
Serang Kota ,Lensabanteninvestigasi.com.-Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Serang Kota berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan total barang bukti mencapai kurang lebih 8,8 kilogram. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan secara intensif oleh Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota hingga ke wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolresta Serang Kota Kombes Pol. Yudha Satria, SH., SIK., MH., dalam Konferensi Pers pada Selasa, 27/10/26.
Kapolresta Serang Kota menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula pada Rabu, 4 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, petugas mengamankan seorang pria berinisial RH di sebuah rumah di Kampung Pasar Padarincang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Dari hasil penggeledahan terhadap RH, petugas menemukan barang bukti berupa 14 bungkus plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,23 gram.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, RH mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari seorang pria berinisial M.A. (29), yang saat itu berstatus daftar pencarian orang (DPO).
Menindaklanjuti keterangan tersebut, Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota yang dipimpin Iptu Arif Budianto, S.Tr.K., MSi., melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika tersebut.
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 00.15 WIB, petugas melakukan penindakan di area parkir Apartemen Pancoran Riverside, Jalan Pengadegan Timur Raya No. 1, Jakarta Selatan.
Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan tiga plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto 2,06 gram. Dua paket ditemukan di dalam lipatan celana, sedangkan satu paket lainnya ditemukan di atas lemari. Selain itu, petugas juga menemukan lima cartridge etomidate di dalam lemari pakaian.
Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut, diketahui bahwa M.A. diduga akan mengambil sejumlah narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
PENGEMBANGAN KE SUKABUMI, PETUGAS AMANKAN SABU LEBIH DARI 8 KILOGRAM
Pengembangan penyelidikan kembali dilakukan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas menangkap dua pria berinisial Y.S. (53) dan H.F. (31) di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Raya Cibolang, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, saat keduanya diduga hendak mengirimkan narkotika jenis sabu.

Dari hasil penggeledahan terhadap Y.S., petugas menemukan tiga plastik bening berukuran besar yang berisi plastik berwarna kuning dengan logo durian. Seluruh paket tersebut berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto kurang lebih 3.188,3 gram atau sekitar 3,18 kilogram.
Barang bukti tersebut disimpan di dalam tas goodie bag berwarna hijau yang dibawa oleh Y.S.
Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan H.F. yang berlokasi di Kampung Mangkalaya, Kabupaten Sukabumi. Dari lokasi tersebut, ditemukan lima plastik bening berukuran besar berisi paket sabu dalam plastik berwarna kuning serta satu plastik berwarna kuning berlogo durian yang juga berisi sabu.
Total berat bruto barang bukti yang ditemukan di kontrakan H.F. mencapai kurang lebih 5.650,7 gram atau sekitar 5,65 kilogram.
Dengan demikian, total barang bukti sabu yang ditemukan dari kedua lokasi di Sukabumi tersebut mencapai kurang lebih 8.839 gram atau sekitar 8,8 kilogram.
KASAT NARKOBA: 8,8 KG SABU SETARA RP8,8 MILIAR, SELAMATKAN 45.000 JIWA
Kasat Resnarkoba Polresta Serang Kota Kompol Vhalio Agafe, SIK., MH., menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan ketekunan personel Unit II Satresnarkoba dalam mengembangkan penyelidikan hingga berhasil mengungkap peredaran sabu dalam jumlah besar.
“Kerja keras Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota membuahkan hasil dengan berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 8,8 kilogram. Jika dikalkulasikan, barang bukti tersebut memiliki nilai sekitar Rp8,8 miliar dan diperkirakan dapat menyelamatkan kurang lebih 45.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” ujar Kompol Vhalio Agafe.
Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, melainkan juga bukti nyata komitmen Polri dalam memerangi peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat serta menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagaimana disampaikan dalam keterangan pengungkapan kasus.
Para tersangka terancam pidana berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Polresta Serang Kota menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui penyelidikan, penindakan, serta pengembangan jaringan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
NARKOBA MUSUH BERSAMA!
Mari bersama-sama memerangi narkoba dan jangan memberikan ruang bagi peredaran gelap narkotika di lingkungan kita. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.
Karena setiap langkah melawan narkoba adalah langkah menyelamatkan masa depan bangsa.
Bidhumas
editor /Hapni


