MAHASISWA UNSERA TURUN DESA, GELAR KKM 2026 DI KOTA DAN KABUPATEN SERANG, SOROTI TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PELAMUNAN

Serang,LensaBantenInvestigasi.com – Semangat pengabdian mahasiswa kembali diwujudkan. LPPM Universitas Serang Raya / UNSERA secara resmi melepas ratusan mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Mahasiswa / KKM 2026 Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan pelepasan sekaligus pembukaan program KKM tingkat desa berlangsung di Aula Kantor Desa Pelamunan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Acara tersebut dihadiri oleh warga masyarakat Desa Pelamunan, perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan / DPL, serta perwakilan mahasiswa peserta KKM.

Fokus Program: Pemberdayaan dan Lingkungan Berkelanjutan*
KKM UNSERA 2026 mengusung tema _”Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Penguatan Pendidikan, Ekonomi, dan Lingkungan Berkelanjutan dengan Teknologi Tepat Guna”

Ratusan mahasiswa UNSERA akan disebar di berbagai desa di wilayah Kota Serang dan Kabupaten Serang selama kurang lebih 1 bulan. Salah satu desa lokasi KKM adalah Desa Pelamunan yang pada tahap awal kegiatan langsung mengangkat isu strategis, yaitu pengelolaan sampah.

Edukasi Sampah Bersama DLH Kabupaten Serang
Sebagai materi utama pada kegiatan di Desa Pelamunan, mahasiswa menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup / DLH Kabupaten Serang* untuk memberikan penyuluhan kepada warga.

Dalam pemaparannya, narasumber DLH menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Beberapa dampak negatif yang disoroti apabila sampah tidak dikelola dengan baik, yaitu:

  1. Pencemaran lingkungan pada tanah, air, dan udara
  2. Mengganggu keindahan dan kenyamanan lingkungan desa
  3. Menimbulkan penyakit seperti diare, DBD, gatal-gatal, dan ISPA

Warga juga diberikan praktik langsung tentang cara memilah sampah. Jenis sampah yang wajib dipilah sejak dari rumah di antaranya: sampah plastik, kertas, besi/logam, dan sampah organik. Pemilahan ini bertujuan agar sampah bernilai ekonomis dapat didaur ulang, sementara sampah organik bisa diolah menjadi kompos.

“Jika dari rumah sudah terbiasa memilah, maka pekerjaan di tingkat desa dan TPA akan jauh lebih ringan. Ini investasi untuk kesehatan dan lingkungan anak cucu kita,” pesan narasumber DLH.

Apresiasi dan Kehadiran Perangkat Desa Yuli selaku Kasi pemerintahan desa
Kepala Desa Pelamunan H.HIKMATULLAH.SE berhalangan hadir karena sedang bertakziah atas meninggalnya salah satu warga.

Meski demikian, kegiatan tetap berjalan lancar dengan diwakili oleh staf desa. Pihak desa mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNSERA yang langsung menyentuh persoalan nyata di masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul. Warga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di KKM saja, tetapi bisa dilanjutkan menjadi program rutin desa.

Harapan #UNSERA BERDAMPAK
Melalui KKM 2026, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani ilmu kampus dengan kebutuhan masyarakat. Selain isu lingkungan, mahasiswa juga akan menjalankan program di bidang pendidikan dan ekonomi UMKM berbasis potensi lokal.

Dengan semangat #UNSERA BERDAMPAK, LPPM UNSERA menargetkan setiap kelompok KKM meninggalkan minimal 1 program unggulan yang bisa dilanjutkan secara mandiri oleh warga setelah mahasiswa selesai masa pengabdian.

“KKM bukan hanya kegiatan akademik. Ini adalah bentuk kepedulian nyata kampus untuk Banten. Kami berharap kehadiran mahasiswa membawa solusi dan energi baru bagi desa,” ujar salah satu DPL.

Reporter: NADIR | Lensa Banten Investigasi_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *