SERANG.LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Partai Demokrat Provinsi Banten menggelar Musyawarah Daerah ke-V (Musda V) pada Jumat, 31 Juli 2026 di Hotel Aston, Kota serang
Musda mengusung tema besar “Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan” sebagai semangat menyongsong agenda politik ke depan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, S.H., http://M.Sc., M.P.A., M.A., Ph.D – AHY. Kehadiran AHY menjadi penyemangat bagi seluruh kader Demokrat se-Provinsi Banten.
Turut hadir jajaran pimpinan daerah dan tokoh penting Banten, di antaranya Gubernur Banten Bapak Andra Soni, Wakil Bupati serang Bapak Najib Hamas, Anggota DPRD Provinsi Banten Ibu Hj. Nuraeni, serta para anggota dewan, pengurus DPC, dan kader Demokrat se-Banten.
Dalam sambutannya, AHY menegaskan bahwa Musda V menjadi momentum konsolidasi total seluruh struktur partai. Dari tingkat provinsi hingga ranting harus solid, bergerak, dan memenangkan hati rakyat.
“Rapatkan barisan, bangun kekuatan, rebut kemenangan. Demokrat Banten harus menjadi rumah besar bagi masyarakat. Kita hadir membawa solusi, bukan sekadar wacana,” tegas AHY di hadapan peserta Musda.
Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi peran Partai Demokrat sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah. Ia berharap hasil Musda dapat melahirkan kepengurusan yang kuat dan program yang berpihak kepada rakyat Banten.
Agenda utama Musda V meliputi laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, penyusunan program kerja 5 tahun ke depan, serta pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten periode 2026-2031.
Suasana Musda berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta berkomitmen untuk menjadikan Demokrat sebagai partai yang dekat dengan rakyat dan garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Banten.
Serang,Lensabanteninvestigasi.com –Proyek Revitalisasi PAUD BKB Kemas Mekar Jaya yang berlokasi di Kp. Pasir Wadas, Desa Pancanegara, Kabupaten Serang diduga tidak sesuai Juklak -Juknis. Konsultan Pengawas juga diduga tidak sejalan dengan Komite/Pelaksana P2SP karena minim koordinasi.
Berdasarkan informasi di papan pengumuman proyek
Nama Kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
Nama Sekolah : PAUD BKB KEMAS MEKAR JAYA
Pelaksana : P2SP
Waktu Pelaksanaan : 120 Hari Kalender (22 Juli s/d 18 November 2026)
Sumber Dana : APBN Tahun Anggaran 2026
Jumlah Dana Bantuan : Rp. 503.295.000,
TEMUAN DI LAPANGAN Pantauan awak media di lokasi pada Jumat, 31 Juli 2026, pekerjaan tersebut baru dimulai. Namun sudah ditemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya:
idak adanya sinkronisasi antara pihak Konsultan Pengawas dengan Komite/Pelaksana P2SP
Ukuran besi diduga tidak sesuai spesifikasi teknis
Semen yang digunakan diduga tidak sesuai dengan harga satuan dalam RAB
Minimnya pengawasan dari pihak P2SP
PERNYATAAN KOMITE/PENANGGUNG JAWAB Saat dikonfirmasi, Khaerudin selaku Komite dan Penanggung Jawab di lapangan PAUD Kemas Mekar Jaya mengatakan. “Untuk luas yang dibangun saya tidak tahu. Saya mah tahunya datang material, bukan mengelola uangnya. Dari pihak Polsek tidak koordinasi katanya, makanya saya bingung. Kan langsung dari pusat Kementerian. Jangan buat uang koordinasi, buat saya saja belum dibayar,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, “Saya penanggung jawab untuk bangunan. Saya tahunya material seperti batu dan pasir yang datang. Emang saya mantan Kades Pancanegara, media LSM tahu sama saya. Emang pengajuan saya dulu. Beda dulu waktu di desa segalanya saya. Untuk besi 13mm dan cincin 8mm,” pungkasnya.
Dengan nilai anggaran Rp503.295.000 dari APBN, Publik berharap proyek ini dikerjakan sesuai spesifikasi dan diawasi ketat agar hasilnya benar-benar bermanfaat untuk pendidikan anak usia dini.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengkonfirmasi , Dinas Pendidikan Kab. Serang, Konsultan Pengawas, dan Penanggung jawab P2SP terkait dugaan ketidaksesuaian tersebut.
Lebak.Lensabanteninvestigas.com-“Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, diduga telah menyebabkan kerusakan masif pada kawasan hutan lindung dan cagar alam. Kerusakan tersebut merembet hingga menyebabkan jalan poros provinsi ambrol. Sejumlah nama kepala desa disinyalir turut terlibat dalam pengondisian tambang ilegal di wilayah tersebut.
Pengakuan Warga: Ada Oknum Polisi dan Satpol PP Datang “Meminta Jatah”
Berdasarkan pantauan di lapangan, penambangan liar di Citorek Tengah telah berlangsung lama dan masif. Akibatnya, kelestarian hutan lindung terancam dan akses jalan warga rusak parah, Titik kerusakan paling parah terjadi pada jalan poros provinsi melewati tempat wisata atas awan pegunungan arah citorek Kidul yang ambrol serta longsor di duga akibat adanya lubang tambang di bawah badan jalan Jalan penghubung Citorek Tengah ke Citorek Kidul yang terancam putus total akibat galian tambang di bawah dan di atas badan jalan propinsi penghubung antar desa citorek.
Seorang pekerja tambang berinisial AT mengaku kepada awak media bahwa di lokasi tersebut terdapat sejumlah pengelola tambang. Menurut AT, salah satu pemilik serta pengelola tambang di Citorek Tengah adalah”Jaro Kojot” memiliki 1 lubang serta disebut juga sebagai koordinator, pengondisian ke pihak APH.AT juga menyebut nama “Jaro Sumarna,bos Edy, Hendi dan Jaro usup kelana masih ada hubungan keluarga dengan seorang anggota DPRD, ujarnya
Narasumber lain berinisial AM menambahkan bahwa “Bos Tatang” memiliki banyak pekerja dari luar daerah dan memiliki lubang tambang emas beserta tempat pengolahan di kediamannya. AM juga menyebut “Haji Acang” warga Cirotang, Cibeber, sebagai pemilik tambang yang menyebabkan jalan poros provinsi jebol dan berlubang besar, Di bawah jalan poros propinsi serta ada beberapa lubang tambang lainnyanya masih aktif di bawah jalan propinsi, Ini harus dilaporkan karena bisa membuat jalan jebol lagi, bisa bisa jalan putus total dan kami tidak bisa lewat untuk beraktivitas” ujarnya.
AT mengatakan”Bos Rosid salah satu yang menampung batu material hasil tambang emas. di wilayah citorek Kidul, Sementara di wilayah citorek tengah di kuasai oleh jarot kojot selaku kordinator dan Bos Parta, warga Ciomas,Citorek. Menurut AT, aktivitas tambang di sana sudah berlangsung lama tanpa ada tindakan tegas dari pihak yang berwenang (APH).
Hal yang lebih memprihatinkan, AT mengaku sering melihat kedatangan Oknum aparat ke lokasi.”Kemarin ada juga polisi dan Satpol PP datang Pak, Mereka cuma tanya-tanya doang setelah itu pergi. Ya paling meminta sejumlah uang kepada Jaro Kojot,” ungkapnya. AM juga menyebut pernah ada penangkapan terhadap Salah satu warga citorek penambang emas, namun tidak berlangsung lama dan para pelaku telah dibebaskan.
AT serta pekerja lainnya mengatakan jika seluruh aktivitas tambang di lokasi gunung penghubung jalan citorek tengah ke citorek Kidul, tersebut ilegal karena tidak memiliki izin.”Tambang di sini semuanya ilegal, tidak ada izinnya. Karena lokasi ini merupakan kawasan hutan lindung dan masuk cagar alam, ucapnya.”Warga Citorek berinisial (B) juga menyayangkan kondisi ini karena jika jalan putus maka aktivitas masyarakat akan terhambat dan itu merugikan masyarakat,karna akan memutuskan akses aktivitas masyarakat serta negara karna jalan propinsi putus, ucapnya.
Perbuatan tersebut diduga melanggar UU No.3 Tahun 2020 tentang Minerba Pasal 158 tentang penambangan tanpa IUP, UU No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 50 ayat 3 tentang larangan menambang di kawasan hutan, dan UU No.22 Tahun 2009 tentang LLAJ Pasal 274 tentang perusakan jalan. Jika terbukti ada pembiaran oleh penyelenggara negara, maka dapat dijerat UU No.31 Tahun 1999 jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Tipikor Pasal 3.
Warga dan pemerhati lingkungan mendesak KLHK, Polda Banten, Kejati Banten, dan Pemprov Banten untuk segera menutup tambang ilegal, memproses hukum para pelaku dan pihak yang diduga membekingi, serta memulihkan lingkungan dan infrastruktur jalan. Penegakan hukum harus dilakukan agar kepercayaan publik terhadap negara tidak runtuh.
Redaksi menjunjung asas praduga tak bersalah. Nama-nama dalam berita ini merupakan pengakuan narasumber dan membuka ruang hak jawab 1×24 jam sesuai UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE Pasal 40
Serang, Lensabanteninvestigasi.com – Pelantikan Penjabat Kepala Desa Kalumpang, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang* digelar di Aula Kantor Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Dalam acara tersebut hadir langsung Camat Padarincang, Agus Saepudin, S.E.M.Si.
HADIR DALAM KEGIATAN:
Unsur Muspika Kecamatan Padarincang
Ketua MUI Kecamatan Padarincang
Kepala Desa se-Kecamatan Padarincang
Kader PKK
Tokoh Masyarakat Kecamatan Padarincang
Ketua BPD Desa Kalumpang, Perangkat Desa, dan Tokoh Agama
Pelantikan ini dilakukan sebagai tindak lanjut kekosongan jabatan Kepala Desa Kalumpang untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
SAMbutan PENJABAT KADES Nursamsi selaku Penjabat Kepala Desa Kalumpang yang baru dilantik dalam sambutannya menyampaikan komitmen. “Dengan jabatan baru ini di Desa Kalumpang, semoga saya bisa mengemban amanah dengan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
PESAN CAMAT PADARINCANG Camat Padarincang dalam sambutannya berpesan agar Penjabat Kepala Desa yang baru dilantik dapat segera bekerja, menjaga netralitas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Desa Kalumpang.
Selain itu Camat juga menekankan pentingnya koordinasi dengan BPD, perangkat desa, dan seluruh elemen masyarakat agar program pembangunan di desa dapat berjalan lancar.
Acara pelantikan berlangsung khidmat, aman, dan lancar.
Serang, lensabanteninvestigasi.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Silebu terus bergerak maju menuju standar operasional dan fasilitas yang prima. Hal ini ditandai dengan optimalisasi seluruh progres pembangunan infrastruktur yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Seluruh upaya ini dilaksanakan secara tertib dan terarah, mengacu pada target serta tata letak (layout) yang telah disusun dan disepakati bersama. Jumat, 31 Juli 2026
Rencana induk pembangunan dan penataan area SPPG Silebu telah diajukan secara resmi oleh Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Silebu, Cecep Suhaemi S.AP. Dokumen yang berisi rancangan tata letak dan rincian fasilitas ini diserahkan kepada pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, khususnya kepada Ibu Nurna yang bertindak selaku penanggung jawab dan penyelenggara penerbitan SLHS. Layout yang diajukan tersebut telah disusun
Serang, Lensabanteninvestigasi.com.- Awak Media Lensa Banten Investigasi baru-baru ini melaksanakan Sosial Control dengan meninjau langsung salah satu Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, tepatnya di SD Negeri Kalibuntu.
Kedatangan awak media diterima langsung oleh *Kepala Sekolah SD Negeri Kalibuntu, Kartinah, S.Pd. Dalam pertemuan tersebut dibahas seputar keadaan dan kondisi sekolah.
JUMLAH SISWA DAN TENAGA PENGAJAR Dalam penjelasannya, Kepala Sekolah SDN Kalibuntu menyampaikan data untuk Tahun Pelajaran 2026/2027.
“Untuk tahun ini jumlah murid kami sebanyak 259 orang putra-putri. Untuk tenaga pengajar dan tenaga kependidikan terdiri dari 2 orang Guru PNS, 7 orang P3K Paruh Waktu, 2 orang P3K Penuh Waktu, 2 orang Honorer, dan 1 orang Penjaga Sekolah” jelas Ibu Kartinah, S.Pd.
Dengan jumlah siswa sebanyak 259 orang, maka rasio guru terhadap murid masih sangat kurang ideal.
KELUHKAN KONDISI GEDUNG RUSAK BERAT Dengan semangat, Ibu Kartinah, S.Pd menjelaskan kondisi memprihatinkan yang dihadapi sekolah yang dipimpinnya.
“Inilah keadaan sekolah yang saya pimpin. Bisa dilihat, bangunan sekolah kami sudah tidak bisa diperbaiki lagi dengan dana pemeliharaan BOS,” ujarnya.
Ia berharap ada perhatian serius dari pemerintah. “Harapan saya, bangunan yang kondisinya sudah Rusak Berat ini dapat dibangun baru oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang” pintanya.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kondisi gedung dapat membahayakan keselamatan siswa dan proses belajar mengajar.
KEADAAN LINGKUNGAN SEKOLAH BERSIH DAN RAPI Hasil penelusuran Awak Media Lensa Banten Investigasi, secara umum kondisi lingkungan sekolah dalam keadaan bersih dan rapi. Baik ruang belajar anak, halaman, maupun toilet siswa dan guru terlihat terawat.
Hal ini menunjukkan upaya pihak sekolah dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan belajar, meskipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
DESAKAN KEPADA PEMERINTAH Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang segera melakukan survei dan merealisasikan pembangunan gedung baru SDN Kalibuntu agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Serang,Lensabanteninvestigasi.com– Pelaksanaan pengecoran jalan di Kampung Cori, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Serang dikeluhkan warga. Pekerjaan yang dilakukan pada Kamis malam, 30 Juni 2026 itu dinilai membahayakan karena tidak dipasangi rambu keselamatan, tidak melibatkan warga, dan kualitas pengerjaannya dipertanyakan.
KUALITAS COR DIKELUHKAN: SEDIKIT BESI Selain masalah keselamatan, warga juga menyoroti kualitas pekerjaan. “Pengecorannya pakai besi sedikit saja, tidak semua dihampar besi. Ngecornya juga tidak pakai besi di bawahnya,” ujar salah satu warga Kp. Cori.
Menurut warga, minimnya penggunaan besi tulangan dikhawatirkan membuat jalan cepat rusak dan tidak sesuai standar.
DIKERJAKAN MALAM HARI, GELAP DAN TANPA PENGAMAN Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, aktivitas pengecoran dilakukan malam hari dengan penerangan minim. Tidak ditemukan lampu sorot tambahan, rambu lalu lintas, cone, maupun garis pembatas jalan.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang melintas di jam rawan.
“Ini bahaya banget. Jalan ditutup cor mendadak malam-malam, tidak ada rambu sama sekali. Gelap juga. Kalau ada pengendara yang tidak tahu bisa jatuh,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
WARGA TIDAK DILIBATKAN Selain persoalan keselamatan, warga juga menyoroti tidak adanya keterlibatan masyarakat dalam proses pengerjaan.
“Warga juga tidak ada yang diajak gotong royong atau dikasih tahu dulu. Tau-tau sudah dicor saja. Tenaga kerjanya juga bukan orang sini,” lanjut warga tersebut.
Warga menilai keterlibatan masyarakat penting, baik untuk pengawasan maupun untuk membuka lapangan kerja bagi warga setempat.
TRANSPARANSI PROYEK DISOROT Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Taktakan maupun pelaksana proyek terkait teknis pelaksanaan, sumber anggaran, papan proyek, dan standar K3 yang diterapkan.
Minimnya informasi di lapangan membuat warga bertanya-tanya mengenai asal-usul proyek dan penanggung jawab kegiatan.
DESAKAN WARGA Warga berharap ke depan setiap pekerjaan infrastruktur di wilayah dapat memenuhi standar keamanan dan kualitas. “Kami minta kalau ada proyek lagi tolong pasang rambu, kasih penerangan, libatkan warga, dan kerjakan sesuai spek. Jangan sampai jalan baru sebulan sudah retak. Jangan sampai ada korban baru ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Serang,Lensabanteninvestigasi.com, – Suasana penuh semangat dan kebersamaan menyelimuti Lingkungan Toplas, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, kab Serang , pada malam hari dalam rangka mempersiapkan peringatan hari bersejarah HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara penetapan dan pembentukan panitia pelaksana perayaan 17 Agustus berlangsung hangat di kediaman Ibu Tetty Rahmawati, yang menjadi titik temu para warga untuk menyusun rencana kegiatan yang meriah dan bermakna, kamis 30 Juli 2026
Pertemuan malam ini bukan sekadar pembahasan teknis, melainkan wujud nyata gotong royong dan sinergi antarwarga. Hadir dalam acara tersebut para tokoh masyarakat, perwakilan warga, serta elemen pemuda yang antusias menyambut momen kemerdekaan. Di tengah suasana yang akrab dan kekeluargaan, seluruh peserta rapat sepakat menunjuk sosok yang dinilai memiliki dedikasi dan kemampuan memimpin acara tersebut.
Secara bulat dan penuh rasa tanggung jawab, para peserta rapat menyepakati dan menetapkan Sdri. Tetty Rahmawati sebagai Ketua Panitia Pelaksana Peringatan HUT 17 Agustus di Lingkungan Toplas. Penunjukan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh warga yang hadir, mengingat Tetty Rahmawati dikenal aktif dan berdedikasi tinggi. Selain itu, Tetty juga merupakan mahasiswi dari Kampus Universitas Pamulang (Unpam) cabang Serang, yang diharapkan dapat membawa semangat baru, ide-ide kreatif, serta energi pemuda dalam menyukseskan setiap rangkaian acara kemerdekaan nanti.
Dalam sambutannya setelah ditetapkan, Tetty Rahmawati menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk bekerja keras bersama seluruh jajaran panitia yang akan dibentuk, serta mengajak seluruh warga Lingkungan Toplas untuk bersatu padu menyukseskan perayaan kemerdekaan tahun ini. “Saya akan mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya, berharap dukungan dan partisipasi semua pihak agar acara ini berjalan lancar, tertib, dan penuh kehangatan persaudaraan,” ujarnya.
Rapat juga melanjutkan sesi penyusunan rincian acara dan pembagian tugas bagi jajaran panitia yang akan bekerja di bawah koordinasinya. Berbagai ide kegiatan mulai dari perlombaan tradisional, upacara bendera, hingga acara kebersamaan mulai dipetakan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Acara penutup diakhiri dengan doa bersama dan harapan agar persiapan hingga pelaksanaan nanti berjalan lancar, membawa berkah, serta mempererat tali persaudaraan antarwarga Lingkungan Toplas, Desa Silebu. Semangat kemerdekaan pun terus berkobar menyambut hari kemenangan bangsa. Red : Tim KWRI
Serang,Lensabanteninvestigasi.com. -Memasuki puncak musim kemarau yang menyebab kan kekeringan di beberapa wilayah Polsek petir polres serang Polda Banten hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih 5000 liter pada warga desa Kubang jaya kecamatan petir kabupaten serang kamis tanggal 30/07/2026
Sebanyak 5000 liter air bersih di kontribusi kan langsung ke rumah rumah warga di 2 kampung yang terdampak ya itu
1kp. Ciburuy RT 07,08.dan 09 2 kp. Kadugenep bandung RT 13 dan 14
Kegiatan ini turut di hadiri oleh Kasubsektor Tunjung Teja, kasitrantib kecamatan petir, personil Polsek petir Kesos desa Kubang jaya dan masyarakat setempat
Kapolsek petir AKP. Priyanto S.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian polri terhadap kesulitan yang di alami warga
“Air bersih adalah kebutuhan. Dasar di tengah musim kemarau.banyak warga yang kesulitan mendapatkan air melalui baksos ini kami ingin meringankan beban masyarakat dan tetap memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari hari” ujar AKP priyanto saat di wawancara awak media di lokasi kegiatan
Antusiasme warga sangat tinggi. Warga pun mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang di berikan dan perhatian dari polri
“Alhamdulillah pak sangat berterima kasih kepada bapak Kapolsek petir dan jajaran Polsek petir yang sudah peduli dengan kami ucapkan salah satu warga desa kp. Ciburuy”
Kegiatan yang selesai pukul 11:20 wib berlangsung aman dan tertib dan lancar
Di tengah musim kemarau Kapolsek petir AKP. Priyanto S.H menghimbau kepada seluruh masyarakat agar hemat menggunakan air bersih. Tak hanya itu AKP priyanto S.H menghimbau kepada masyarakat agar tidak termakan isu hoax demi terciptanya Kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Saya menghimbau kepada masyarakat agar hemat menggunakan air bersih untuk kebutuhan pokok segera lapor ke Kamtibmas , perangkat desa atau ke Polsek apabila terjadi kekeringan parah di wilayah nya dan tetep menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif dan jagn mudah percaya haox ujar AKP priyanto S.H
Selai itu Kapolsek petir AKP priyanto S.H juga menghimbau kepada agar tidak ragu untuk menghubungi call center 110 layanan Polisi bebas pulsa 24jam
“Apabila masyarakat membutuhkan membutuhkan bantuan polisi mengalami ganguan Kamtibmas atau ingin melaporkan. Informasi penting silahkan hubungi cal center polri di 110 layanan ini gratis dan buka 24,jam tutup Kapolsek petir AKP priyanto S.H”
Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Dalam rangka meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan, Polres Serang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari program “POLRI UNTUK MASYARAKAT”yang bertujuan membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih di musim kemarau.
Bantuan disalurkan langsung oleh personel Polres Serang ke titik-titik pemukiman warga Desa Lempuyang. Ratusan jerigen air bersih dibagikan agar kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari minum, mandi hingga keperluan rumah tangga lainnya dapat terpenuhi.
Warga menyambut baik aksi kemanusiaan ini. Mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya suplai air bersih dari Polri di tengah keterbatasan sumber air di wilayahnya
Khasuri, Kepala Desa Lempuyang ,Kecamatan,Tanara,Kabupaten Serang,menyampaikan terima kasih kepada Polres Serang. “Kami atas nama Pemerintah Desa Lempuyang dan seluruh warga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Serang beserta jajaran. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi kami. Sudah kurang lebih 2 bulan terakhir banyak sumur warga yang kering. Semoga kegiatan baik ini terus berlanjut dan menjadi berkah untuk semua,” ungkapnya.