Cilegon, 19 Juli 2026.Lensabanteninvestigasi.com. — Guna menjamin keamanan Markas Komando (Mako) serta memastikan kesiapan menghadapi segala kemungkinan gangguan, jajaran piket siaga Polsek Puloampel melaksanakan kegiatan Sistem Pengamanan Markas (Sispam) secara ketat dan terjadwal pada hari minggu (19/07/2026).
Petugas piket melaksanakan pengawasan menyeluruh, mulai dari pemeriksaan akses keluar-masuk lingkungan Mako, pemantauan area sekitar, hingga pengecekan kelengkapan peralatan keamanan dan komunikasi. Kegiatan ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi ancaman maupun gangguan yang datang dari luar, sekaligus memastikan Mako tetap aman, terkendali, dan siap merespons situasi apa pun kapan saja.
Kapolsek Puloampel, IPTU Jonathan Mampetua Sirait, menegaskan bahwa pengamanan markas merupakan hal yang sangat mendasar dan wajib dilaksanakan secara disiplin. “Sispam adalah bagian dari standar operasional untuk menjamin keamanan internal dan kesiapan operasional. Setiap petugas piket harus selalu waspada, teliti, dan siap bertindak jika diperlukan, agar keamanan Mako tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, menambahkan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci keberhasilan tugas kepolisian. “Pengamanan markas yang baik menjadi fondasi bagi kinerja seluruh personel di lapangan. Kami terus menekankan kedisiplinan dalam setiap pengawasan dan penjagaan, agar keamanan terjamin dan tugas pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lancar,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Cilegon.Lensabanteninvrstigasi.com.– Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, personel Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Majid Al iqro Desa Binanya Kecamatan puloampel Kabupaten Serang. Minggu (19/07/26)
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga melalui Kapolsek puloampel Polres Cilegon Polda Banten IPTU Jonatan Mampetua Sirait Kegiatan yang dipimpin oleh personel Polsek Puloampel tersebut diawali dengan pelaksanaan salat subuh berjamaah bersama warga setempat. Setelah pelaksanaan ibadah, anggota Polsek Puloampel menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada jamaah agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, serta memperkuat kerukunan dan kebersamaan antarwarga.
Kapolsek Puloampel menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Keliling merupakan salah satu upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menyerap informasi dan aspirasi secara langsung dari warga. “Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami berharap terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Puloampel,” ujarnya.
Masyarakat Desa Binanya menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kehadiran anggota Polsek Puloampel yang secara rutin melaksanakan kegiatan keagamaan sekaligus memberikan pembinaan dan imbauan kamtibmas kepada warga. Dengan adanya kegiatan Subuh Keliling ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.”tutupnya
Cilegon.Lensabanteninvestigasi.com. – Personil Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten Melalui Sambang Dialogis menjaga kamtibmas selalu kondusif dan aman serta untuk mengetahui situasi dan kondisi terkini yang ada di Daerah binaannya,Sekaligus sebagai sarana silaturahmi dengan berbagai elemen yang ada di masyarakat, minggu(19/07/2026).
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga Melalui Kapolsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten IPTU Jonathan Mampetua Sirait Mengatakan Bahwa dirinya terus memotivasi para Bhabinkamtibmas agar mengoptimalkan imbauan terkait situasi kamtibmas, kiranya seluruh masyarakat dapat tetap menjaga persaudaraan dan menghormati setiap perbedaan.
Seperti yang di lakukan Personil Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten, terpeliharanya Kamtibmas yang aman dan kondusif di daerah Binaanya, terus melakukan upaya seperti sambang dan dialogis guna memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat.
Kegiatan sambang warga binaan dan dialog tersebut menurut Personil Bhabinkamtibmas sangat penting dan efektif bisa bertemu langsung dengan warganya sehingga bisa menemukan informasi-informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat binaan terkait perkembangan situasi kamtibamas.
Bhabinkamtibmas menghimbau warga binaan untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat bila mengetahui adanya tindak kejahatan di lingkunganya. Kegiatan sambang warga dan dialog yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat terutama warga binaanya,Ucapnya.
“Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, maupun keadaan darurat lainnya dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis. Kami siap memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.
Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Puluhan warga Kampung Genggong, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang digegerkan dengan aksi penggerebekan sebuah kamar kontrakan pada Minggu dini hari, 19 Juli 2026 pukul 02.30 WIB.
Aksi warga ini dipicu oleh kecurigaan yang sudah lama terhadap aktivitas di salah satu kamar kontrakan tersebut.
Kronologi Penggerebekan Menurut Udin, salah satu warga yang berada di lokasi, kamar kontrakan itu sudah lama dicurigai warga. “Penghuni salah satu kamar kontrakan tersebut sudah lama dicurigai oleh warga. Diduga kamar kontrakan tersebut digunakan untuk tempat mesum,” ujarnya.
Kecurigaan warga akhirnya terbukti. Saat digerebek, di dalam kamar ditemukan 1 orang wanita dan 3 orang pria dalam kondisi yang tidak wajar.
“Ternyata benar saja, di dalam kamar kontrakan tersebut ada manusia berlainan jenis, 1 wanita dan 3 laki-laki,” kata Udin.
Warga lain yang ikut dalam penggerebekan juga membenarkan hal tersebut. “Kecurigaan warga ternyata membuahkan hasil. Setelah digerebek ada 1 wanita dan 3 laki-laki di dalam kamar kontrakan,” ujar warga lainnya.
Diamankan ke Polsek Jawilan Setelah digerebek, keempat orang tersebut langsung diamankan oleh warga dan kemudian diserahkan ke pihak berwajib.
“Kini mereka berempat dibawa pihak Kepolisian Polsek Jawilan untuk dimintai keterangan,” tutup warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Jawilan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan dan status hukum keempat orang tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan bagi pemilik kontrakan dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya perbuatan yang melanggar norma agama dan hukum.
Serang,lensabanteninvestigasi.com – Suasana religius dan penuh kebahagiaan menyelimuti Kp. Cirendeu, Desa Cirendeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati halaman Pondok Pesantren KH. Abah Sayhuna Abdullah Musta’in untuk mengikuti peringatan Haul ke-8.
Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Rasa Cinta Generasi Muda Terhadap Islam” ini digelar dengan penuh hikmat pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Rangkaian Acara Penuh Makna Acara diawali dengan sambutan-sambutan yang humanis dari para tokoh masyarakat dan pengurus pesantren. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan langsung oleh penceramah kondang KH. Weskurni yang didatangkan dari Tangerang, Banten, beserta penceramah lainnya.
Selain tausiyah, kegiatan haul ini juga dirangkaikan dengan Kirab Budaya Islam yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Kirab diikuti oleh santri, warga, dan para tokoh agama dengan membawa atribut keislaman sembari melantunkan sholawat.
Momentum Muhasabah dan Silaturahmi Bagi masyarakat Cirendeu, Haul KH. Abah Sayhuna Abdullah Musta’in bukan sekadar acara rutin tahunan. Ini menjadi momentum penting untuk muhasabah diri, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan syiar Islam melalui berbagai agenda positif.
“Alhamdulillah setiap tahunnya almarhum KH. Sayhuna Abdullah Musta’in selalu kita peringati haulnya. Ini sudah menjadi tradisi kami di Kampung Cirendeu,” ujar salah satu panitia.
Ratusan warga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir. Kehadiran mereka menjadi bukti kecintaan masyarakat terhadap ulama dan dakwah Islam.
Panitia berharap, di tahun-tahun mendatang kegiatan ini bisa berlangsung lebih meriah lagi dan masyarakat tetap kompak dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.
Reporter: Kaperwil Banten, Buhari | Lensa Banten Investigasi
Serang,lensabanteninvestigasi.com – Lagi-lagi proyek pendidikan jadi sorotan. Proyek Revitalisasi SD Negeri Warung, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang yang menelan anggaran APBN TA 2026 sebesar Rp1.023.203.075 diduga dikerjakan asal-asalan.
Dengan pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan / P2SP dan waktu 150 hari kalender, proyek ini justru ditemukan sarat kejanggalan. Mulai dari spesifikasi material tidak sesuai, pelanggaran K3, hingga minimnya pengawasan dari sekolah dan konsultan
DETAIL TEMUAN DI LAPANGAN Tim Investigasi Lensa Banten turun langsung ke lokasi dan menemukan fakta memprihatinkan:
Diduga Oprek Spesifikasi Besi Ukuran besi yang digunakan di lapangan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya / RAB. Ini rawan berdampak pada kekuatan struktur bangunan.
K3 Dianggap Angin Lalu Para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri / APD sama sekali. Helm, sepatu safety, dan rompi proyek tak nampak. Nyawa pekerja seolah dipertaruhkan demi efisiensi.
Jarak Sengkang Amburadul* Standar jarak sengkang/cincin kolom seharusnya 15 cm s.d 20 cm. Di lapangan justru ditemukan jarak yang melebihi ketentuan. Ini berpotensi menurunkan kualitas dan daya tahan bangunan.
Pengawasan “Gaib” Peran Kepala Sekolah Ibu Tati selaku penanggung jawab P2SP dan Ahmad Nasuhi selaku Konsultan Pengawas tidak terlihat di lokasi. Proyek seperti berjalan tanpa kendali.
KONFIRMASI: PEKERJA BUKA SUARA, KEPSEK BUNGKAM Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja dengan polosnya mengakui. “Untuk APD kita tidak pakai karena panas dan gerah. Untuk semen kita pakai Semen Tiga Roda. Kalau ukuran besi saya tidak tahu,” ujarnya.
Ironisnya, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu, 18 Juli 2026, Ibu Tati selaku Kepala Sekolah SD Negeri Warung memilih bungkam dan tidak merespon. Begitu juga Ahmad Nasuhi selaku Konsultan hingga berita ini diterbitkan belum bisa dimintai keterangan.
PUBLIK DESAK APARAT BERTINDAK Masyarakat menilai, ini bukan sekadar proyek fisik. Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan mutu pendidikan.
Bila dugaan kami benar adanya, tolong tindak tegas. Jangan sampai uang negara Rp1 Miliar lebih ini habis tanpa hasil yang sesuai mutu. Kami minta Dindik, Inspektorat, dan Kejari Serang segera audit dan sidak ke lokasi,
Proyek ini diawasi negara. Jika dibiarkan, maka ini menjadi preseden buruk: negara hadir mengucurkan dana, tapi abai mengawasi hasilnya.
Serang,LnsaBantenInvestigasi.com.- Festival Ciomas Ngabring 2026 resmi dimulai pada Sabtu (18/7/2026) dengan kegiatan penebaran 20.000 benih ikan nila di Titik Nol Sungai Cibanten, tepatnya di kawasan Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.
Kegiatan yang diinisiasi masyarakat Kecamatan Ciomas tersebut berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026, dan diawali dengan penebaran benih ikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas bersama sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang, Camat Ciomas Ugun Gurmilang, serta diikuti warga dan pelajar.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengatakan, kegiatan penebaran benih ikan nila menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Hari ini saya hadir mewakili Ibu Bupati dalam rangkaian Festival Ciomas Ngabring 2026. Penebaran 20 ribu benih ikan nila ini menjadi simbol bahwa kita bersama-sama menjaga ekosistem air,” ujar Najib Hamas.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Selain aspek lingkungan dan ketahanan pangan, Najib mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan festival tersebut, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga pelaku ekonomi kreatif lokal.
Ia mencontohkan pakaian ngabring yang digunakan peserta festival merupakan hasil produksi masyarakat Ciomas dan dibeli oleh seluruh peserta kegiatan.
Menurutnya, hal itu menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ini menjadi contoh yang baik. Mudah-mudahan kecamatan lain juga dapat menghadirkan event yang mengangkat potensi dan kearifan lokal masing-masing. Kami berharap Festival Ciomas Ngabring dapat menjadi agenda rutin setiap tahun,” katanya.
Sementara itu, Camat Ciomas Ugun Gurmilang menjelaskan bahwa Festival Ciomas Ngabring digelar sebagai wadah mempererat silaturahmi masyarakat dari 11 desa yang ada di Kecamatan Ciomas.
“Melalui festival ini kami ingin menyatukan seluruh masyarakat Ciomas. Meski berasal dari desa yang berbeda, kita tetap satu sebagai masyarakat Ciomas,” ujarnya.
Ugun menuturkan, festival akan diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan yang berlangsung selama satu bulan ke depan. Rangkaian acara dimulai dengan penebaran benih ikan, pertunjukan tari silat kolosal atau Ngabring, serta pelepasan sekitar 150 balon udara.
UU, sebagai ketua panitia ngabring Ciomas mengucapkan terima kasih atas kerja sama nya baik pemerintah dan masyarakat serta seluruh anggota panitia.ucapnya.
Pada hari berikutnya, panitia juga akan menggelar penerbangan sekitar 6.000 lampion dan kegiatan makan karedok bersama yang menargetkan 6.000 peserta.
Untuk pertunjukan Tari Silat Kolosal, panitia menargetkan partisipasi sekitar 3.500 peserta dari berbagai kalangan usia. Namun berdasarkan hasil gladi bersih, jumlah peserta yang terlibat diperkirakan bisa melebihi target.
“Melihat antusiasme masyarakat selama sosialisasi dan kegiatan gerebek kampung yang berlangsung hampir dua bulan, kami optimistis jumlah peserta yang hadir pada puncak acara bisa mencapai lebih dari 5.000 orang,” pungkasnya.
Berharap agenda ini menjadi agenda tahunan bagi masyarakat khususnya Ciomas.
Serang,lensabanteninvestigasi.com– Festival Ciomas Ngabring 2026 siap digelar pada 18–19 Juli 2026 di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.
Beragam acara menarik akan disuguhkan kepada masyarakat. Di antaranya Pawai Budaya, Festival Balon Udara, dan puncak acara berupa Pertunjukan Tari Silat Kolosal yang akan diikuti oleh 3.500 pesilat dari berbagai perguruan silat di Kabupaten Serang dan sekitarnya.
Festival tahunan ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, meningkatkan pariwisata, serta menumbuhkan semangat kebersamaan masyarakat Ciomas.
Warga dan wisatawan diharapkan dapat hadir dan menyaksikan kemeriahan Festival Ciomas Ngabring 2026 yang akan menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Serang tahun ini.
Serang,lensabanteninvestigasi.com– Di tengah gencarnya program bantuan perumahan, ironi masih terjadi. Di Kp. Caringin Pasir RT 16/04, Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, satu keluarga bernama Makdidi masih bertahan hidup di rumah yang rusak parah selama bertahun-tahun tanpa ada bantuan nyata dari pemerintah.
Laporan resmi sudah disampaikan ke pihak desa sejak beberapa tahun lalu. Bahkan rumah tersebut sudah beberapa kali didokumentasikan dan difoto. Namun hingga kini belum ada perhatian khusus maupun tindakan konkret untuk perbaikan.
Rumah Reot, Penghuni Hidup dalam Ketakutan* Kondisi rumah Makdidi sangat memprihatinkan. Atap bocor di berbagai sisi, dinding bilik banyak yang rusak, panggung rumah sudah reot, dan tiang-tiang mulai rapuh. Setiap kali hujan turun, air masuk ke dalam rumah dan menggenangi lantai.
“Kami sudah melapor sejak tahun lalu ke desa. Sudah beberapa kali menunggu kabar, tapi sampai sekarang belum ada bantuan atau tindak lanjut yang jelas,” ungkap Makdidi dengan nada kecewa.
Kini, keluarga tersebut hidup dalam ketakutan. Beberapa bagian bangunan sudah miring dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu, terutama saat cuaca buruk dan musim hujan tiba.
Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri. Ironisnya, karena tidak memiliki kamar mandi, Makdidi dan keluarga harus menumpang mandi ke rumah tetangga selama bertahun-tahun.
Warga: “Sudah Dilaporkan, Harusnya Ada Tindak Lanjut”* Warga sekitar menyayangkan lambannya respons pemerintah. Mereka menilai rumah tersebut sudah sangat layak mendapat bantuan karena kondisinya membahayakan jiwa.
“Kalau dilihat langsung memang kondisinya parah. Kasihan kalau terus dibiarkan. Apalagi sudah pernah dilaporkan, harusnya ada tindak lanjut,” ujar salah satu warga.
Harapan satu-satunya keluarga Makdidi kini tertuju pada bantuan pemerintah melalui program Rumah Tidak Layak Huni / RTLH atau bantuan sosial lainnya. Namun hingga berita ini ditulis, harapan itu belum juga terwujud.
Pertanyaan Besar Soal Kepedulian Kasus ini menjadi potret masih adanya warga kecil yang merasa suaranya tidak didengar, meski telah mengikuti prosedur pelaporan resmi. Di saat program-program sosial terus digaungkan, masih ada warga yang harus bertahan di rumah tidak layak huni tanpa kepastian.
Masyarakat mendesak Pemerintah Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, hingga Pemerintah Kabupaten Serang segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memberikan solusi nyata sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Kami hanya minta ada kepedulian dan tindakan cepat. Biar kami bisa tinggal dengan aman dan layak,” harap Makdidi.
Reporter: Kaperwil Banten, Buhari | Lensa Banten Investigasi
Serang,lensabanteninvestigasi.com.– Pemerintah Desa Kemuning, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang menggelar Musyawarah Desa / Musdes dalam rangka penyusunan perencanaan pembangunan desa.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Kemuning dan dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Waringinkurung, pendamping desa, tenaga kesehatan, perangkat desa, serta lembaga desa, Rabu 14 Juli 2026.
Hadir dalam Musdes
Muspika Kecamatan Waringinkurung*: Bapak Haerudin
Pendamping Desa*: Bapak Suhel
Pemerintah Desa*: Kepala Desa Kemuning Bapak Rusdi beserta jajaran perangkat desa
Lembaga Desa: Ketua RT, Ketua RW, dan Ketua PPD Desa Kemuning
Instansi Terkait: Perwakilan dari Puskesmas Waringinkurung
Dalam Musdes ini dibahas terkait usulan program dan kegiatan pembangunan desa yang akan menjadi prioritas. Pembahasan mencakup bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Kemuning, Rusdi, menyampaikan bahwa Musdes ini penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung melalui RT dan RW.
“Kami ingin setiap program yang direncanakan benar-benar sesuai kebutuhan warga. Hasil Musdes ini akan kita jadikan acuan dalam penyusunan RKPDes,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kecamatan Waringinkurung, Bapak Haerudin, mengapresiasi Pemdes Kemuning yang telah melaksanakan Musdes secara partisipatif. Ia berpesan agar seluruh program desa selaras dengan program pemerintah daerah dan tepat sasaran.
Dari unsur kesehatan, perwakilan Puskesmas Waringinkurung juga menyampaikan pentingnya sinergi program kesehatan di tingkat desa, seperti posyandu, sanitasi, dan pencegahan stunting.
Musdes ditutup dengan kesepakatan bersama dan penandatanganan berita acara oleh seluruh peserta.