Sarpras menimbulkan pertanyaan baru:

  1. Di mana Berita Acara Revisi penggunaan material lama vs baru? Apakah sudah dilaporkan ke Kementerian?
  2. Siapa yang menilai “masih layak” material bekas tersebut? Apakah ada uji teknis?
  3. Bagaimana pengawasan jika pemasangan baja ringan tidak menggunakan baut/dinabolt sesuai standar konstruksi?

Kami mendesak Inspektorat Kab. Serang, Kemendikdasmen, dan APH segera melakukan audit investigasi terhadap proyek Rp1.023.203.075 ini.
Jangan sampai dana APBN untuk pendidikan anak justru digunakan untuk menampung material sisa dan mengorbankan mutu bangunan.

RED/TIM