HASIL KLARIFIKASI: KONSULTAN PENGAWAS DAN DINAS TANGGAPI DUGAAN KEJANGGALAN REVITALISASI SDN WARUNG DAN SDN SUKACAI 2

Serang,lensabanteninvestigasi.com – Setelah muncul pemberitaan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek Revitalisasi SD Negeri Warung dan SD Negeri Sukacai 2, pihak Konsultan Pengawas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Kedua proyek tersebut menggunakan konsultan pengawas yang sama yaitu Ahmad Nasuhi yang biasa dipanggil Encep.

TEMUAN YANG DISOROT MEDIA
Sebelumnya awak media menemukan sejumlah kejanggalan:


Di SD Warung

  1. Jarak sengkang lebih dari 20 cm
  2. Besi yang diduga tidak sesuai spesifikasi
  3. APD pekerja tidak digunakan

Di SD Sukacai 2

  1. Merk semen Jakarta diduga tidak sesuai spesifikasi
  2. Jarak sengkang ring melebihi 20 cm
  3. Besi yang digunakan tidak sesuai spesifikasi
  4. Papan Informasi Proyek ditempel di tembok

KLARIFIKASI KONSULTAN PENGAWAS: AHMAD NASUHI
Saat dikonfirmasi, Ahmad Nasuhi selaku Konsultan Pengawas di dua lokasi tersebut menjelaskan.

“Terkait besi untuk sengkang kita sudah arahkan untuk memakai mal biar sama ukurannya dan jarak antara 15 cm atau 20 cm. Dan sudah saya sampaikan bilamana lebih dari 20 cm itu salah. Toleransinya kalau itu sudah dicor paling ada nanti ditambah kurang untuk volumenya, dan berdasarkan bukti yang ada bukan asumsi,” ujarnya, (Selasa, 22 Juli 2026).

Terkait ukuran besi, Nasuhi menyebut ada 3 item. “Besi untuk bingkai kita pakai 10 mm, untuk kolom besi 12 mm dan cincin pakai besi 8. Karena yang belanja besi ke material bukan kita yang belanja, tapi saya instruksikan untuk belanja besi sesuai RAB,” jelasnya.

Untuk semen, ia menyebut satuannya kilogram. “Dari dinas juga menyampaikan dari kemarin dan saya juga belum menghitung untuk konversinya. Untuk semen satu DO 200 KG, untuk semen di RAB munculnya 1500 /kg dan nanti saya hitung untuk konversinya,” tambahnya.

Nasuhi juga menegaskan siap melakukan pembongkaran jika hasil pengukuran di lapangan terbukti tidak sesuai. “Untuk memastikan untuk lokasi pengukuran besi dan jarak sengkang di bagian mana nya kang. Bilamana benar posisi yang ditemukan sesuai dugaan nanti kita lakukan pembongkaran dan saya juga menegaskan ke pelaksana P2SP dan nanti datanya kirimkan ke saya,” tegasnya.

KLARIFIKASI DINAS PENDIDIKAN KAB. SERANG
Awak media juga mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Serang dan bertemu “Aliyun Selaku Kasi sarpras bidang kontruksi.

“Terkait pemberitaan 2 lokasi tersebut saya dikirim beritanya dari Kadis pimpinan saya dan kemarin hari Selasa 21 Juli 2026 saya ke lokasi kang. Di lokasi memang terdapat besi diameter 10 mm dan berlabelkan SNI. Ketika menyebutkan banci dan pull itu tidak ada, yang ada itu toleransi. Toleransi itu kan sudah diatur oleh Kementerian PU, karena barang yang beredar di lapangan begitu adanya,” ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.

Aliyun menjelaskan mekanisme proyek ini adalah swakelola. “Ini pihak sekolah karena swakelola. Pihak sekolah yang belanja dan diawasi oleh tenaga ahli bukan dari konsultan pengawas dan ditunjuk dari pihak sekolah. Dinas Pendidikan hanya bisa memantau dan memfasilitasi mulai dari data, surat tugas, sampai keluarnya PKS. Setelah PKS, anggaran itu langsung ke pihak sekolah,” jelasnya.

Terkait jarak sengkang, ia menyebut 15 cm s/d 20 cm. “Untuk cincin 8 mm tapi lihat di foto akang itu 6.9 mm jadi saya bingung kang. Tapi saya lihat besi itu SNI 8 mm. Kalau diukur hasilnya begitu, itu harusnya komplain ke toko materialnya. Kenapa beredar seperti itu, harusnya kita beli besi 12 mm harusnya 12 mm,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran media. “Kita juga terima kasih kepada media, lembaga karena tugas kita terbantukan. Kalau tidak ada mereka kita tidak ada informasi,” pungkasnya.

Reporter: Tim Investigasi | Lensa Banten Investigasi

DARI AKSI KE RUANG SIDANG: AROHMAN ALI, SH, PENGACARA MUDA CIRUAS DENGAN SEMANGAT DEDIKASI TINGGI

Arohman Ali, S.H

Serang,LensaBanteninvestigasi.com— Nama Arohman Ali, S.H. kini mulai diperhitungkan di dunia hukum Banten. Pria kelahiran Ciruas ini dikenal sebagai sosok yang konsisten: dulu aktif sebagai aktivis, kini bersuara lantang di ruang sidang sebagai seorang lawyer.

Perjalanan Arohman bukan perjalanan instan. Semangat memperjuangkan keadilan yang dulu ia gaungkan lewat mimbar aksi, kini ia salurkan lewat pasal, argumentasi, dan pembelaan di pengadilan. Dedikasi tinggi yang ia pupuk sejak muda menjadi bekal utama untuk menggapai cita-cita.

“Menjadi pengacara bukan sekadar profesi. Ini adalah cara saya tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat, hanya dengan cara dan panggung yang berbeda,” ujarnya.

Dengan intelektualitas dan integritas yang ia jaga, Arohman perlahan membangun reputasi sebagai pengacara muda yang handal. Ia dikenal teliti dalam berkas, tajam dalam analisa hukum, dan tetap rendah hati kepada klien. Baginya, hukum harus berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan.

Latar belakangnya sebagai mantan aktivis membuat Arohman memiliki kepekaan sosial yang kuat. Ia tidak hanya menangani perkara, tetapi juga memahami persoalan di balik perkara itu. Hal inilah yang membuat banyak warga Ciruas dan sekitarnya menaruh kepercayaan kepadanya.

Kini, Arohman Ali, S.H. menjadi bukti bahwa idealisme tidak harus padam seiring waktu. Ia membuktikan bahwa anak daerah pun bisa sukses, bisa bersaing, dan bisa membawa nama baik kampung halaman melalui kerja keras dan dedikasi.

Di tengah dinamika hukum yang terus berubah, sosok seperti Arohman menjadi pengingat: bahwa hukum butuh orang-orang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya hati untuk membela.

Penulis: EBY JB. BSC.

SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN DIGELAR DI DESA KEBON RATU LEBAK WANGI

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Pemerintah Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten bersama Puskesmas Lebakwangi menggelar kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Perempuan*. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kebon Ratu dan diikuti dengan antusias oleh warga.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman perempuan dan remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, deteksi dini penyakit, serta penerapan pola hidup sehat.

Dihadiri Kades, Muspika, dan Narasumber Puskesmas
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kebon Ratu, Guruh Tazul Alrasyid. Turut hadir pula unsur Muspika Kecamatan Lebakwangi.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Lebakwangi yaitu *Ibu Hayati Nupus dan Ibu Tati.

Turut hadir dalam kegiatan:

  1. Mahasiswa Universitas Bina Bangsa*lyang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat
  2. Segenap Kader PKK Desa Kebon Ratu
  3. Perangkat Desa dan Tokoh Perempuan Desa Kebon Ratu*

Ibu Hayati Nupus mewakili Puskesmas Lebakwangi menyampaikan materi seputar pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, bahaya anemia pada remaja putri, pentingnya pemeriksaan IVA, serta edukasi tentang gizi seimbang untuk kesehatan reproduksi.

APRESIASI DARI KADER DAN PESERTA
Para peserta sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab. Para kader PKK dan mahasiswa Universitas Bina Bangsa juga ikut membantu dalam memberikan pendampingan dan pembagian leaflet edukasi.

Salah satu kader PKK menyampaikan, “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Banyak ilmu baru yang kami dapat terkait kesehatan reproduksi yang selama ini masih tabu untuk dibicarakan.”

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan perempuan Desa Kebon Ratu yang sehat, cerdas, dan produktif.

Reporter: NADIR | Lensa Banten Investigasi

MUSDES PENYUSUNAN RKP-DESA 2027 DAN DU-RKP 2028 DI DESA SUKANEGARA BERLANGSUNG KHIDMAT

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Pemerintah Desa Sukanegara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten menggelar Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa / RKP-Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP-Desa / DU-RKP Tahun 2028. Kegiatan berlangsung dengan dihadiri berbagai unsur di balai desa setempat.

Musyawarah ini merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan desa untuk 2 tahun ke depan. Tujuannya untuk menjaring aspirasi masyarakat agar program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan warga.

Dihadiri Unsur Muspika dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh unsur Muspika Kecamatan Pontang, di antaranya:

  1. Sekcam Pontang
  2. Kasi PMD Bapak Jaenudin
  3. Kasi Pemerintahan Bapak Suryadi
  4. Ibu ADE dari Ex Bank
  5. Staf Trantib Kecamatan Pontang

Hadir pula Kepala Desa Sukanegara beserta seluruh jajaran perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Ketua RT dan RW.

Turut hadir pula unsur masyarakat dan kelembagaan desa seperti Tokoh Masyarakat, Ibu Bidan Desa, Ketua PKK, Karang Taruna, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Fokus Pada Aspirasi dan Prioritas Pembangunan
Dalam musyawarah, setiap unsur diberikan ruang untuk menyampaikan usulan program. Mulai dari bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga ketahanan pangan.

Kepala Desa Sukanegara dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan RKP-Desa harus partisipatif dan transparan.
“Semua usulan dari RT, RW, PKK, Karang Taruna dan tokoh masyarakat akan kami tampung. Mari kita susun program yang realistis dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kecamatan Pontang mengapresiasi antusiasme warga Sukanegara. Pihak kecamatan berharap RKP-Desa yang disusun bisa selaras dengan program pemerintah kabupaten dan provinsi.

Hasil dari Musdes ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan APBDes Tahun 2027 dan usulan ke tingkat kecamatan serta kabupaten untuk tahun 2028.

Reporter: NADIR | Lensa Banten Investigasi

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa KKM Kelompok 38 Desa Mekar Baru Gelar Pelatihan Kapasitas Usaha dan Sertifikasi Halal

Serang.Lensabanteninvestigasi.com.- Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan mutu produk lokal, Kelompok 38 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Mekar Baru kecamatan Petir – kabupaten Serang menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha dan Sertifikasi Halal” bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Kegiatann ini berlangsung secara interaktif di Balai/Rumah DATAKU Desa Mekar Baru pada Selasa (21/7/2026), dan dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan pelaku UMKM lokal yang antusias mengikuti setiap sesi materi.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pelaku usaha mengenai strategi pengembangan bisnis lokal, manajemen daya saing produk, serta tata cara dan pentingnya kepemilikan sertifikasi halal. Dalam era persaingan pasar yang semakin ketat, legaliasi halal dan peningkatan kapasitas usaha menjadi kunci utama agar produk UMKM Desa Mekar Baru dapat menembus pasar yang lebih luas serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ketua Kelompok 38 KKM Desa Mekar Baru Bagus Maulana Ramadhan menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pemberdayaan ekonomi.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM di Desa Mekar Baru tidak hanya mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, tetapi juga memiliki legalitas Sertifikasi Halal yang sah. Hal ini penting agar produk lokal kita punya daya saing tinggi dan siap bersaing di pasar modern,” ujar Ketua Kelompok 38 KKM.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Desa Mekar Baru menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dibawakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 38. Program ini dinilai sangat relevan dan memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan warga desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin erat demi mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Mekar Baru.

Redaksi: kaperwil Banten buhari

Cegah kenakalan TRemaja Kepolsek Pamarayan Sosialisasi di SMAN 1 Bandung

PAMARAYAN,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Kapolsek Pamarayan AKP Yusuf Ependi menggelar sosialisasi pencegahan kenakalan remaja kepada ratusan pelajar SMAN 1 Bandung, Kabupaten Serang, Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMAN 1 Bandung Ade Tubagus Santai, wakil kepala sekolah, dewan guru, staf sekolah, siswa-siswi, serta personel Bhabinkamtibmas Polsek Pamarayan.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid SMAN 1 Bandung itu mengangkat materi tentang bahaya tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi dilakukan sebagai upaya membentengi pelajar dari berbagai bentuk kenakalan remaja yang belakangan menjadi perhatian bersama.

Dalam pemaparannya, Yusuf Ependi mengatakan aksi tawuran dan penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Menurutnya, pelajar harus mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan.

“Pendidikan bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter, integritas, kemandirian, tanggung jawab, dan daya saing. Itulah bekal utama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Kapolsek.

Kapolsek juga mengingatkan bahwa kewajiban utama seorang pelajar adalah belajar dengan tekun dan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh siswa menjadi pribadi yang aktif, disiplin, jujur, serta bekerja keras agar mampu menguasai ilmu pengetahuan dan menggapai cita-cita.

Menurut Yusuf Ependi, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter sekaligus masa yang penuh tantangan. Pengaruh lingkungan, tekanan pergaulan, hingga minimnya pengawasan keluarga dapat mendorong remaja terjerumus dalam perilaku menyimpang seperti tawuran, geng motor, maupun penyalahgunaan narkoba.

“Kenakalan remaja tidak terjadi begitu saja. Ada faktor keluarga, lingkungan pergaulan, media sosial, kurangnya edukasi, hingga lemahnya pengawasan yang saling berkaitan. Karena itu, semua pihak harus berperan dalam pencegahannya,” jelas Kapolsek.

Yusuf Ependi juga mengajak para pelajar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda sehingga mereka harus tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak, dan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum.

Kepala SMAN 1 Bandung, Ade Tubagus Santai, menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek Pamarayan beserta jajaran yang telah meluangkan waktu memberikan pembinaan kepada para siswa. Menurutnya, edukasi dari kepolisian sangat penting untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya kenakalan remaja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Pamarayan beserta jajaran yang telah hadir dan memberikan arahan kepada siswa-siswi SMAN 1 Bandung. Kami berharap materi yang disampaikan menjadi bekal bagi para pelajar agar terhindar dari tawuran, narkoba, dan berbagai bentuk kenakalan remaja,” kata Ade Tubagus Santai.

Redaksi: kaperwil Banten: Buhari

PROYEK RP.848 JUTA REVITALISASI SD SUKACAI 2 DIDUGA TIDAK SESUAI SPESIFIKASI DAN SOP

Serang,lensabanteninvestigasi.com – Proyek Revitalisasi *SD Negeri Sukacai 2 di Desa Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP)

Proyek yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp848.572.992,00 dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender ini dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan / P2SP, sesuai papan informasi publik / PIP yang terpasang di lokasi.

“TEMUAN FAKTA DI LAPANGAN”
Hasil pantauan awak media Lensa Banten Investigasi.com ,pada Senin, 20 Juli 2026 di lokasi proyek menemukan sejumlah kejanggalan:

  1. Diduga Oprek Ukuran Besi*
    Saat dilakukan pengukuran langsung menggunakan jangka sorong / sigmat, besi yang seharusnya berdiameter 12mm hanya terukur 10,3mm. Sementara besi untuk cincin/ring 8mm hanya 6,9mm. Kondisi ini jelas tidak sesuai spesifikasi dalam RAB.
  1. Semen Diduga Tak Sesuai HPS
    Di lokasi ditemukan penggunaan semen merk Jakarta 40kg yang diduga tidak sesuai dengan harga satuan dalam RAB proyek.
  1. HOK Pekerja Diduga Tak Sesuai RAB
    Upah pekerja harian disebut tidak sesuai ketentuan. Berdasarkan konfirmasi, upah tukang dibayar standar dan kenek sebesar Rp120 ribu per hari.
  2. PIP Ditembok, Transparansi Minim
    Papan Informasi Publik / PIP tidak dipasang di tempat terbuka menggunakan kaso atau papan. Justru ditempel di tembok. Hal ini diduga untuk menutup akses informasi dari pengawasan publik.
  1. Pengawasan Lemah
    Peran P2SP dan Konsultan Pengawas dinilai minim. Proyek terkesan berjalan tanpa kendali mutu yang jelas.

KONFIRMASI P2SP: “TERGANTUNG KONSULTAN”
Saat dikonfirmasi, Hudori selaku pelaksana P2SP* membenarkan pekerjaan baru berjalan 2 minggu dengan jumlah pekerja 10 orang.

“Untuk pembesian kita ada dua item ukuran 12mm dan 8 mm untuk cincin. Untuk keseluruhan dua item besi tersebut, kita panitia bagaimana menurut konsultan pengawas kang. Rehab total itu untuk ruang guru. Untuk semen itu di RAB kita tidak tahu, yang penting SNI,” ujarnya.

Saat hasil pengukuran besi 10,3mm dan 6,9mm ditunjukkan kepada Hudori, ia berdalih. “Kalau itu kan spek langsung dari material kang, masa iya material bohongi kita,” dalihnya.

“Kami selaku kontrol sosial mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Inspektorat, dan APH untuk segera melakukan audit dan sidak ke lokasi. Jangan sampai dana APBN habis, tapi mutu bangunan tidak sesuai,” ujar warga.

Awak media juga mencoba konfirmasi via WhatsApp kepada Nasuhi. Ia menjawab, “Untuk 2 hari ini saya belum bisa pak karena masih menyiapkan dokumen pelaporan ke fasil pusat”.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Konsultan Pengawas belum memberikan keterangan resmi.

Reporter: Tim Investigasi | Lensa Banten Investigasi

SMPN 1 WARINGINKURUNG KAB. SERANG SUKSES GELAR MPLS TAHUN AJARAN 2026/2027

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – SMP Negeri 1 Waringinkurung, Kabupaten Serang,telah selesai melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah / MPLS untuk Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta didik baru.

Kegiatan MPLS ini menjadi gerbang awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya, dan tata tertib sebelum memulai pembelajaran.

Jumlah Siswa dan Rombel Meningkat
Dalam keterangannya, Kepala SMPN 1 Waringinkurung, Rusli Nasution, http://S.Pd., M.M menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMPN 1 Waringinkurung sangat tinggi.

“Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, jumlah siswa putra dan putri keseluruhan berjumlah 760 orang,” jelas Rusli Nasution.

Ia merinci pembagian rombongan belajar / rombel:
Kelas 7: 8 Rombel
Kelas 8: 8 Rombel
Kelas 9: 8 Rombel

Didukung 33 Guru dan 21 Ruang Kelas
Untuk menunjang proses belajar mengajar, SMPN 1 Waringinkurung didukung oleh 33 orang tenaga guru dan memiliki 21 ruang kelas.

“Kondisi ruang kelas kami terdiri dari kategori Baik, Rusak Ringan, dan Rusak Berat. Kami terus berupaya mengajukan ke Dinas Pendidikan agar fasilitas bisa terus ditingkatkan demi kenyamanan siswa,” tambahnya.

KEPALA SMPN.1 WARINGIN KURUNG RUSLI NASUTION,SPd,MM

Rusli Nasution berharap dengan selesainya MPLS, seluruh siswa baru dapat segera beradaptasi, berprestasi, dan menjunjung tinggi nama baik SMPN 1 Waringinkurung.

“Selamat datang anak-anak hebat. Mari bersama kita wujudkan sekolah yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Reporter: Hapni | Lensa Banten Investigasi

SISWI SD NEGERI KESAUD LOLOS OSNP TINGKAT PROVINSI, KEPSEK SUNARSO: BERHARAP MASUK NASIONAL

Serang, 20 Juli 2026.Lensabanteninvestigasi.com. — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SD Negeri Kesaud. Salah satu siswinya, Amanda Putri Azahra, berhasil lolos dan mewakili sekolah dalam Olimpiade Siswa Nasional SD – OSNP tingkat Provinsi Banten tahun 2026.

Lomba OSNP tahun ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara live, sehingga peserta dari berbagai daerah dapat mengikuti kompetisi dengan tetap menjaga sportivitas dan integritas.

Amanda yang merupakan siswi berbakat bidang Ilmu Pengetahuan Alam, akan bersaing dengan perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Keikutsertaannya menjadi bukti nyata pembinaan akademik yang dilakukan pihak sekolah selama ini.

Kepala SD Negeri Kesaud, Sunarso, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, tahun ini ada siswa kami yang lolos ke OSNP tingkat provinsi bidang IPA. Ini hasil kerja keras anak, guru pembimbing, dan dukungan orang tua. Harapan kami, Amanda bisa menjadi kontestan terbaik dan mengharumkan nama sekolah hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.

OSNP merupakan ajang bergengsi untuk menjaring siswa SD berprestasi di bidang Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Lolos ke tingkat provinsi menjadi langkah awal bagi Amanda untuk melaju ke babak nasional.

Pihak sekolah berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah dapat memotivasi Amanda agar tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Kota Serang.

Patroli Malam Polsek Puloampel, Perkuat Rasa Aman dan Ciptakan Situasi Kondusif di Tengah Masyarakat

Cilegon.Lensabanteninvestigasi.com. – Dalam rangka pencegahan street crime dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban serta memberikan rasa aman dan nyaman di masyarakat, salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh Personil Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan kegiatan patroli blue light malam hari hingga menjelang pagi, minggu (19/07/2026).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga melalui Kapolsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten IPTU Jonathan Mampetua Sirait mengungkapkan bahwa dengan menggiatkan patroli blue light sebagai wujud nyata Polri khususnya Polsek Puloampel dalam memelihara Kamtibmas guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Patroli blue light yang dimaksudkan yaitu kegiatan patroli rutin Kepolisian yang dilakukan pada malam hari dengan rute acak menggunakan sarana mobil patroli dinas dan menyalakan sorot lampu rotator khas Kepolisian yang berwana biru,” ungkapnya.

“Dengan keberadaan petugas Polri yang melaksanakan patroli tersebut diharapkan mampu memberikan dampak pada situasi Kamtibmas, di antaranya dapat mengurungkan niat para pelaku kejahatan,” tambahnya,

“Adanya patroli secara rutin dapat mencegah dan meminimalisir terjadinya gangguan, sehingga masyarakat dapat beraktifitas dan beristirahat dengan tenang karena merasa aman dan nyaman,” tutup Kapolsek.