Media Lensa Banten Investigasi Ucapkan Selamat HUT PPWI ke-19: Terus Berjuang, Terus Berkarya, PPWI Semakin Dipercaya Bangsa

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com – Keluarga besar Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di seluruh Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-19 tahun.

Momentum 19 tahun ini menjadi sejarah penting perjalanan PPWI sebagai wadah pewarta warga yang terus konsisten mengawal demokrasi, kebenaran informasi, dan perjuangan rakyat.

Dayat Hidayat, salah satu kader dan penggerak PPWI dari Banten, menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar untuk PPWI ke depan.

“Selamat Hari Ulang Tahun PPWI yang KE-19. Terus berjuang terus berkarya. PPWI semakin dipercaya oleh bangsa, Merdeka!” ujar Dayat Hidayat dalam keterangannya, Senin (27/10/2026).

Menurutnya, 19 tahun bukanlah usia yang muda. PPWI telah melewati berbagai tantangan zaman, dari era media konvensional hingga era digital saat ini.

“Prinsip kita jelas: JANGAN MUNDUR SEBELUM TEMPUR, JANGAN PULANG SEBELUM MENANG. BERJUANG DEMI BANGSA, MERDEKA! Itu jiwa PPWI,” tegas Dayat.

Ia berharap di usia ke-19 ini, PPWI semakin solid, semakin dipercaya oleh masyarakat, pemerintah, dan negara sebagai pilar keempat demokrasi yang kritis, independen, dan profesional.

“Teruslah menjadi corong rakyat. Pewarta warga harus hadir di garda terdepan membela kepentingan bangsa. Sekali lagi, Selamat 19 Tahun PPWI, Jaya Selalu!” tutupnya.

REDAKSI

Aduan Warga Desa Kadikaran, Pemborong CV RAJA DILFA BAQRI Ditegur Camat Ciruas

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com — Proyek pembangunan dan peningkatan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) permukiman berupa drainase lingkungan di RW 002, Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Selasa (27/10/2026). menjadi sorotan setelah muncul keluhan warga terkait kualitas pengerjaan yang dinilai kurang rapi dan terkesan asal jadi.

Menanggapi keluhan tersebut, Dr Yuli Saputra S.TP , MM , selaku Camat Ciruas merespons persoalan yang dikeluhkan masyarakat dan menegur pihak pemborong, yakni CV RAJA DILFA BAQRI, agar memperhatikan kualitas serta kerapian pekerjaan drainase yang sedang dilaksanakan.

Warga berharap teguran tersebut tidak sekadar menjadi formalitas, tetapi ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata di lapangan. Mereka meminta agar pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, dengan rincian sebagai berikut:

  • Paket pekerjaan: Pembangunan Peningkatan Kualitas PSU Permukiman (Drainase Lingkungan) RW 002, Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.
  • Pelaksana: CV RAJA DILFA BAQRI.
  • Nomor kontrak: 600/SPK.0801.UPPSU/DPerkim3/2026.
  • Tanggal kontrak: 15 September 2026.
  • Nilai kontrak: Rp188.380.000.
  • Waktu pelaksanaan: 60 hari kalender.
  • Sumber anggaran: APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026.

Masyarakat berharap pihak pelaksana segera mengevaluasi hasil pekerjaan, memperbaiki bagian yang dinilai tidak rapi, serta memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi warga setempat.

Selain itu, dinas terkait diharapkan melakukan pengawasan dan pemeriksaan teknis terhadap hasil pekerjaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi serta nilai kontrak yang telah ditetapkan.

Penggunaan anggaran pemerintah yang bersumber dari APBD harus disertai tanggung jawab terhadap mutu pekerjaan. Karena itu, transparansi, pengawasan, dan keterbukaan terhadap keluhan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur publik.

” Keluhan masyarakat harus segera di respons cepat, karna kita adalah pelayan masyarakat bukanlah orang yang harus dilayani oleh masyarakat dan alhamdulillah pembangunan diwilayah kami terus berjalan, kami ucapkan terima kasih mewakili mayarakat kepada Pemerintah Provinsi Banten atas perhatian dan program pembangunan yang diterima manfaatnya oleh warga kami.

Namun kita juga harus sama sama menjadikan masyarakat puas dan bahagia atas segala kegiatan tersebut, untuk itu perlu adanya kegiatan monitoring atas semua program yang masuk diwilayah Ciruas dengan harapan apa yang diberikan pemerintah untuk masyarakat benar benar sesuai dengan harapan masyarakat sehingga pada akhirnya manfaat yang diterima masyarakatpun menjdi kepuasan tersendiri di kalangan masyarakat atas kinerja baik dari Pemerintah,” kata camat saat dihubungi awak media.

Masih bersama camat Ciruas
” Kita semua manusia biasa, selalu ada kekurangan namun kekurangan tersebut akan lebih dipandang baik apabila dilanjutkan dengan proses perbaikan atas kekurang tersebut

Semoga dengan adanya program dari Pemerintah Provinsi Banten berupa pemasangan U-dith di 4 lokasi akan mewarnai pembangunan yang positif dikecamatan ciruas,” Tambahnya.

Camat mengapresiasi atas kolaborasi Media, LSM, sebagai kontrol sosial yang sudah membantu memberikan informasi kepada pemerintah

” Apresiasi atas kolaborasi dan kerjasama yang baik dari rekan rekan media dan LSM sebagi kontrol sosial dan partner kerja kami semoga kita selalu bisa berkolaborasi dan kita aelalu dalam perlindungan Allah Aamiin,” Tutup Camat.

Satresnarkoba Polresta Serang Kota berhasil sita Narkotika jenis Sabu 8,8 Kg senilai 8.8 Milyar

Serang Kota ,Lensabanteninvestigasi.com.-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Serang Kota berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan total barang bukti mencapai kurang lebih 8,8 kilogram. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan secara intensif oleh Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota hingga ke wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, SH., SIK., MH., dalam Konferensi Pers pada Selasa, 27/10/26.

Kapolresta Serang Kota menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula pada Rabu, 4 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, petugas mengamankan seorang pria berinisial RH di sebuah rumah di Kampung Pasar Padarincang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Dari hasil penggeledahan terhadap RH, petugas menemukan barang bukti berupa 14 bungkus plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,23 gram.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RH mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari seorang pria berinisial M.A. (29), yang saat itu berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Menindaklanjuti keterangan tersebut, Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota yang dipimpin Iptu Arif Budianto, S.Tr.K., MSi., melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika tersebut.

Pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 00.15 WIB, petugas melakukan penindakan di area parkir Apartemen Pancoran Riverside, Jalan Pengadegan Timur Raya No. 1, Jakarta Selatan.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan tiga plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto 2,06 gram. Dua paket ditemukan di dalam lipatan celana, sedangkan satu paket lainnya ditemukan di atas lemari. Selain itu, petugas juga menemukan lima cartridge etomidate di dalam lemari pakaian.

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut, diketahui bahwa M.A. diduga akan mengambil sejumlah narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

PENGEMBANGAN KE SUKABUMI, PETUGAS AMANKAN SABU LEBIH DARI 8 KILOGRAM

Pengembangan penyelidikan kembali dilakukan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas menangkap dua pria berinisial Y.S. (53) dan H.F. (31) di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Raya Cibolang, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, saat keduanya diduga hendak mengirimkan narkotika jenis sabu.

Dari hasil penggeledahan terhadap Y.S., petugas menemukan tiga plastik bening berukuran besar yang berisi plastik berwarna kuning dengan logo durian. Seluruh paket tersebut berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto kurang lebih 3.188,3 gram atau sekitar 3,18 kilogram.

Barang bukti tersebut disimpan di dalam tas goodie bag berwarna hijau yang dibawa oleh Y.S.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan H.F. yang berlokasi di Kampung Mangkalaya, Kabupaten Sukabumi. Dari lokasi tersebut, ditemukan lima plastik bening berukuran besar berisi paket sabu dalam plastik berwarna kuning serta satu plastik berwarna kuning berlogo durian yang juga berisi sabu.

Total berat bruto barang bukti yang ditemukan di kontrakan H.F. mencapai kurang lebih 5.650,7 gram atau sekitar 5,65 kilogram.

Dengan demikian, total barang bukti sabu yang ditemukan dari kedua lokasi di Sukabumi tersebut mencapai kurang lebih 8.839 gram atau sekitar 8,8 kilogram.

KASAT NARKOBA: 8,8 KG SABU SETARA RP8,8 MILIAR, SELAMATKAN 45.000 JIWA

Kasat Resnarkoba Polresta Serang Kota Kompol Vhalio Agafe, SIK., MH., menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan ketekunan personel Unit II Satresnarkoba dalam mengembangkan penyelidikan hingga berhasil mengungkap peredaran sabu dalam jumlah besar.

“Kerja keras Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota membuahkan hasil dengan berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 8,8 kilogram. Jika dikalkulasikan, barang bukti tersebut memiliki nilai sekitar Rp8,8 miliar dan diperkirakan dapat menyelamatkan kurang lebih 45.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” ujar Kompol Vhalio Agafe.

Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, melainkan juga bukti nyata komitmen Polri dalam memerangi peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat serta menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagaimana disampaikan dalam keterangan pengungkapan kasus.

Para tersangka terancam pidana berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Polresta Serang Kota menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui penyelidikan, penindakan, serta pengembangan jaringan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

NARKOBA MUSUH BERSAMA!
Mari bersama-sama memerangi narkoba dan jangan memberikan ruang bagi peredaran gelap narkotika di lingkungan kita. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

Karena setiap langkah melawan narkoba adalah langkah menyelamatkan masa depan bangsa.

Bidhumas

editor /Hapni

Warga dan Ketua RW Minta Tanggul Kali di Jembatan Panggungrawi – Teratai Di-Retain, Hadir Seklur Panggungrawi Tinjau Lokasi

CILEGON,Lensabanteninvestigasi.com – Keinginan warga dan Ketua RW di sekitar Jembatan Jalan Raya Panggungrawi – Teratai, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon akhirnya didengar.

Hadir langsung Bapak Seklur Panggungrawi meninjau lokasi tanggul kali yang berada tepat di dekat jembatan Jalan Raya Panggungrawi – Teratai, Senin (27/10/2026).

Dalam tinjauan lapangan yang terlihat di foto, Seklur bersama warga, Ketua RW dan warga setempat melihat langsung kondisi tanggul kali yang sudah tergerus dan dipenuhi sampah. Air kali terlihat hitam dan dangkal, tanggul tanah di sisi jembatan terlihat longsor.

Keinginan Warga:

Warga dan Pak RW meminta agar tanggul kali tersebut segera di-retain / diperkuat dengan turap atau bronjong.

“Warga ingin tanggul kali itu di-retain biar tidak longsor terus, apalagi ini dekat jembatan jalan raya utama, kalau jebol bisa bahaya,” ujar salah satu warga di lokasi.

Selain itu, warga juga menitip pesan kepada pihak Dinas PU yang nantinya akan melakukan normalisasi atau pengerukan kali.

“Pihak PU kalau mengeruk tanah tanggul atau gili kali, tolong jangan dibuang jauh dari lokasi. Tanahnya bisa dipakai lagi untuk memperkuat tanggul yang ada, biar tidak mubazir,” pinta warga.

Langkah Seklur Panggungrawi yang turun langsung ke lokasi mendapat apresiasi warga. Warga berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti oleh DPUPR Kota Cilegon dan Kelurahan Panggungrawi sebelum musim hujan tiba.

Pasalnya, jika tidak segera di-retain, dikhawatirkan tanggul jebol dan air meluap ke pemukiman warga serta menggerus pondasi Jembatan Jalan Raya Panggungrawi – Teratai.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPUPR Kota Cilegon belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal penanganan tanggul tersebut.

7 Tahun Temuan BPK Berulang, EKS NAPI Gelar Unras Desak Gubernur Bertindak!

SERANG, 27 Oktober 2026,Lensabanteninvestigasi.com. — Perkumpulan Eks Narapidana Peduli Pembangunan Indonesia (EKS NAPI) merilis telaah atas tujuh Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap Laporan Keuangan Pemprov Banten TA 2019–2025. Hasilnya menunjukkan pola berulang: kelebihan bayar proyek ditemukan setiap tahun, denda keterlambatan baru ditagih setelah BPK menghitungnya, dan masalah yang dinyatakan “sudah ditindaklanjuti” muncul kembali. Telaah ini telah disampaikan kepada Gubernur Banten Andra Soni melalui surat Nomor 250/EKS.NAPI/IX/2026 tanggal 29 September 2026, disertai 13 dokumen analisis, dengan tembusan serupa kepada Ketua DPRD Banten.
“Kami tidak menuduh siapa pun. Semua angka berasal dari dokumen resmi BPK yang terbuka untuk umum. Yang kami tanyakan sederhana: mengapa masalah yang sama terus terulang, dan siapa yang bertanggung jawab?” ujar Ketua Umum EKS NAPI, Tubagus Delly Suhendar.
Temuan utama (LHP BPK TA 2019–2025)
• Gambaran umum: 79 temuan (2020–2025) senilai Rp112,49 M; hanya 25% dipulihkan sebelum LHP terbit, meski opini WTP setiap tahun.
• Denda keterlambatan: ±Rp8,9 M tidak ditagih (2020–2025). Pada 2024, denda terlewat (Rp3,88 M) melebihi seluruh denda yang ditagih (Rp2,64 M).
• Barang untuk masyarakat: Naik dari ±Rp174 M (2018) ke Rp709 M (2025), padahal BPK menilainya sebagian bukan kewenangan provinsi; Rp254,47 M masih di gudang.
• Dana BOS: Rp10,61 M di 61 sekolah (2024): pinjam nama, fee, guru pemilik penyedia. Turun ke Rp41,7 juta setelah sanksi disiplin (2025).
• Sekretariat DPRD: Temuan lima tahun berturut-turut (2021–2025), ±Rp5,41 M, termasuk struk BBM yang menurut SPBU tidak pernah mereka keluarkan.
• RSUD Labuan & Cilograng: Gedung dan alat Rp357,58 M menganggur lebih dari dua tahun; BPK mencatat pemborosan Rp36,86 M.
• UPT Kelapa Dua: Kerugian pajak kendaraan Rp10,81 M (putusan Tipikor); Rp0 kembali ke kas daerah.
• Bank Banten: Modal disetor Rp2,2 T, nilai investasi ±34% di bawah modal, belum ada dividen; seluruh kas daerah ditempatkan di bank ini.
• Kas & tindak lanjut: Kas daerah akhir 2025 Rp335,67 juta; bagi hasil pajak kab/kota Rp308,63 M belum disalurkan; 46 dari 176 rekomendasi BPK belum tuntas.
M = miliar; T = triliun. Angka gabungan dan persentase adalah olahan EKS NAPI atas data LHP, dengan rujukan halaman dalam dokumen analisis.
Dalam enam tahun LHP, satu-satunya sanksi kepegawaian yang tercatat adalah hukuman disiplin di 61 sekolah terkait dana BOS, dan setelah itu nilai temuan turun lebih dari 99%. Untuk temuan lain, yang tercatat hanya penyetoran kembali uang. “Sanksi terbukti bekerja. Obat yang sama perlu diresepkan untuk kantor-kantor yang namanya disebut BPK setiap tahun,” kata Tubagus Delly Suhendar.
EKS NAPI meminta Gubernur Banten:

  1. membuka matriks tindak lanjut rekomendasi BPK 2019–2025, termasuk 46 rekomendasi yang belum tuntas, penanggung jawab, dan tenggatnya;
  2. membuka data tindakan disiplin per temuan dan menerapkan Pasal 24 PP 94/2021 kepada pimpinan OPD yang temuannya berulang;
  3. memulihkan kerugian UPT Kelapa Dua dan menunjukkan bukti setor sisa kelebihan bayar;
  4. menagih denda, mencairkan jaminan pelaksanaan Rp5,17 M (TA 2019), dan mengumumkan penyedia yang masuk daftar hitam;
  5. menjelaskan kebijakan penempatan kas di Bank Banten serta jadwal penyaluran Rp308,63 M kepada delapan kabupaten/kota;
  6. menerima audiensi EKS NAPI dan memverifikasi ulang legalitas sekolah swasta penerima Program Sekolah Gratis.
    Sejak April 2026, EKS NAPI telah mengirim sedikitnya tujuh surat kepada Gubernur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan DPRD Banten. Tidak ada tanggapan, Bila informasi tidak diberikan tanpa alasan sah, EKS NAPI akan terus menyampaikan pendapat di muka umum secara damai, dan menyampaikan saran kepada aparat penegak hukum sesuai Pasal 41 UU Tipikor dan PP 43/2018.
    Rilis ini bukan tuduhan. Istilah seperti “kelebihan bayar” dan “pemborosan” adalah istilah pemeriksaan BPK, bukan putusan pidana. EKS NAPI menjunjung asas praduga tak bersalah. Dokumen analisis tersedia bagi media atas permintaa, tutup Tubagus Delly.

Pastikan Kelancaran Arus Lalu Lintas, Kapolsek kasemen Patroli Jalur dan Monitoring Strong Point Pagi di pertigaan kasemen

Kota serang,Lensabanteninvestigasi.com.- Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) kasemen Polresta Serang kota terus mengintensifkan kehadiran anggota di lapangan pada saat mobilitas warga mencapai puncaknya di pagi hari. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polsek kasemen .

Pada Senin (26/10/2026) mulai pukul 06.30 WIB, Kapolsek kasemen iptu Ahmad Nasihin RO. M.M.MH turun langsung memimpin pelaksanaan Patroli Pagi sekaligus memantau kesiapsiagaan personel pada titik-titik pengamanan (Strong Point) dan Pengaturan Lalu Lintas (Gatur Pagi) di wilayah Kecamatan kasemen, kota Serang.

Patroli mobilitas dan pengecekan jalur pagi ini difokuskan pada tiga lokasi krusial yang kerap menjadi titik rawan krodit arus kendaraan, yaitu Simpang depan KUA kasemen , area depan SMA 4 kasemen , serta Simpang jalan baru . Ketiga titik tersebut merupakan urat nadi pergerakan karyawan dan anak sekolah serta masyarakat umum yang beraktivitas di pagi hari.

Selain memastikan arus lalu lintas berjalan tertib dan teratur, Kapolsek kasemen mengecek langsung kehadiran dan kesiapsiagaan personel yang disebar di lokasi-lokasi strategis tersebut untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna jalan.

“Wilayah Kecamatan kasemen memiliki dinamika arus lalu lintas yang sangat tinggi pada pagi hari, terutama pergerakan para anak sekolah serta masyarakat umum .
Oleh karena itu, kehadiran personel di lapangan sejak jam 06.00 WIB sangat krusial untuk mencegah penumpukan kendaraan, mengurai titik potensi kemacetan, serta memelihara keselamatan masyarakat,” tegas Kapolsek kasemen iptu Ahmad Nasihin R.O M. M. MH., di sela-sela peninjauan.

Kapolsek menambahkan bahwa pemantauan langsung ke lapangan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek kasemen Polresta Serang kota dalam mengimplementasikan Strong Point pagi hari secara konsisten, terukur, dan responsif.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Polsek kasemen juga mengimbau seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar senantiasa mematuhi petunjuk petugas di lapangan, mengutamakan keselamatan berkendara, serta mematuhi tata tertib berlalu lintas.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi darurat, Polsek kasemen mengingatkan untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang siap melayani 24 jam.

(RzK)

Mutu Beton Dijaga Ketat, PT Rizki Bangun Beton: Kontraktor Harus Disiplin Ikuti Standar

LEBAK — PT Rizki Bangun Beton, salah satu pemasok beton readymix untuk proyek jalan dalam program Bang Andra di Kabupaten Lebak, menegaskan komitmennya menjaga kualitas beton secara ketat. Humas perusahaan, Achmad Syarif, yang juga mantan wartawan dan aktivis senior, menyatakan bahwa setiap tahap produksi diawasi langsung oleh tenaga ahli.

“Proses produksi diawasi ketat oleh ahli beton. Secara berkala kami lakukan uji mutu untuk memastikan beton yang dikirim benar-benar sesuai spesifikasi,” ujar Achmad Syarif.

Ia menilai program Bang Andra membawa dampak sangat positif bagi masyarakat. Jalan yang dibangun tidak hanya mempermudah akses ke sekolah dan puskesmas, tetapi juga membuka jalur pemasaran hasil tani warga.

Syarif menyampaikan perhatiannya terhadap praktik di lapangan, di mana satu proyek sering kali disuplai oleh beberapa pemasok sekaligus untuk mengejar target. Ia mengingatkan agar setiap pemasok tetap menjaga standar mutu yang sama agar kualitas jalan seragam dan tahan lama.

Syarat Penting Agar Beton Tidak Mudah Retak dan beberapa ketentuan yang wajib dipatuhi kontraktor pelaksana:

  • Hindari pengecoran saat panas terik atau hujan; pilih waktu pagi, sore, atau cuaca teduh
    ​- Pastikan tanah dasar sudah dipadatkan dengan sempurna sebelum pengecoran
    ​- Lakukan penyiraman rutin setiap hari selama 7 hari penuh setelah pengecoran
    ​- Segera tutup permukaan beton dengan terpal dan geotextile untuk melindunginya dari paparan matahari dan hujan langsung
    ​- Pemotongan sambungan dilakukan tidak lebih dari 12 jam setelah pengecoran.

“Masih ada kontraktor yang tidak melakukan penyiraman selama 7 hari dan terlambat memotong sambungan. Padahal beton sebaik apa pun, jika penanganannya salah, pasti akan retak,” tegasnya.

Untuk menghindari saling lempar tanggung jawab, PT Rizki Bangun Beton memuat secara tertulis dalam kontrak pasal kewajiban kontraktor terkait pemadatan, perlindungan permukaan beton, dan perawatan.

Setiap pengiriman beton didampingi teknisi yang melakukan uji kelandasan (slump test), serta menyertakan benda uji yang akan diuji tekan di laboratorium independen.

“Jangan langsung tuding ke batching plant kalau terjadi keretakan. Kami berani menjamin secara tertulis: jika keretakan murni karena kesalahan kami, kami perbaiki. Retak kecil ditangani dengan injeksi grouting; jika parah, kami bongkar dan cor ulang dengan beton baru,” jelas Syarif.

Ia berharap semua pihak yang terlibat dalam program Bang Andra dapat bekerja dengan disiplin dan bertanggung jawab, sehingga hasil pembangunan yang telah dinantikan masyarakat benar-benar berkualitas dan awet digunakan.

(RED)

KEPSEK SD KEBON BERIKAN HAK JAWAB DAN KLARIFIKASI TERKAIT PEMBERITAAN BAJA RINGAN LAMA KARATAN DIPASANG

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com -Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait Revitalisasi SDN Kebon, Jalan Lontar, Kampung Langgen, RT 002/RW 001, Desa Alang-alang, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang senilai Rp. 726.882.898,yang disorot karena dugaan penggunaan baja ringan karatan dan pelanggaran K3, pihak sekolah akhirnya memberikan hak jawab.

Klarifikasi disampaikan oleh Fuad.S.Pd selaku kepsek SD negeri Kebon dan penanggung jawab / Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN Kebon.

Menanggapi isu baja ringan lama yang berkarat tetap dipasang, Fuad menjelaskan:

“Terkait baja ringan lama kalau masih layak masih bisa dipakai dan baja ringan karatan tersebut dalam RAB itu tidak ada kalau diganti tidak mungkin paling kita lapis, baja ringan yang karatan tersebut kami sering komunikasi sama pak Budi selaku konsultan,” ujar Fuad S.Pd kepada awak media.

Ia menegaskan pihak sekolah tidak bermain-main dengan spesifikasi material.

“Kami pihak sekolah dan saya pribadi tidak mau bermain spek, baik semen kita gunakan semen tiga roda, spek besi juga sesuai ukuran dalam RAB,” tegasnya.

Terkait temuan pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap padahal papan proyek bertuliskan KAWASAN WAJIB APD dan didampingi Kejaksaan Agung RI*, Fuad mengakui ada kelalaian pekerja di lapangan.

“Untuk APD pekerja yang abai, kita juga sering menegur pekerja untuk memakai. APD sebenarnya ada,” jelasnya.

Sementara itu, terkait ketidakhadiran P2SP dan Konsultan di lokasi saat tim media melakukan pantauan pada Senin, 19 Oktober 2026, Fuad menyebut komunikasi dengan konsultan bernama Pak Budi tetap berjalan.

Revitalisasi SDN KEBON – Rehabilitasi 5 Ruang Kelas, Ruang Administrasi, Toilet. Sumber Dana APBN 2026 Kemendikdasmen Rp. 726.882.898,-. Pelaksana P2SP. Waktu 150 hari kalender. Kegiatan didampingi Kejaksaan Agung RI.

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah berharap pekerjaan tetap berjalan sesuai RAB dan mengutamakan keselamatan.

Tim investigasi tetap membuka ruang pengawasan publik dan mendorong Dinas Pendidikan Kab. Serang, Kemendikdasmen, serta Kejaksaan Agung RI selaku pendamping untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) bersama agar mutu bangunan terjamin dan keselamatan siswa serta pekerja tetap menjadi prioritas utama.

REDAKSI

Polda Banten Kerahkan 200 Personel Gabungan, Pastikan Pengamanan Persita vs Bali United Berjalan Kondusif

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Polda Banten bersama Polresta Serang Kota mengerahkan sebanyak 200 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan BRI Super League 2026/2027 antara Persita Tangerang melawan Bali United FC di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Minggu (25/10).

Ratusan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion, area VIP, jalur penonton, pengaturan lalu lintas, hingga tim evakuasi dan kesehatan. Pengamanan melibatkan unsur Polda Banten, Polresta Serang Kota, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur terkait lainnya.

Sebelum pelaksanaan pengamanan, seluruh personel mengikuti apel kesiapan yang dipimpin Kabagops Polresta Serang Kota Kompol Andi Suherman. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pengamanan pertandingan sepak bola tidak boleh dianggap sebagai kegiatan rutin, melainkan harus dilaksanakan berdasarkan analisis intelijen, evaluasi pelaksanaan sebelumnya, serta potensi kerawanan di lapangan.

“Seluruh personel harus memahami tugas dan tanggung jawab sesuai ploting masing-masing. Setiap pergerakan harus berdasarkan komando yang jelas, dengan mengedepankan koordinasi, komunikasi, dan kesatuan tindakan agar situasi tetap terkendali,” tegas Kompol Andi Suherman.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan perwira pengendali dalam memonitor perkembangan situasi secara langsung. Setiap informasi mengenai gangguan keamanan harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi berjenjang, sehingga personel dapat bergerak cepat dan tepat sesuai tingkat eskalasi di lapangan.

Selain itu, pengamanan pintu masuk stadion diperketat melalui pemeriksaan tiket, barang bawaan, serta screening dan body checking secara berlapis. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya penonton tanpa tiket maupun barang-barang yang dilarang, seperti senjata tajam, benda berbahaya, flare, korek api, serta benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan pertandingan.

Pengaturan penempatan personel juga disesuaikan dengan pola pengamanan yang telah dievaluasi. Personel Brimob dan Samapta disiagakan pada titik-titik strategis untuk memperkuat pengamanan pintu masuk, area luar stadion, serta mengantisipasi kemungkinan peningkatan eskalasi gangguan keamanan.

Pengaturan arus kendaraan dan area parkir turut menjadi perhatian guna memastikan pergerakan penonton tetap tertib dan tidak menghambat akses petugas maupun jalur evakuasi. Sementara itu, akses keluar-masuk pemain, ofisial, dan tamu VIP diatur secara terpisah dari jalur penonton.

Kompol Andi Suherman mengingatkan seluruh personel agar senantiasa disiplin, responsif, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjalankan tugas. Ia juga meminta setiap unsur pengamanan menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan serta menghindari tindakan individual di luar komando.

Melalui pengamanan terpadu tersebut, Polda Banten bersama Polresta Serang Kota berkomitmen memastikan pertandingan Persita Tangerang melawan Bali United FC berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sehingga para pemain maupun suporter dapat mengikuti pertandingan dengan nyaman (Bidhumas).

Perkuat Soliditas, Kantor Hukum Arohman Ali SH & Rekan Gelar Silaturahmi dan Pembagian KTA Paralegal di Curug

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com. – Kebersamaan dan soliditas tim kembali ditunjukkan oleh Kantor Hukum Arohman Ali, SH & Rekan. Pada hari ini, jajaran Paralegal bersama Ketua Kantor Hukum, Arohman Ali, SH, menggelar pertemuan silaturahmi di kediaman Bapak Ramadhon, Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.

Acara yang berlangsung dalam suasana hangat, akrab dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Paralegal. Pertemuan ini digelar sebagai momentum untuk saling mengenal lebih dekat, mempererat tali silaturahmi antar anggota, serta memperkuat komitmen pengabdian dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kantor Hukum Arohman Ali, SH secara langsung melakukan pembagian Kartu Tanda Anggota (KTA) dan seragam baju kebanggaan Kantor Hukum Arohman Ali, SH & Rekan kepada para anggota Paralegal.

Arohman Ali, SH dalam sambutannya menyampaikan, bahwa KTA dan seragam bukan sekadar identitas, melainkan simbol tanggung jawab, profesionalitas, dan amanah dalam menjalankan tugas sebagai Paralegal.

“Paralegal adalah garda terdepan kami dalam membantu masyarakat mencari keadilan. Dengan adanya KTA dan baju ini, saya harap soliditas, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap kantor hukum ini semakin kuat. Kita satu keluarga, satu tujuan untuk penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Arohman Ali, SH.

Suasana pertemuan yang digelar secara lesehan di teras rumah tersebut terlihat penuh semangat. Tampak para anggota kompak memberikan salam jempol sebagai simbol optimisme dan kesiapan untuk terus berkarya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi internal untuk menyamakan visi dan misi kantor hukum dalam menghadapi berbagai agenda pendampingan hukum masyarakat di wilayah Kota Serang dan sekitarnya.

Dengan terlaksananya silaturahmi ini, diharapkan seluruh keluarga besar Kantor Hukum Arohman Ali, SH & Rekan semakin solid, profesional, dan terus hadir memberikan manfaat hukum bagi masyarakat luas.

Reporte/Eby