PULUHAN TAHUN MENJERIT, RUMAH RUSAK PARAH TAK KUNJUNG DIBANTU: WARGA TUNJUNG TEJA KECEWA PEMERINTAH DINILAI TUTUP MATA

Serang,lensabanteninvestigasi.com– Di tengah gencarnya program bantuan perumahan, ironi masih terjadi. Di Kp. Caringin Pasir RT 16/04, Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, satu keluarga bernama Makdidi masih bertahan hidup di rumah yang rusak parah selama bertahun-tahun tanpa ada bantuan nyata dari pemerintah.

Laporan resmi sudah disampaikan ke pihak desa sejak beberapa tahun lalu. Bahkan rumah tersebut sudah beberapa kali didokumentasikan dan difoto. Namun hingga kini belum ada perhatian khusus maupun tindakan konkret untuk perbaikan.

Rumah Reot, Penghuni Hidup dalam Ketakutan*
Kondisi rumah Makdidi sangat memprihatinkan. Atap bocor di berbagai sisi, dinding bilik banyak yang rusak, panggung rumah sudah reot, dan tiang-tiang mulai rapuh. Setiap kali hujan turun, air masuk ke dalam rumah dan menggenangi lantai.

“Kami sudah melapor sejak tahun lalu ke desa. Sudah beberapa kali menunggu kabar, tapi sampai sekarang belum ada bantuan atau tindak lanjut yang jelas,” ungkap Makdidi dengan nada kecewa.

Kini, keluarga tersebut hidup dalam ketakutan. Beberapa bagian bangunan sudah miring dan dikhawatirkan roboh sewaktu-waktu, terutama saat cuaca buruk dan musim hujan tiba.

Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri. Ironisnya, karena tidak memiliki kamar mandi, Makdidi dan keluarga harus menumpang mandi ke rumah tetangga selama bertahun-tahun.

Warga: “Sudah Dilaporkan, Harusnya Ada Tindak Lanjut”*
Warga sekitar menyayangkan lambannya respons pemerintah. Mereka menilai rumah tersebut sudah sangat layak mendapat bantuan karena kondisinya membahayakan jiwa.

“Kalau dilihat langsung memang kondisinya parah. Kasihan kalau terus dibiarkan. Apalagi sudah pernah dilaporkan, harusnya ada tindak lanjut,” ujar salah satu warga.

Harapan satu-satunya keluarga Makdidi kini tertuju pada bantuan pemerintah melalui program Rumah Tidak Layak Huni / RTLH atau bantuan sosial lainnya. Namun hingga berita ini ditulis, harapan itu belum juga terwujud.

Pertanyaan Besar Soal Kepedulian
Kasus ini menjadi potret masih adanya warga kecil yang merasa suaranya tidak didengar, meski telah mengikuti prosedur pelaporan resmi. Di saat program-program sosial terus digaungkan, masih ada warga yang harus bertahan di rumah tidak layak huni tanpa kepastian.

Masyarakat mendesak Pemerintah Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, hingga Pemerintah Kabupaten Serang segera turun tangan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan memberikan solusi nyata sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami hanya minta ada kepedulian dan tindakan cepat. Biar kami bisa tinggal dengan aman dan layak,” harap Makdidi.

Reporter: Kaperwil Banten, Buhari | Lensa Banten Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *