Gebyar Maulid Nabi dan Syukuran Hafalan Al-Qur’an serta Kitab Digelar Ponpes Assubulussalam

SERANG.Lensabanteninvestigasi.com. – Pondok Pesantren Assubulussalam, Kampung Tegal Sapan RT 006/RW 002, Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menggelar Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus syukuran hafalan Al-Qur’an dan kitab, dengan mengusung tema “Meraih Sukses Dunia dan Akhirat Melalui Generasi Santri yang Berilmu.”

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Warga dari berbagai wilayah turut hadir mengikuti rangkaian acara sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan berbagai hiasan dan kreasi yang dipersiapkan masyarakat. Selain menjadi bagian dari tradisi dalam memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, santri, dan keluarga besar Pondok Pesantren Assubulussalam.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa Petir, Kasi Perencanaan Wawan Munawar. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Kampung Tegal Sapan yang masih mempertahankan kegiatan keagamaan dan tradisi Maulid Nabi

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Kampung Tegal Sapan yang telah melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus syukuran hafalan Al-Qur’an dan kitab di Pondok Pesantren Assubulussalam,” ujarnya.

Sementara itu, Kiai Nasruddin MZ, Ketua Pondok Pesantren Assubulussalam, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang kemeriahan acara, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang berilmu dan memiliki bekal untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
“Ini semata-mata untuk mengagungkan kelahiran Rasulullah SAW. Budaya seperti ini harus tetap kita pertahankan untuk anak cucu kita, sehingga setiap Maulid Nabi bisa terus menghadirkan tradisi seperti ini,” katanya.

Kegiatan Gebyar Maulid Nabi dan syukuran hafalan Al-Qur’an serta kitab tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para santri yang telah menyelesaikan hafalan dan pembelajaran keagamaan di Pondok Pesantren Assubulussalam.

(Reporter/Buhari)

Camat Tantang KNPI Terlibat Aktif Bangun Kasemen

SERANG.Lensabanteninvestigasi.com.- Camat Kasemen, Sugiri, mengajak jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kasemen untuk lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan wilayah. Pemuda dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra pemerintah sekaligus penggerak berbagai potensi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Sugiri dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kasemen yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kasemen, Jumat 18 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemuda Bersatu, Kasemen Maju.”

Menurut Sugiri, pembangunan Kecamatan Kasemen tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan organisasi kepemudaan diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Pemuda harus mengambil bagian dalam pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikut memberikan gagasan, kritik, sekaligus solusi bagi kemajuan Kasemen,” ujar Sugiri.

Ia berharap kepengurusan KNPI Kasemen ke depan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

“Potensi pemuda di Kasemen sangat besar. Kalau bisa bersatu dan bergerak bersama, tentu akan memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Kecamatan Kasemen,” katanya.

Sugiri menjelaskan, ada lima kunci meraih sukses bagi pemuda. Yakni, Disiplin, konsisten, mindset, kerja cerdas dan kerja keras.

Ketua DPD KNPI Kota Serang, Fauzan Dardiri, mengatakan Muscam bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih atau menetapkan kepengurusan baru.

Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi momentum merumuskan agenda kepemudaan yang konkret dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Tema Pemuda Bersatu, Kasemen Maju harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. KNPI jangan berhenti pada aktivitas internal organisasi, tetapi harus hadir di tengah persoalan masyarakat,” kata Fauzan.

Ia mendorong KNPI Kasemen agar mampu menjadi ruang bersama bagi organisasi kepemudaan untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pemuda untuk bekerja bersama.

“Yang kita butuhkan adalah energi persatuan. Pemuda boleh berbeda organisasi, berbeda latar belakang, tetapi ketika berbicara tentang kemajuan Kasemen, harus berada dalam satu barisan,” ujarnya.

Fauzan juga menekankan pentingnya pemuda terlibat dalam isu-isu strategis di Kasemen, mulai dari pengembangan ekonomi kepemudaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, lingkungan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Kasemen terpilih, Muhamad Alias, menyampaikan bahwa Muscam menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kepemudaan di tingkat kecamatan.

“Harapannya, KNPI Kasemen ke depan semakin solid dan mampu menjadi rumah bersama bagi pemuda. Kita ingin pemuda tidak hanya berkumpul, tetapi juga menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Muscam KNPI Kasemen diharapkan melahirkan kepengurusan yang mampu menjalankan organisasi secara inklusif sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat “Pemuda Bersatu, Kasemen Maju”, KNPI Kasemen didorong tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya pemuda, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut menggerakkan pembangunan di Kecamatan Kasemen.(RzK)

MIRIS! KETERBATASAN RUANG KELAS, ANAK-ANAK BELAJAR DI LANTAI, BERDESAK-DESAKAN DI PONPES AL-MUTA’ALIMIN NUR AMALIYAH CIREUNDEU PETIR

Serang,Lensabanteninvestigasi. com – Potret memprihatinkan dunia pendidikan terlihat di Yayasan Pondok Pesantren Al-Muta’ Alimin Nur Amaliyah, Kp. Cikodongdong RT/RW 011/003, Desa Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang – Banten.*

Pantauan Tim Investigasi Lensa Banten di lokasi, keterbatasan ruang kelas membuat anak-anak belajar di lantai dan berdesak-desakan.

Dari video yang direkam, terlihat bangunan pondok masih didominasi bangunan bilik bambu dengan anyaman motif“. Bangunan permanen hanya satu unit dua lantai warna hijau tosca, yang tidak sebanding dengan jumlah santri yang membludak.

Di foto dokumentasi, puluhan santri putra dan putri terlihat berkumpul berdesakan di halaman sempit, menunjukkan betapa minimnya fasilitas ruang belajar yang layak.

Kondisi ini jelas sangat mengganggu proses belajar mengajar. Anak-anak yang seharusnya belajar dengan nyaman di atas meja kursi, harus rela lesehan di lantai yang berdebu.

Pihak yayasan dengan Nomor AHU 002285.AH.01.04 ini diketahui terus bertahan memberikan pendidikan agama meski dengan segala keterbatasan.

Masyarakat dan wali santri berharap ada perhatian serius dari:

“Kementerian Agama Kab. Serang” “Dinas Pendidikan Kab. Serang
“Pemerintah Kabupaten Serang dan para donatur

Agar ada bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk Ponpes Al-Muta’ Alimin Nur Amaliyah, sehingga anak-anak tidak lagi belajar di lantai dan berdesak-desakan.

Pendidikan adalah hak semua anak bangsa, termasuk santri di pelosok Desa Cireundeu.

reporter/Buhari

PEKERJAAN JIT DI DESA PENGGALANG DISINYALIR DIKERJAKAN ASAL JADI – KONDISI FISIK RETAK & PECAH

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, disorot warga. Dari hasil pantauan tim investigasi di lapangan, kondisi fisik pekerjaan disinyalir dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Dari papan informasi proyek yang terpasang, diketahui:

Kegiatan:Penyedia dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian
Pekerjaan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Kelompok Tani: Mandiri Tani
Lokasi: Desa Penggalang, Kec. Ciruas
Pelaksanaan:Agustus 2026
Tahun Anggaran:
2026
Sumber Dana:APBN 2026
Nilai Pagu: Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)

FAKTA TEMUAN DI LAPANGAN
Awak media LBI turun langsung pada Sabtu, 12 September 2026 Pukul 14:11 WIBdi Jl. Ciptayasa, Penggalang, Kec. Ciruas, Kab. Serang.

Hasil investigasi menemukan 7 kejanggalan serius:

  1. Dinding Saluran Retak & Keropos:Terlihat jelas dinding plesteran irigasi sudah retak-retak, pecah, dan acian mengelupas padahal baru selesai dikerjakan.
  2. Kualitas Adukan Dipertanyakan: Campuran semen terlihat tidak solid, berpori dan mudah rontok, diduga tidak sesuai Spek dan RAB.
  3. Pondasi Terendam Lumpur:* Saluran masih tergenang air dan lumpur, namun proses finishing tetap dipaksakan.
  4. Pemasangan Material Saat Ada Air:Pemasangan batu tetap dilakukan saat kondisi berair, yang jelas menyalahi teknis pekerjaan irigasi.
  5. Penggunaan Semen Rajawali 40 Kg:Diduga tidak sesuai dengan harga satuan dan spek yang ada di RAB.
  6. Pekerja Tidak Menggunakan APD:Sebagian besar pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) standar K3.
  7. Minim Pengawasan:Tidak terlihat adanya pengawasan dari pihak konsultan pendamping maupun ketua Poktan di lokasi.

Kondisi ini sangat disayangkan karena proyek dengan nilai 100 juta yang seharusnya membantu petani mengalirkan air ke sawah, justru dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan jebol saat musim hujan.

HASIL KONFIRMASI
Saat dikonfirmasi di lokasi, Sabit selaku mandor mengatakan:
_”Saya disini mandor pekerja dan ketua Poktan nya Jajuli, untuk semen kita gunakan semen Rajawali dan sesuai kang, APD tidak ada anggarannya, cek saja kang, langsung saja ketemu Pak Jajuli jam segini mungkin ada di rumah”

Awak media kemudian mencoba mendatangi Jajuli selaku Ketua Poktan Mandiri Tani. Sangat disayangkan ucapan Jajuli begitu arogan. Ia mengatakan:
“Mau apa kesini, ada apa, kalau sudah ketemu mau ngapain,” ucapnya sambil meninggalkan awak media.

DESAKAN KONTROL SOSIAL
Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak:

1.Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Serang selaku penanggung jawab kegiatan agar segera turun sidak dan evaluasi pekerjaan Poktan Mandiri Tani.
2.Kementerian Pertanian RI agar tidak melakukan pencairan 100% sebelum ada perbaikan dan hasil pekerjaan sesuai mutu.
3.Aparat Pengawas (Inspektorat & Kejari Serang)diminta untuk memeriksa dugaan ketidaksesuaian spek yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak Kepala Desa Penggalang belum berhasil dikonfirmasi.

RED/TIM

Air Kehidupan Dari Hati Yang Peduli! Kapolsek Petir Hadiahkan Sumur Bor Untuk Santri Ponpes Dawatul Qoiriah

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com.- Jika air adalah sumber kehidupan, maka hari ini Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH telah menghadirkan kehidupan itu untuk puluhan santri.

Di tengah teriknya siang, Rabu 16 September 2026 pukul 14.05 WIB, tetesan air jernih untuk pertama kalinya mengalir deras di Pondok Pesantren DawatulQoiriah, Kp. Tegal Sapan RT 06/02 Desa Petir. Bukan dari bantuan instansi besar, tapi dari hati tulus seorang Kapolsek Petir.

Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH turun langsung ke pesantren bersama jajaran, memastikan bor air yang ia bantu benar-benar mengalir dan bisa digunakan santri untuk wudhu, mandi dan mengaji.

Saya tidak ingin santri kesulitan air bersih. Mereka adalah generasi penerus bangsa, penjaga agama. Selagi saya bisa bantu, saya bantu. Ini bukan soal jabatan, ini soal kemanusiaan, ucap AKP Priyanto dengan penuh ketulusan di hadapan para santri.

Air Kehidupan Dari Hati Yang Peduli! Kapolsek Petir Hadiahkan Sumur Bor Untuk Santri Ponpes DawatulQoiriah
Momen mengharukan terjadi saat air pertama kali menyembur kencang. Para santri bersorak, Ustadz Oji Pimpinan Ponpes tak kuasa menahan haru.

Kami tidak bisa membalas apa-apa Komandan. Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga Bapak Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH selalu diberi kesehatan, kelancaran tugas, dan keberkahan. Air ini akan jadi amal jariyah yang tak pernah putus, tutur Ustadz Oji.

Kini tak ada lagi cerita santri harus antre air. Tak ada lagi wudhu dengan air seadanya. Dari tangan dingin Kapolsek Petir, mengalir harapan, mengalir keberkahan untuk masa depan santri.

Hadir mendampingi Kapolsek, Kasium Kanit Binmas, Kanit Samapta dan seluruh santri Ponpes DawatulQoiriah.

Inilah sosok Polri yang sesungguhnya. Dekat dengan umat, peduli dengan santri

Momen mengharukan terjadi saat air pertama kali menyembur kencang. Para santri bersorak, Ustadz Oji Pimpinan Ponpes tak kuasa menahan haru.

Kami tidak bisa membalas apa-apa Komandan. Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga Bapak Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH selalu diberi kesehatan, kelancaran tugas, dan keberkahan. Air ini akan jadi amal jariyah yang tak pernah putus, tutur Ustadz Oji.

Kini tak ada lagi cerita santri harus antre air. Tak ada lagi wudhu dengan air seadanya. Dari tangan dingin Kapolsek Petir, mengalir harapan, mengalir keberkahan untuk masa depan santri.

Hadir mendampingi Kapolsek, Kasium.Kanit Binmas, Kanit Samapta dan seluruh santri Ponpes DawatulQoiriah

Inilah sosok Polri yang sesungguhnya. Dekat dengan umat, peduli dengan santri.

Redaksi (Buhari)

PULUHAN TAHUN TERGELETAK DI AMBEN BAMBU! NENEK NURIJAH DI CIKEUSAL HIDUP LUMPUH TANPA BANTUAN APAPUN

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Kisah pilu dialami Ibu Nurijah, seorang nenek lumpuh yang tinggal di Desa Cikesal, Kecamatan Cikesal, Kabupaten Serang. Puluhan tahun lamanya beliau hanya bisa tergeletak di atas amben bambu karena tidak memiliki kasur layak.

Rumah yang ditempati bersama suami Hasan Basri pun sangat tidak layak. Dinding dan atap serba rusak, kamar hanya berisi 1 buah amben bambu sebagai alas tidur.

TIDAK PERNAH DAPAT BANTUAN
Selama ini kehidupan keduanya hanya menggantungkan belas kasih dari warga dan saudara terdekat. Hasan Basri tidak bekerja, makan sehari-hari pun dari pemberian orang.

“Kami ingin pak membawa istri ke puskesmas atau dokter. Namun kita keterbatasan uang untuk biaya berobat” ujar Hasan Basri dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga juga mengaku sedih. “Kami g tau pak harus kemana sedangkan nenek saya tidur saja pake alas bambu. Sedih pak melihat keadaan ibu Nurijah” kata keluarga sambil menangis.

Ironisnya, jarak rumah Ibu Nurijah hanya kurang lebih 1 KM dari UPT Puskesmas Cikesal*. Namun selama ini tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah desa, kecamatan, maupun puskesmas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cikesal “Majong” menjelaskan bahwa bantuan untuk Ibu Nurijah belum pernah diterima.
*Insya allah pak bantuan akan saya koordinasikan dengan Kesos Fauji” ucap Kades kepada awak media.

Pihak keluarga dan warga berharap setelah pemberitaan ini ada perhatian serius dari UPT Puskesmas Cikesal, Kecamatan Cikesal, Dinsos Kab. Serang, dan Pemerintah Desa Cikesal*.

  1. Dinsos Kab. Serang* segera turun untuk mendata dan memberikan bantuan kasur, sembako, serta bedah rumah.
  2. UPT Puskesmas Cikesal* melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengurus BPJS/KIS bagi Ibu Nurijah.
  3. Pemerintah Desa & Kecamatan* jangan tutup mata. Warga yang paling rentan harus jadi prioritas.

“Bersih itu sebagian dari iman. Tapi peduli pada yang lemah adalah bukti nyata iman itu”

Reporter/buhari

Aktifis Lingkungan Abdul RoziQ Almaghfur Soroti Dugaan Perusahaan Nakal di Kabupaten Serang Desak Pemkab dan Pemprov Bertindak Jangan Abaikan Hak Pekerja dan Lingkungan

SERANG, BANTEN.Satriabuananews.my.id – Aktivis lingkungan dan pemerhati masyarakat Abdul Roziq Al maGhfur kembali menyuarakan kritik keras terhadap dugaan praktik perusahaan “nakal” di Kabupaten Serang.

Dalam pernyataannya Minggu (13/9/2026), Roziq menyoroti masih banyaknya perusahaan yang dinilai mengabaikan ketentuan mulai dari persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, upah pekerja, jam kerja, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Mulai dari persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, dugaan upah di bawah UMK, hingga jam kerja yang mencapai 12 jam. Ironisnya, masih ada dugaan pekerja yang belum didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Roziq

Roziq menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan.

“Pengawasan harus lebih ketat agar hak-hak pekerja serta kewajiban perusahaan terhadap lingkungan dan regulasi dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Menurutnya, pembiaran terhadap pelanggaran tersebut akan menjadi preseden buruk. Negara harus hadir melindungi pekerja dan lingkungan, bukan tunduk pada kepentingan pengusaha yang mengabaikan aturan.

Roziq meminta Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPJS Ketenagakerjaan segera melakukan sidak dan penindakan hukum bagi perusahaan yang terbukti melanggar.

“Sinergi, Peduli, dan Berjuang untuk Masyarakat. Itu harus jadi prinsip pemerintah dalam menindak perusahaan nakal,” pungkas Roziq

Redaksi

KADER PKK DESA CIBODAS TANARA IKUT PELATIHAN PEMBUATAN KUE & ROTI ISI KEKINIAN

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM– Pemerintah Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang menggelar Pelatihan Pembuatan Kue dan Roti Isi Kekinian* untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi masyarakat, khususnya para kader PKK.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Tanara Bapak H. Sadiran beserta staf Bapak Mohamad Agus*, Kepala Desa Cibodas beserta seluruh staf, dan seluruh kader dari Desa Cibodas.

DIBAGI MENJADI 2 TEMPAT
Agar pelatihan berjalan efektif, acara dibagi menjadi 2 lokasi:

  1. Aula Kantor Desa Cibodas : 16 orang peserta
  2. Teras Rumah Bapak Kepala Desa Setempat : 16 orang peserta

Total 32 orang kader mengikuti pelatihan dengan antusias.

NARASUMBER
Materi pelatihan disampaikan langsung oleh Ibu Ika selaku narasumber utama, didampingi Sekdes Cibodas Bapak Safaat.
Para peserta diajarkan teknik membuat berbagai macam kue dan roti isi dengan model kekinian yang bisa menjadi peluang usaha rumahan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat Desa Cibodas agar kader PKK memiliki keterampilan tambahan dan bisa menciptakan lapangan kerja mandiri.

*RED/NADIR

gerak cepat kecamatan Petir Kunjungi Warga desa Cirendeu yang hidup sendiri di rumah tidak layak huni

Serang,Lensabanteninvestigasi.com.-alam kegiatan tersebut, kecamatan Petir didampingi oleh aparatur desa setempat dan perangkat kecamatan berserta RT 10/03 bapak tur tus . Kunjungan ke rumah bapa Armin penghuni rumah yang tidak layak huni yang hidup sendiri.

Pemerintah Kecamatan Petir bersama pemerintah desa terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat

Menurut Camat Petir, program RTLH merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“Pemerintah Kabupaten Serang melalui berbagai program terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui bantuan rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih layak dan nyaman,” tambahnya.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta memastikan program-program bantuan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kecamatan Petir imbuh camat petir”

( Redaksi)

MENYONGSONG PILKADES 2027, AKTIVIS MUDA ABDUL ROZIQ AL MAGHFUR DORONG LAHIRNYA PEMIMPIN DESA YANG JUJUR DAN BERPIHAK KEPADA WARGA

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM — Menyambut Pilkades 2027, para aktivis masyarakat mulai menyuarakan pentingnya menghadirkan pemimpin desa yang memiliki integritas. Salah satunya datang dari Aktivis Muda Abdul Roziq Al Maghfur.

Menurutnya, momentum Pilkades harus menjadi titik balik lahirnya pemimpin yang jujur, amanah, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan warga. Bukan sekedar karena popularitas atau politik uang.

“Kami mendorong lahirnya pemimpin desa yang merakyat, transparan dalam mengelola anggaran, dan mengutamakan pelayanan untuk masyarakat. Jangan sampai desa dipimpin oleh orang yang hanya memikirkan kelompoknya saja,” ujar Abdul Roziq Al Maghfur.

DESAKAN AKTIVIS MENJELANG PILKADES 2027

JUJUR & AMANAH
Pemimpin desa harus bersih dari korupsi dan berani terbuka soal pengelolaan dana desa.

BERPIHAK KEPADA WARGA
Program harus menyentuh langsung kebutuhan warga: infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan UMKM.

TOLAK POLITIK UANG
Masyarakat diajak cerdas memilih. Jangan gadaikan 6 tahun kepemimpinan hanya karena bantuan sesaat.

Dorongan ini diharapkan bisa menjadi bahan refleksi bagi calon kepala desa dan juga masyarakat agar lebih selektif dalam menentukan pemimpin di Pilkades 2027 mendatang.

Redaksi