SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM — Menyambut Pilkades 2027, para aktivis masyarakat mulai menyuarakan pentingnya menghadirkan pemimpin desa yang memiliki integritas. Salah satunya datang dari Aktivis Muda Abdul Roziq Al Maghfur.
Menurutnya, momentum Pilkades harus menjadi titik balik lahirnya pemimpin yang jujur, amanah, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan warga. Bukan sekedar karena popularitas atau politik uang.
“Kami mendorong lahirnya pemimpin desa yang merakyat, transparan dalam mengelola anggaran, dan mengutamakan pelayanan untuk masyarakat. Jangan sampai desa dipimpin oleh orang yang hanya memikirkan kelompoknya saja,” ujar Abdul Roziq Al Maghfur.
DESAKAN AKTIVIS MENJELANG PILKADES 2027
JUJUR & AMANAH Pemimpin desa harus bersih dari korupsi dan berani terbuka soal pengelolaan dana desa.
BERPIHAK KEPADA WARGA Program harus menyentuh langsung kebutuhan warga: infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan UMKM.
TOLAK POLITIK UANG Masyarakat diajak cerdas memilih. Jangan gadaikan 6 tahun kepemimpinan hanya karena bantuan sesaat.
Dorongan ini diharapkan bisa menjadi bahan refleksi bagi calon kepala desa dan juga masyarakat agar lebih selektif dalam menentukan pemimpin di Pilkades 2027 mendatang.
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Kegiatan rutin “Jum’at Bersih”dengan tema Gerakan Indonesia Asri kembali dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Kali ini dipusatkan di Desa Cisaat Kp. Cisaat Tengah dan *Desa Curuggoong Kp. Curuggoong.
Kegiatan yang berlangsung secara rutin ini menjadi bukti komitmen Kecamatan Padarincang untuk menjadikan budaya bersih sebagai gaya hidup masyarakat.
UNSUR PIMPINAN TURUN LANGSUNG Hadir dalam kegiatan tersebut:
Agus Saefudin, S.E., M.Si selaku Camat Padarincang
Seluruh unsur bergotong royong membersihkan bahu jalan, selokan, memotong rumput liar, dan mengangkut sampah.
JADIKAN BUDAYA BERSIH Camat Padarincang, Agus Saefudin, S.E., M.Si menegaskan bahwa kegiatan Jum’at Bersih ini akan terus dirutinkan ke depan.
“Ini kedepan sudah menjadi Budaya Bersih Kecamatan Padarincang. Bersih itu sebagian dari iman, Bersih Pangkal Kesehatan dan Bersih itu Indah” tegasnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi warga karena selain menciptakan lingkungan bersih dan sehat, juga mempererat sinergitas antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat.
SERANG.Lensabanteninvestigasi.com.-Rangkaian acara tidak hanya pelantikan, tetapi juga diisi dengan kegiatan sosial dan budaya. Kegiatan tersebut meliputi pemberian santunan kepada anak yatim-piatu , Keceran Cimande, pertunjukan seni Debus khas Banten, serta pentas silat dari keluarga besar Kesti TTKKDH. Sabtu12/09/2026
Acara ini dihadiri oleh Ketua DPD beserta jajaran, serta para Ketua DPW, DPD, dan DPC dari berbagai wilayah. Kehadiran para undangan menambah semarak dan khidmatnya acara.
Dalam sambutannya, Khaerudin selaku Ketua DPC yang baru dilantik mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua dan anggota dari masing-masing padepokan Kesti TTKKDH atas dukungan dan kehadirannya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Desa Suheli,S.Kom.I., M.M., jajaran Muspika Kecamatan Pabuaran, para pengusaha yang tidak dapat disebutkan satu persatu, serta segenap lapisan masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan, dan kontribusi berupa materi, sehingga acara dapat berlangsung hingga selesai dengan aman dan kondusif.
Redaksi
Dalam sambutannya, Kepala Desa Suheli, S.Kom.I., M.M. juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Pemerintah Desa Sindangheula mendukung penuh kegiatan Kesti TTKKDH di wilayahnya, khususnya dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya. Seni budaya adalah kebanggaan bangsa yang mengandung nilai kekeluargaan dan persatuan NKRI. Melalui budaya, diharapkan dapat mendorong kemajuan di segala bidang, terutama dalam peningkatan Sumber Daya Manusia. Pada kesempatan tersebut, Khaerudin menyampaikan harapannya: ”Dengan dilantiknya saya sebagai Ketua DPC kesti TTKKDH Kecamatan Pabuaran, semoga seni dan budaya Banten melalui kesti TTKKDH dapat terus berkembang dan semakin maju. Saya mohon doa restu dari semua yang hadir, para guru, para senior, dan para pinisepuh. Tanpa dukungan dan doa dari seluruh jajaran, saya bukanlah siapa-siapa. Saya juga memohon kritik, saran, koreksi, dan bimbingan. Apabila selama saya menjabat sebagai Ketua DPC terdapat sikap dan perilaku saya yang tidak sesuai dengan AD/ART serta melanggar ketentuan hukum, saya mohon untuk diingatkan.” redaksi
Tangerang,Lensabanteninvestigasi.com.-Acara serah terima pekerjaan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus bagian dari program Peningkatan Kualitas Pemukiman rumah tidak layak huni Tangerang 12/9/2026 Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Sepatan, Kepala Desa Sarakan, Ketua Koordinator RTLH Kecamatan Sepatan, perwakilan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Tangerang, serta warga penerima manfaat. Diketahui, untuk tahun ini Kecamatan Sepatan mendapat kuota sebanyak 35 unit rumah yang direhabilitasi. Dan rangkaian pekerjaan dilaksanakan secara bertahap sejak Juni hingga Agustus 2025. Adapun lingkup pekerjaannya meliputi - Perbaikan atap, dinding, lantai, dan ventilasi - Pembangunan serta pembenahan sanitasi dan fasilitas MCK - Penanganan kawasan permukiman kumuh di wilayah Desa Sarakan - Seluruh pengerjaan dilakukan secara swakelola, dengan melibatkan warga secara langsung dalam proses pembangunannya. Ketua Koordinator RTLH Kecamatan Sepatan, Zakaria Ansor, menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas kelancaran pelaksanaan program tersebut. ” Alhamdulillah, pelaksanaan program RTLH di Desa Sarakan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Perlu kami sampaikan, seluruh Keluarga Penerima Manfaat yang menerima bantuan ini telah dipilih melalui proses verifikasi dan survei kelayakan secara ketat, serta sepenuhnya sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku. Tidak ada penunjukan secara sembarangan, semoga ini membawa manfaat nyata bagi warga.” ujar Zakaria.
Ketua Kordinator RTLH Kecamatan Sepatan Bersama Tim Dinas Perkim Ketua Kordinator RTLH Kecamatan Sepatan Bersama Tim Dinas Perkim
Sementara itu, Camat Sepatan, Aan Ansori, S.IP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program tersebut. ” Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya program ini. Rehabilitasi rumah tidak layak huni bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan memperbaiki kualitas hidup, kesejahteraan, dan masa depan warga kita. Semoga dengan rumah yang layak, warga bisa lebih sehat, lebih tenang, dan lebih produktif. Kami harap sinergi antara pemerintah kabupaten, desa, dan masyarakat terus terjaga agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas lagi.” ungkap Camat Aan Ansori. Kepala Desa Sarakan, Halimi, juga turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya. Ia menjelaskan bahwa kehadiran program ini sangat membantu pihak desa yang selama ini memiliki keterbatasan anggaran. ”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas program ini. Selama ini banyak warga kami yang menempati rumah tidak layak huni, sementara anggaran desa tidak mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga. Dengan adanya program RTLH ini, warga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi kurang baik kini sudah memiliki hunian yang layak, aman, dan sehat. Ini benar-benar meringankan beban kami dan mengubah harapan warga menjadi kenyataan,” kata Halimi. Pada kesempatan tersebut, penyerahan secara simbolis berupa penyerahan kunci dilakukan oleh Camat Sepatan, Ketua Koordinator RTLH, serta tim Dinas Perkim kepada perwakilan Keluarga Penerima Manfaat. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan syukuran bersama melalui pemotongan nasi tumpeng, sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan seluruh warga.
KOTA SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Puncak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lingkungan Kali Wadas RW 06, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten berlangsung meriah. Tradisi turun-temurun “Ngeropok”yakni pembagian berkat dan bingkisan dari ornamen Panjang Mulud kembali menjadi magnet warga.
di lapangan pada Minggu, 13 September 2026, terlihat antusiasme tinggi dari anak-anak hingga orang dewasa saat momen Ngeropok dimulai.
ARAKAN SHALAWAT HINGGA PEMBAGIAN BERKAT Sebelum prosesi Ngeropok, ornamen Panjang Mulud yang dibuat secara swadaya oleh warga dijemput dari rumah ke rumah. Kemudian diarak keliling kampung dengan iringan shalawat dan tabuhan marawis.
Setibanya di masjid dan setelah didoakan bersama, barang-barang dalam ornamen Panjang Mulud tersebut dikemas untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat dalam momen puncak Ngeropok.
RATUSAN BINGKISAN UNTUK WARGA Tradisi Ngeropok menjadi momen yang paling dinantikan warga. Tahun ini antusiasme terlihat dari terkumpulnya ratusan bingkisan Panjang Mulud yang isinya beragam, mulai dari sembako, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga uang tunai.
Melalui Tradisi Ngeropok, barang-barang ini didistribusikan untuk warga setempat maupun warga pendatang yang ingin ikut Ngeropok.
Tradisi ini bukan hanya sekadar berbagi, tapi juga wujud syukur, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat Lopang dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Serang,Lensabanteninvestigasi.com.- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Irjen Pol Hengki, S.I.K., M.H., beserta staf dan jajaran menyampaikan ucapan Selamat Memperingati Hari Ulang Tahun Korps Hiu Kencana (Kapal Selam TNI AL) yang diperingati setiap 12 September. Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghargai dedikasi prajurit Hiu Kencana dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia.
Korps Hiu Kencana memiliki sejarah panjang dalam pengabdian menjaga kepentingan pertahanan maritim Indonesia. Satuan Kapal Selam TNI AL secara resmi berdiri pada 12 September 1959 dan hingga kini terus menjadi bagian penting dalam kekuatan pertahanan laut Indonesia, dengan semangat “Tabah Sampai Akhir”.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh prajurit Korps Hiu Kencana atas dedikasi, keberanian, profesionalisme, serta pengabdian yang telah diberikan bagi bangsa dan negara.
“Atas nama Polda Banten beserta seluruh staf dan jajaran, kami mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Korps Hiu Kencana. Semoga semangat ‘Tabah Sampai Akhir’ senantiasa menjadi inspirasi dalam menjaga kehormatan, kedaulatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kapolda Banten.
Menurutnya, semangat pengabdian Korps Hiu Kencana juga menjadi teladan bagi seluruh insan Polri untuk terus bekerja dengan penuh integritas, disiplin dan keberanian dalam memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sinergitas TNI-Polri merupakan kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. Kami berharap soliditas dan kebersamaan yang telah terjalin dapat terus diperkuat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan yang semakin dinamis,” tutur Irjen Pol Hengki.
Polda Banten turut mendoakan agar seluruh prajurit Korps Hiu Kencana senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan dan keberhasilan dalam setiap pelaksanaan tugas. **Selamat Hari Ulang Tahun Korps Hiu Kencana, teruslah mengabdi dengan semangat Tabah Sampai Akhir demi Merah Putih dan NKRI. (Bidhumas).
Serang, LENSABANTENINVESTIGASI.COM — Pemimpin Redaksi (Pimred) Lensa Banten Investigasi, M. Haris, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 kepada Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. M. Haris turut mengapresiasi perjalanan dan pembangunan Desa Sindangheula selama 47 tahun. Ia berharap momentum HUT ke-47 dapat menjadi semangat bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk terus meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada warga.
“Selamat HUT ke-47 Desa Sindangheula. Semoga semakin maju, berkembang, masyarakatnya semakin sejahtera, serta terus menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam membangun desa,” ujar Haris.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai elemen dapat terus terjalin demi mewujudkan Desa Sindangheula yang lebih maju dan bahagia bagi seluruh warganya. Selamat HUT ke-47 Desa Sindangheula. Maju Desanya, Bahagia Warganya.
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP PGRI Ciruas yang menelan dana APBN 2026 sebesar Rp1.112.736.000 disinyalir dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, juklak juknis, dan mengabaikan keselamatan kerja.
Proyek berlokasi di Jl. Ciptayasa Pontang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) selama 120 hari kerja.
HASIL INVESTIGASI AWAK MEDIA – 11 SEPTEMBER 2026 Awak media menemukan sederet kejanggalan di lapangan:
BESI BERKURANG UKURANNYA. Besi tulangan yang seharusnya ukuran 12mm saat diukur hanya 9,0mm. Besi ring 8mm saat diukur hanya 6,6mm. Ini berpotensi mengurangi kekuatan struktur bangunan.
SEMEN TIDAK SESUAI HARGA SATUAN Menggunakan semen merk “BEST” ukuran 40kg. Diduga tidak sesuai dengan harga satuan dalam RAB.
K3 DIABAIKAN* Para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri. Kotak P3K tidak terlihat di lokasi.
PAPAN PROYEK TIDAK LAYAK Papan informasi proyek hanya dipaku di pohon, bukan dipasang permanen.
MINIM PENGAWASAN Pengawasan dari pihak P2SP dan konsultan pengawas minim.
HASIL KONFIRMASI Maman selaku Ketua Pelaksana P2SP sekaligus suami Kepsek membenarkan: “Saya ketua pelaksana revitalisasi. Terkait besi ada dua ukuran 10mm dan 8mm buat cincin kang. Semen emang benar menggunakan merk BEST dan sesuai menurut konsultan. APD emang sudah dipersiapkan tapi pekerja beralasan panas, gerah dan lecet kang.”
Nia Kurnia,S.Pd selaku Kepala Sekolah sekaligus Penanggung Jawab juga menyatakan: “Untuk belanja keperluan material saya yang beli pak atas arahan konsultan. Besi emang benar pakai 10mm dan 8mm, dan semen gunakan merk BEST ukuran 40kg dengan harga Rp. 42 ribu atas arahan konsultan juga dan semua sudah sesuai semua pak dan saat belanja material didampingi pak Unang selaku mandor,dalihnya
Catatan: Dalam konfirmasi dan WA awal disebut besi 12mm dan 8mm. Namun di lapangan dan saat konfirmasi disebut 10mm dan 8mm.
BAHAYA JIKA DIPAKSAKAN Pengurangan ukuran besi dari 12mm ke 9-10mm dan ring 8mm ke 6,6mm sangat berisiko. Struktur bangunan sekolah bisa tidak kuat menahan beban, rawan retak bahkan roboh. Apalagi ini bangunan pendidikan tempat ratusan siswa belajar.
Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak:
Ditjen PAUD Dasmen Kemendikdasmen segera turun audit teknis dan uji laboratorium material.
Inspektorat Kabupaten Serang & Kejari Serang periksa penggunaan anggaran Rp1,1 Miliar dan kesesuaian RAB.
P2SP & Konsultan Pengawas bertanggung jawab dan hentikan sementara pekerjaan jika tidak sesuai spek.
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Tangis dan harap masih menjadi keseharian Ibu Entin, warga Kp. Cimaung Kulon RT 09/05 Desa Sukaraja, Kecamatan Cikesal, Kabupaten Serang. Sudah bertahun-tahun ia tinggal di rumah tidak layak huni yang sewaktu-waktu bisa roboh.
Sebagai ibu rumah tangga dengan pekerjaan serabutan dan penghasilan tidak menentu, Ibu Entin hanya bisa pasrah. Untuk makan sehari-hari saja masih kesulitan, apalagi untuk membangun rumah.
RUMAH TIDAK LAYAK HUNI Kondisi rumah Ibu Entin sangat memprihatinkan:
Atap bocor dan ditambal menggunakan terpal
Dinding retak-retak dan sudah lapuk
Tiang rumah disangga pakai balok agar tidak ambruk
Tidak ada kamar mandi dan dapur
Saat musim hujan air masuk dan ruangan tergenang
“Rumah kami hampir rubuh. Tiang-tiang pun disanggah pakai balok sementara pak. Kami sering dihantui rasa ketakutan jika sewaktu-waktu rumah kita rubuh” ujar Imam, keluarga Ibu Entin.
“Buat makan aja kita masih susah pak, jangan kan untuk membangun rumah”ucap warga setempat saat diwawancarai awak media.
SUDAH MELAPOR TAPI NIHIL Menurut Ketua RT Wardi, Ibu Entin sudah puluhan tahun berharap bantuan bedah rumah dari pemerintah desa. Namun hingga kini belum ada realisasi.
Anak Ibu Entin pun berharap ada perhatian dari Kepala Desa Sukaraja, Dinsos, Dinas Perkim Kabupaten Serang, Kecamatan Cikesal* hingga Pemerintah Pusat.
“Kami berharap rumah kami dibangun dan dapat perhatian dari pemerintah. Kami sangat sedih pak, kami tidak punya rumah selain yang kami tempati ini” ujar Ketua RT Wardi.
Kami mendesak:
Pemerintah Desa Sukaraja segera mengajukan Ibu Entin ke program RTLH/Bantuan Bedah Rumah.
Dinas Sosial & Dinas Perkim Kabupaten Serang* segera turun verifikasi dan survei ke lokasi.
*Pemerintah Provinsi Banten dan Pusat jangan tutup mata. Jangan biarkan warga hidup dalam ketakutan.
“Kalau bukan pemerintah yang peduli, lalu siapa lagi?” Rumah layak huni adalah hak dasar setiap warga negara.
Cilegon,Lensabanteninvestigasi.com.-isinyalir Teken Surat PHK Relawan SPPG, Kepala Sekolah Negeri di Cilegon Disorot azqa20 September 12, 2026 0 Diduga Teken Surat PHK Relawan SPPG, Kepala Sekolah Negeri di Cilegon Disorot
Pemutusan hubungan kerja terhadap seorang relawan pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cilegon Bendungan menuai polemik. Surat pemberhentian terhadap relawan bernama Soni Adiputra itu diduga ditandatangani seorang aparatur sipil negara yang menjabat sebagai kepala sekolah negeri di Kota Cilegon.
Dokumen yang diterima redaksi menunjukkan surat bernomor 01/SPHK/IX/2026 tertanggal 4 September 2026. Surat tersebut diterbitkan Yayasan Putra Arya Alfarez dan menyatakan Soni diberhentikan dari Divisi Pencucian Ompreng terhitung sejak tanggal surat diterbitkan. Alasan pemberhentian disebut berdasarkan kebijakan dan pertimbangan yayasan.
Pada bagian akhir surat tercantum inisial “YK” dan stempel yayasan. Namun, surat itu tidak mencantumkan jabatan YK dalam struktur organisasi yayasan.
Soni mempersoalkan pemberhentian tersebut. Ia mengatakan baru kembali bekerja setelah menjalani izin sakit selama sepekan dan memiliki surat keterangan. Saat kembali, ia justru menerima pemberitahuan pemberhentian dari bagian administrasi.
“Yang mecat itu Bu YK, Bu YK itu mitra dari SPPG,” kata Soni kepada wartawan, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Soni, sosok yang disebut sebagai kepala mitra SPPG Cilegon Bendungan, Ato, diduga menggunakan Yayasan Putra Arya Alfarez milik rekannya untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan YK merupakan kepala salah satu SMP negeri di Kota Cilegon dan berstatus PNS di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai posisi YK dalam pengelolaan yayasan dan SPPG. Belum jelas apakah YK tercatat sebagai pengurus yayasan atau memiliki kewenangan lain sehingga dapat menandatangani surat pemberhentian relawan.
Keterlibatan ASN dalam aktivitas yayasan swasta juga menjadi sorotan karena berkaitan dengan ketentuan disiplin pegawai negeri. Namun, dugaan pelanggaran disiplin maupun konflik kepentingan dalam perkara ini masih perlu dibuktikan berdasarkan status dan peran YK secara resmi dalam yayasan serta hubungan kelembagaannya dengan SPPG.
Ketua Ormas PPPK-RI Bela Negara Mada II Kota Cilegon, H. Suwarni, meminta pemerintah daerah tidak mengabaikan persoalan tersebut. Menurut dia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon perlu menjelaskan posisi YK kepada publik.
“Jika benar adanya keterlibatan oknum ASN dalam SPPG harus ditindaklanjuti, terutama Dinas Pendidikan Kota Cilegon agar memberikan klarifikasi kepada publik secara terbuka,” ujar Suwarni.
Hingga berita ini ditulis, konfirmasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon serta Yayasan Putra Arya Alfarez masih diupayakan. Penjelasan dari kedua pihak diperlukan untuk memastikan status YK dalam yayasan, kewenangan penandatanganan surat pemberhentian, serta mekanisme pemberhentian relawan SPPG tersebut. (Red)