RATUSAN WARGA KP. CIRENDEU SEMARAKAN HAUL KE-8 KH. ABAH SAYHUNA ABDULLAH MUSTA’IN DENGAN KIRAB BUDAYA ISLAM

Serang,lensabanteninvestigasi.com – Suasana religius dan penuh kebahagiaan menyelimuti Kp. Cirendeu, Desa Cirendeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati halaman Pondok Pesantren KH. Abah Sayhuna Abdullah Musta’in untuk mengikuti peringatan Haul ke-8.

Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Rasa Cinta Generasi Muda Terhadap Islam” ini digelar dengan penuh hikmat pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Rangkaian Acara Penuh Makna
Acara diawali dengan sambutan-sambutan yang humanis dari para tokoh masyarakat dan pengurus pesantren. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan langsung oleh penceramah kondang KH. Weskurni yang didatangkan dari Tangerang, Banten, beserta penceramah lainnya.

Selain tausiyah, kegiatan haul ini juga dirangkaikan dengan Kirab Budaya Islam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Kirab diikuti oleh santri, warga, dan para tokoh agama dengan membawa atribut keislaman sembari melantunkan sholawat.

Momentum Muhasabah dan Silaturahmi
Bagi masyarakat Cirendeu, Haul KH. Abah Sayhuna Abdullah Musta’in bukan sekadar acara rutin tahunan. Ini menjadi momentum penting untuk muhasabah diri, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan syiar Islam melalui berbagai agenda positif.

“Alhamdulillah setiap tahunnya almarhum KH. Sayhuna Abdullah Musta’in selalu kita peringati haulnya. Ini sudah menjadi tradisi kami di Kampung Cirendeu,” ujar salah satu panitia.

Ratusan warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir. Kehadiran mereka menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap ulama dan dakwah Islam.

Panitia berharap, di tahun-tahun mendatang kegiatan ini bisa berlangsung lebih meriah lagi dan masyarakat tetap kompak dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.

Reporter: Kaperwil Banten, Buhari | Lensa Banten Investigasi

“1920 Yang Besar, Tetap Dipanggil Santri”

Gontor, Juli 2026.LENSABANTENINVESTIGASI.COM.— Malam itu, seorang alumni berdiri di hadapan sahabat-sahabat seperjuangannya. Ia berbicara, sementara yang lain mendengarkan. Namun di Gontor, semua memahami satu hal: yang berbicara hari ini, kemarin adalah pendengar; dan yang mendengar hari ini, esok bisa jadi mendapat giliran menyampaikan hikmah.

Gontor memang unik. Ia mendidik manusia dengan cara yang nyaris satir: mengajarkan kepemimpinan dengan menyuruh kita dipimpin, mengajarkan berbicara dengan meminta kita banyak mendengar, dan mengajarkan kebesaran dengan terus mengingatkan bahwa kita hanyalah santri.

Di bawah cahaya lampu yang mulai redup, para Alumni Gontor 2003 seakan kembali dipertemukan dengan pelajaran lama: hidup bukan tentang siapa yang paling tinggi berdiri, tetapi siapa yang paling lama bertahan dalam pengabdian.

Sebab pada akhirnya, Gontor tidak pernah bertanya, “Sudah jadi apa engkau?” Gontor hanya akan bertanya, “Masihkah engkau menjaga nilai yang dulu kami titipkan?”

Redaksi

MUSHOLA AL HIDAYAH DI CIBITUNG BUTUH DUKUNGAN PEMERINTAH DAN DERMAWAN

Pandeglang,LensaBantenInvestigasi.com.– Pembangunan Mushola Al Hidayah di Kampung Kondang, Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang masih terus berjalan. Mushola yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat ini masih membutuhkan dukungan dana agar dapat segera diselesaikan.

Mushola Al Hidayah nantinya akan difungsikan sebagai tempat pelaksanaan sholat berjamaah, pengajian anak-anak dan dewasa, kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an / TPQ, peringatan hari besar Islam, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Keberadaan mushola ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjadi sarana pembinaan akhlak bagi generasi muda di lingkungan Kampung Kondang.

Gotong Royong Warga Jalan Terus
Panitia Dewan Kemakmuran Mushola / DKM Al Hidayah bersama masyarakat telah berupaya semaksimal mungkin melanjutkan pembangunan dengan swadaya. Semangat gotong royong terus ditunjukkan warga dengan menyumbangkan tenaga, waktu, maupun sebagian rezekinya.

Namun, keterbatasan dana menyebabkan proses pembangunan belum dapat diselesaikan sepenuhnya dan masih dikerjakan secara bertahap.

Ajakan Untuk Dermawan
Oleh karena itu, DKM Al Hidayah mengajak para dermawan, relawan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta pemerintah untuk bersama-sama memberikan dukungan agar pembangunan Mushola Al Hidayah dapat segera rampung.

Bantuan dapat berupa dana, material bangunan, maupun bentuk dukungan lainnya yang sangat berarti bagi kelanjutan pembangunan rumah ibadah ini.

“Kami berharap dengan selesainya pembangunan Mushola Al Hidayah, masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan layak. Pembangunan rumah ibadah ini bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi menjadi amal jariyah bersama demi kemaslahatan umat,” ujar panitia.

DKM Al Hidayah juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa tenaga, pikiran, material, maupun dana. Semoga setiap kebaikan menjadi amal saleh dan mendapat balasan pahala berlipat ganda.

Atas perhatian dan dukungan semua pihak, DKM Mushola Al Hidayah mengucapkan terima kasih. Semoga pembangunan Mushola Al Hidayah di Kampung Kondang, Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang dapat segera selesai dan bermanfaat besar bagi masyarakat.

Reporter: Ahyar | Lensa Banten Investigasi

Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Banten,LensaBantenInvestigasi.com.– Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Minggu (5/7), sebagai puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten.

Acara penutupan turut dihadiri Ibu Menteri Agama Republik Indonesia, Ibu Helmi Halimatul Udhma, selaku Pengawas Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, bersama para ulama, tokoh agama, dewan hakim, unsur Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta para peserta MTQ dari seluruh wilayah Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Sabilul Alif menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ Imam merupakan bentuk penghargaan sekaligus upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya para imam masjid sebagai pemimpin umat, penjaga nilai-nilai keislaman, dan perekat persatuan bangsa.

“Imam merupakan garda terdepan dalam membangun karakter umat. Karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas imam harus terus dilakukan secara berkelanjutan. MTQ Imam bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana melahirkan imam-imam yang profesional, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa,” ujar Sabilul Alif.

Ia menambahkan bahwa imam masjid memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya memimpin ibadah, tetapi juga menjadi pembimbing masyarakat, penyebar nilai-nilai Islam yang moderat, penjaga kerukunan umat beragama, serta mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional.

MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas imam. Sebanyak 221 imam dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti tahapan seleksi secara daring. Dari jumlah tersebut, 180 peserta lolos ke babak penyisihan, sebelum akhirnya 28 finalis terbaik tampil pada babak final yang mempertandingkan tujuh cabang musabaqah, yaitu Tartil Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Hifzh 15 Juz, Hifzh 30 Juz, Tafsir Al-Qur’an, Khutbah Jumat, dan Adzan.

Sabilul Alif juga menyampaikan apresiasi kepada Ibu Menteri Agama RI, Ibu Helmi Halimatul Udhma, selaku Pengawas Dewan Hakim, seluruh dewan hakim, panitia, serta seluruh pihak yang telah mengawal pelaksanaan MTQ secara profesional, objektif, dan penuh integritas sehingga mampu melahirkan imam-imam terbaik yang diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sebelum pelaksanaan MTQ, rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten diawali dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dihadiri sekitar 5.000 jamaah, serta Seminar Keimaman yang diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas imam masjid, penyuluh agama, akademisi, mahasiswa, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama RI dan Gubernur Banten sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran imam dan masjid dalam membangun kehidupan beragama yang damai, moderat, dan harmonis.

Menurut Sabilul Alif, kegiatan di Banten merupakan bagian dari gerakan nasional menuju penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, sebuah forum internasional yang akan mempertemukan para imam besar, ulama, dan tokoh agama dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun perdamaian dunia melalui pendekatan religious diplomacy.

“Alhamdulillah, rangkaian Bridging IGIC telah sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan kini di Provinsi Banten. Selanjutnya kegiatan ini akan berlanjut di beberapa provinsi lainnya sebagai upaya memperluas partisipasi para imam, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta membangun semangat kebersamaan menuju penyelenggaraan IGIC 2026,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi pusat diplomasi keagamaan dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar yang hidup dalam keberagaman, Indonesia telah membuktikan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi persatuan, harmoni, dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Melalui International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya di panggung internasional sebagai pelopor dialog antarbangsa, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan perdamaian dunia yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

“IGIC bukan sekadar konferensi internasional, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia. Dari Indonesia, kita ingin mengirimkan pesan bahwa agama adalah sumber persaudaraan, harmoni, dan solusi bagi kemanusiaan,” tutup Sabilul Alif.

Jamaah Istighosah manakib Genclang Gelar Acara Rutin di hadiri Oleh Nahril Ulum sekmat Tunjung Teja

Serang,Lensabanteninvestigasi.com. – Jamaah Istighosah Genclang ( Generasi Cemerlang) yang berdomisili di desa Sindangsari kecamatan petir seperti biasa menggelar acara istighosah setiap malam Sabtu.. Genclang sudah berdiri sekitar lima tahun yang di inisiasi oleh pimpinan Jamaah istighosah Genclang Yaitu Ust Maarijil Ula dan sekjennya Oman sumantri yang berdomisili di kp. Sindangsari kec. Petir.

Ust Maarijil Ula menyampaikan bahwa kegiatan istighosah ini adalah kegiatan rutin yg sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, dalam kegiatan pengajian ini kami isi dengan pengajian Piqih, akidah, dan pembahasan pendalaman agama Islam, juga pembacaan manakib tuan syeh Abdul Qodir Jaelani. Tujuan kami mengadakan ini kegiatan rutin yang positif ini untuk membentuk generasi-generasi cemerlang listas generasi

karena didalam jamaah genclang semua kalangan bisa masuk, tidak melihat warna dan usia. Sehingga di harapkan terbentuknya silaturahmi dan generasi yang taat dalam menjalankan ajaran agama secara kaffah.
Oman Sumantri selaku sekjen Generasi Cemerlang, memliki misi menyatukan pemahaman yang sama bahwa kita sebagai manusia di wajibkan dalam menuntut ilmu terutama ilmu agama,

Dalam istighosah Genclang banyak sekali manfaat yang di ambil selain silaturahmi juga kita bisa mendapat pemahaman ilmu agama dan istighosah ini bisa penyejuk hati dan menambah ke imanan.

Sekmat Tunjung Teja Nahril Ulum, sebagai salah satu jamaah aktif menyampaikan dukungan kegiatan jamaah genclang karena ini adalah sarana positif dalam rangka syiar agama Islam dan mempererat tali silaturahmi antar jamaah..

Semoga jamaah istighosah Genclang senantiasa Istikomah dalam setiap kegiatannya dan dapat ber manfaat untuk masyarakat..

Reporter/ kaperwil Banten ( Buhari)

PONPES DARUL AMANAH CIKEUSAL LEPAS 150 SANTRIWAN & SANTRIWATI KELAS 3

Serang,LensaBantenInvestigasi.com – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Pondok Pesantren Darul Amanah. Ponpes yang berlokasi di Kp. Mongpok, Desa Mongpok, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang ini menggelar acara pelepasan santriwan dan santriwati kelas 3, pada hari Jumat,03-07-2026)

Sebanyak 150 santri secara resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya atau mengabdi di masyarakat.

Hadir Penuh Khidmat
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Amanah KH. Yusuf, para wali santri, tokoh masyarakat sekitar, serta seluruh santriwan dan santriwati.

Antusiasme terlihat jelas dari para wali santri dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Momen pelepasan ini menjadi tanda berakhirnya masa pendidikan dasar di pesantren bagi para santri kelas 3.

Berjalan Lancar dan Penuh Hikmah
Sepanjang acara, rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, khidmat, dan tanpa kendala suatu apapun.

Pelepasan ini diharapkan menjadi bekal bagi para santri untuk terus menuntut ilmu, mengamalkan ajaran agama, dan menjadi generasi yang berakhlakul karimah di tengah masyarakat.

Reporter/Samsudin

Kepala Desa Sindangheula Dampingi 7 Pasutri Ikuti Isbat Nikah Terpadu di Kecamatan Pabuaran

Serang,LensaBantenInvestigasi.com. – Sebanyak 15 pasangan suami istri (pasutri) di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, mengikuti sidang isbat nikah terpadu yang digelar Pemerintah Kabupaten Serang di Aula Kecamatan Pabuaran, Jum’at (26/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pabuaran H. Idham Danal, Ketua Pengadilan Agama Serang Djulia Herjanara, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DKBPPPA Kabupaten Serang Hj. Melly Siltina, Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., M.M., Kepala Desa Pancanegara Entat Karyata, perwakilan Koramil Pabuaran, Ketua MUI Kecamatan Pabuaran, perwakilan KUA Pabuaran, serta para peserta dan saksi nikah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Sindangheula, Suheli, turut hadir mendampingi warganya yang mengikuti sidang isbat nikah. Dari total 15 pasangan yang mengikuti program tersebut, sebanyak 7 pasangan berasal dari Desa Sindangheula.

Suheli mengatakan, keikutsertaan warga dalam program isbat nikah merupakan langkah penting untuk mendapatkan pengakuan hukum atas pernikahan yang telah dilangsungkan secara agama namun belum tercatat secara resmi oleh negara.

“Alhamdulillahirabbil’alamin, hari ini saya mendampingi warga Desa Sindangheula untuk mengikuti kegiatan isbat nikah di Kantor Kecamatan Pabuaran. Tercatat ada tujuh pasangan dari berbagai kampung yang mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Ia berharap seluruh proses sidang berjalan lancar sehingga para peserta dapat memperoleh buku nikah resmi yang memiliki kekuatan hukum dan memberikan manfaat bagi keluarga mereka.

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar sehingga warga kami memiliki buku nikah yang resmi dan legal, sah secara agama dan sah secara negara,” katanya.

Menurut Suheli, kepemilikan buku nikah sangat penting karena menjadi dasar dalam berbagai urusan administrasi kependudukan, termasuk pengurusan dokumen keluarga, pendidikan anak, hingga akses terhadap pelayanan publik.

Pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Serang, Pengadilan Agama Serang, KUA, serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi pelaksanaan isbat nikah terpadu bagi masyarakat.

“Insyaallah dengan semakin tertibnya administrasi kependudukan masyarakat, Desa Sindangheula akan semakin maju, berkah, dan masyarakatnya semakin bahagia,” ungkapnya.

Program isbat nikah terpadu ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Serang dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan di wilayah Kabupaten Serang.

ratusan warga kp cigodag desa harjatani semarakan tahun baru Islam kirab budaya Islam

Serang,Lensabanteninvestigasi.com- 27/06/2026 masyarakat kp cigodag desa harjatani kecamatan Kramat watu menggelar syukuran rangkaian tahun baru islam 1muharam 1448 Hijriyah dengan penuh hikmat.

Dengan tema “menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap Islam”. Acara di selengarakan di halaman masjid Nurul hikmah kp cigodag RT 01/01 desa harjatani kecamatan Kramat watu kabupaten serang. Banten

Suasana penuh kebahagiaan dan nuansa religius mewarnai pelaksanaan gebyar muharam 1448 Hijriyah yang di selenggarakan di masjid Nurul hikmah kp cigodag desa harjatani kecamatan Kramat watu pada Sabtu malam 27/06/2026

Kegiatan 1muharam 1448hijriyah di mulai pukul 20:00 menjadi momentum istimewah bagi masyarakat cigodag ratusan warga dari berbagai kalangan tampak memenuhi lokasi masjid Nurul hikmah

Pelaksanaan kegiatan Muharam (Tahun Baru Islam) menjadi momentum penting untuk introspeksi (muhasabah), mempererat silaturahmi, dan meningkatkan syiar Islam melalui berbagai agenda positif.

Alhamdulillaah disetiap tahunnya Masyarakat Kp. Cigodag selalu memperingati Tahun baru Islam diawali dengan Pawai Obor ditanggal 1 Muharam 1448 H dan tausiyah agama ditanggal 13 Muharam 1448 H sekaligus santunan anak yatim.

Mudah²an ditahun² yang akan datang lebih meriah lagi dan selalu kompak masyarakatnya untuk kegiatan keagamaan maupun kegiatan yang lainnya.

Rep: Kaperwil Banten ( Buhari)

Memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 H dan 10 Muharam, Masjid Hidayatussyakurin 𝘊𝘪𝘨𝘢𝘣𝘶𝘴 dan Gelar Santunan Anak Yatim

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Dalam rangka meriahkan Tahun Baru Islam serta memperingati Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Hidayatussyakurin Lingkungan RW 02 Cigabus, Kelurahan Kaligandu, menggelar acara peringatan hari besar Islam yang berlangsung khidmat penuh kekhusyukan

Peringatan kali ini mengusung tema yang menyentuh esensi spiritual dan sosial kemasyarakatan, yaitu: “Mari Memeriahkan tahun baru Islam dengan penuh rasa syukur, semangat hijrah, dan niat memperbaiki diri, serta berbagi dengan anak yatim dan piatu.” Acara ini dihadiri langsung oleh Lurah Kaligandu Agus Danirahman, S.A.P ,tokoh masyarakat sekaligus perwakilan DKM Masjid Hidayatussyakurin, Hj. Gojali Ketua Panitia Pelaksana, Hodari, serta ratusan warga Lingkungan RW 02 Cigabus yang memadati area masjid sejak pagi hari.

Ketua Panitia Pelaksana, Hodari, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga dan donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Sesuai dengan tema yang diangkat, inti dari kegiatan ini tidak hanya sekadar seremonial refleksi pergantian tahun hijriah, tetapi juga diisi dengan aksi nyata berupa pembagian santunan dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan piatu di lingkungan sekitar. Suasana religius semakin terasa saat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dikumandangkan secara bergantian oleh dua qori berprestasi, yaitu Ustadz Hazizi (Qori 1) dan Ustadz Ubay Dillah (Qori 2). Alunan syahdu tilawah tersebut berhasil membawa kekhusyukan bagi seluruh jemaah yang hadir.

Puncak acara diisi dengan ceramah agama (tausiyah) yang disampaikan oleh ulama kharismatik KH Ghofur atau yang akrab disapa Ki Apung. Dalam ceramahnya, Ki Apung mengajak seluruh warga Cigabus untuk memaknai momentum Muharam sebagai waktu terbaik untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Beliau menekankan pentingnya menumbuhkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik serta memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim demi menggapai hidup

Lurah Kaligandu Agus Danirahman, S.A.P. dalam memeriahkan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada pengurus DKM, panitia, dan warga RW 02 Cigabus. Pemerintah Kelurahan Kaligandu berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dipertahankan guna mempererat tali silaturahmi serta menjaga nilai-barang gotong royong dan kepedulian sosial antarsesama warga

Acara peringatan Tahun Baru Islam dan 10 Muharam 1448 H , ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, keberkahan wilayah Kelurahan Kaligandu, serta foto bersama anak-anak yatim penerima santunan. (𝘙𝘻𝘒)

Kepala Desa Sindangheula Hadiri Ikhtifalan dan Kelulusan MI Mathla’ul Huda Paleuh

Serang,LensaBantenInvestigasi.com. – Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, menghadiri kegiatan Ikhtifalan, Kelulusan dan Kenaikan Kelas siswa-siswi MI Mathla’ul Huda yang digelar di Kampung Paleuh, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan maupun yang naik ke tingkat berikutnya. Acara juga diisi dengan berbagai penampilan siswa sebagai bentuk apresiasi atas proses pembelajaran yang telah mereka jalani selama satu tahun ajaran.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sindangheula, Suheli, berharap kegiatan ikhtifalan dan pelepasan siswa ini dapat memberikan makna serta manfaat bagi para peserta didik. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keberanian, dan kemampuan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Tanpa dibina, dididik dan dilatih, kemungkinan anak-anak tidak akan mengerti dan memiliki keberanian untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Karena itu, saya mengapresiasi para guru dan seluruh pihak yang telah mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran,” ujar Suheli.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa-siswi yang telah lulus maupun naik kelas. Suheli berharap mereka dapat terus melanjutkan pendidikan dengan semangat serta menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berintelektual, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi yang lulus. Semoga kelak menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, serta mampu membanggakan orang tua dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MI Mathla’ul Huda, Tubagus Erwin Mahrobi, S.Pd, mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sindangheula yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran pemerintah desa menjadi bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi lembaga pendidikan yang berada di wilayah Desa Sindangheula.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Desa yang telah hadir dan memberikan motivasi kepada para siswa. Semoga MI Mathla’ul Huda semakin maju, terus melahirkan generasi yang berakhlak mulia serta sumber daya manusia yang membanggakan,” ungkap Erwin.

Acara ikhtifalan dan kelulusan tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Mathla’ul Huda Pabuaran Drs. H. Suminta, M.Pd, Kepala MI Mathla’ul Huda TB Erwin Mahrobi, S.Pd, Ketua Komite Sekolah, para guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ketua RW, Ketua RT, wali murid, serta seluruh siswa-siswi MI Mathla’ul Huda.

Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai kegiatan tersebut, terutama saat prosesi pelepasan siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di MI Mathla’ul Huda. Para orang tua dan guru berharap para lulusan dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih cita-cita yang diimpikan.