Kisah Pilu Ibu Rohmah, Puluhan Tahun Hidup dalam Keterbatasan, Kini Tinggal di Saung Manaqib


SERANG, LensaBantenInvestigasi.com — Kisah pilu dialami Ibu Rohmah, 55 tahun, warga Kampung Katupang Masjid RT 005/RW 001, Desa Cilayang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Di usia yang seharusnya mendapat kehidupan yang lebih layak, ia justru masih harus bertahan dalam kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.


Selama puluhan tahun, Ibu Rohmah menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan. Kondisi rumah yang ditempatinya jauh dari kata layak. Bahkan, saat ini ia disebut hanya menempati sebuah saung yang digunakan untuk kegiatan manaqib.


Ibu Rohmah dikenal sebagai salah satu aktivis Forum Musisi Serang Timur (FMST). Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggalnya, ia tetap berusaha menjalani kehidupan sehari-hari dengan mengandalkan pekerjaan serabutan.


Kondisi tersebut semakin memprihatinkan karena keluarga Ibu Rohmah juga masih menghadapi persoalan tempat tinggal. Anak-anaknya yang masih bersekolah turut menjadi bagian dari perjuangan keluarga untuk bertahan di tengah keterbatasan.
Penghasilan yang tidak menentu harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat kehidupan Ibu Rohmah dan keluarganya semakin sulit.


Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus menjalani kehidupan. Kasih sayang keluarga dan dukungan orang-orang di sekitarnya menjadi kekuatan bagi Ibu Rohmah untuk tetap bertahan.


Kini, kondisi Ibu Rohmah diharapkan mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Cilayang maupun pihak terkait. Bantuan perbaikan atau pembangunan rumah yang lebih layak sangat diharapkan agar dirinya dan keluarganya dapat memiliki tempat tinggal yang aman dan manusiawi.


Kisah Ibu Rohmah menjadi gambaran bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Diharapkan pemerintah maupun masyarakat dapat melihat kondisi tersebut dan memberikan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena memiliki tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan dasar setiap warga.


Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *