DIDUGA KETUA P2SP KOBER BABUSSALAM BOHONGI PUBLIK & KERJAKAN ASAL JADI!ANGGARAN Rp626 JUTA DIPERTANYAKAN, KESELAMATAN ANAK DIPERTARUHKAN!

KOTA SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Proyek Revitalisasi Kelompok Bermain / Kober Babussalam yang berlokasi di Lingkungan Kemanggisan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang kembali menuai sorotan tajam.

Proyek yang dibiayai APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan nilai Rp626.763.000,00* dan dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan / P2SP ini diduga jauh dari standar. Bahkan Ketua P2SP diduga berbohong kepada publik.

ANGGARAN BERBEDA, DIDUGA ADA PENYEMBUNYIAN
Sebelumnya media telah memberitakan dugaan pengurangan spesifikasi besi demi keuntungan pribadi. Kini setelah Papan Informasi Proyek / PIP terpasang, terungkap ketidaksesuaian data.

Saat dikonfirmasi, Dodi selaku Ketua P2SP menyebut anggaran hanya Rp172 juta untuk Rehab dan Rp150 juta untuk RKB. Total Rp322 juta.
Padahal nilai resmi di PIP adalah Rp626.763.000,00.

Selisih: Rp304.763.000 – Hampir 2 kali lipat.
Ini memicu kecurigaan besar: ke mana sisa anggaran itu? Apakah ada rekayasa yang merugikan keuangan negara?

PEKERJAAN ASAL JADI, SPESIFIKASI DIABAIKAN, KESELAMATAN TERANCAM
Alih-alih memperbaiki setelah ditegur, pekerjaan justru dinilai semakin asal-asalan. Hasil investigasi tim di lokasi menemukan:

  • Pondasi Dangkal: Galian pondasi RKB kurang dari 20cm. Diduga hanya 15 cm dan tanpa pasir urug* sebagai lantai dasar.
  • *Pembesian Lemah: Tulangan tiang pakai besi 10 mm, sedangkan cincin pengikat hanya 3,9 mm. Terlalu kecil, tidak sesuai standar. Banyak sambungan dinilai lemah.
  • K3 Diabaikan: Helm pekerja diduga bekas dan tidak layak.
  • Semua temuan ini menunjukkan pekerjaan tidak mengikuti spesifikasi teknis dan SOP yang berlaku.

MENGHINDAR DARI KONFIRMASI, NOMOR HP TAK AKTIF
Saat awak media mendatangi lokasi Senin, 24 Agustus 2026, istri Ketua P2SP Dodi mengarahkan untuk mengisi buku tamu dan memfoto KTA, lalu menyatakan suaminya sedang keluar. “Silahkan duduk saja”ucapnya, lalu meninggalkan awak media.

Sebelumnya Dodi sempat menyatakan “besi baru mulai dipasang, mohon dikoreksi” Namun saat ditanya kembali soal pembesian yang belum diganti dan tetap pakai besi kecil, nomor ponselnya kini tidak aktif. Apakah ini bentuk penghindaran?

TINDAK LANJUTI SEGERA! Jangan biarkan uang negara ratusan juta rupiah dikelola sembarangan. Panggil dan periksa P2SP, verifikasi ulang anggaran dan spesifikasi, beri sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran. Jangan sampai keselamatan generasi penerus bangsa dikorbankan demi keuntungan pribadi.

Tim media tetap memantau dan membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak yang terlibat.

RED/TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *