Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel jumpai warganya guna bangun komunikasi yang positif

Cilegon.LensaBantenInvestigasi.com. ~ Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten mendukung Program Quick Wins Presisi Polri melaksanakan Kegiatan Sambang dan Silaturahmi di lingkungan binaanya serta memberikan himbauan tentang kamtibmas Sabtu(11/07/2026)

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga melalui Kapolsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten IPTU JONATHAN MAMPETUA SIRAIT mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan ajang komunikasi yang baik serta adanya sinergitas yang solid antara Polri dengan masyarakat di lingkungan tersebut.

Dalam kesempatan ini, personil Polsek Puloampel mengunjungi warga guna menjalin silaturahmi dua arah yang positif juga bahas tentang Poliran, imbuhnya

Bhabinkamtibmas polsek Puloampel menyampaikan bahwa “Tetap utamakan keamanan, untuk itu berdayakan kamtibmas di desa serta seluruh elemen masyarakat/karyawan untuk bersinergi ciptakan kamtibmas yang kondusif dan aman, “ucapnya

Dari tempat lain juga pada kesempatan ini personil Polsek Puloampel bersama lainnya menyambangi sekaligus mempererat silaturahmi serta menyampaikan pesan Kamtibmas dengan harapan tercipta situasi yang aman dan kondusif, ujarnya

ersonil Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel jumpai warganya guna bangun komunikasi yang positif

Cilegon,Lensa Banten investigasi.com.- Personil Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten Melalui Sambang Dialogis menjaga kamtibmas selalu kondusif dan aman serta untuk mengetahui situasi dan kondisi terkini yang ada di Daerah binaannya,Sekaligus sebagai sarana silaturahmi dengan berbagai elemen yang ada di masyarakat, Sabtu (11/07/2026).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga Melalui Kapolsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten IPTU Jonthan Mampetua Sirait Mengatakan Bahwa dirinya terus memotivasi para Bhabinkamtibmas agar mengoptimalkan imbauan terkait situasi kamtibmas, kiranya seluruh masyarakat dapat tetap menjaga persaudaraan dan menghormati setiap perbedaan. 

Seperti yang di lakukan Personil Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel Polres Cilegon Polda Banten, terpeliharanya Kamtibmas yang aman dan kondusif di daerah Binaanya, terus melakukan upaya seperti sambang dan dialogis guna memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat.

 
Kegiatan sambang warga binaan dan dialog tersebut menurut Personil Bhabinkamtibmas sangat penting dan efektif bisa bertemu langsung dengan warganya sehingga bisa menemukan informasi-informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat binaan terkait perkembangan situasi kamtibamas.

Bhabinkamtibmas menghimbau warga binaan untuk segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat bila mengetahui adanya tindak kejahatan dilingkunganya. Kegiatan sambang warga dan dialog yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas untuk memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat terutama warga binaanya,Ucapnya.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas, tindak kriminalitas, maupun keadaan darurat lainnya dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis. Kami siap memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tutupnya.

Perkuat Sinergi Pengamanan, Laksanakan Patroli Dialogis dan Sampaikan Himbauan Kamtibmas kepada Satpam

Cilegon, 11 Juli 2026.LensaBantenInvestigasi.com.— Guna memastikan keamanan kawasan komersial dan keramaian tetap kondusif, serta mempererat kerja sama dengan unsur pengamanan swakarsa, Personil Bhabinkamtibmas Polsek Puloampel, melaksanakan kegiatan patroli dialogis sekaligus menyapa petugas Satpam pada malam hari sabtu (11/07/2026).

Dalam kunjungan tersebut, mengecek kondisi keamanan lingkungan sekitar, kelengkapan sarana pengamanan, serta memastikan petugas tetap dalam kondisi siaga. Ia juga menyampaikan himbauan keamanan dan ketertiban masyarakat agar petugas senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memperketat pemeriksaan terhadap orang maupun kendaraan yang masuk dan keluar, serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan atau hal yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Satpam adalah garda terdepan di lokasi ini. Keaktifan dan kewaspadaan Bapak sekalian sangat membantu kami dalam mencegah gangguan keamanan sejak dini. Mari kita jaga sinergi ini agar suasana di sekitar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

Kapolsek Puloampel, IPTU Jonathan Mampetua Sirait, menyampaikan bahwa sinergi dengan seluruh elemen pengamanan sangat dibutuhkan. “Kehadiran Bhabinkamtibmas di lapangan bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama. Semakin erat kita berkomunikasi, semakin cepat kita menindaklanjuti potensi gangguan keamanan,” tegasnya.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, menambahkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. “Polri terus mendampingi dan membina seluruh mitra keamanan. Semoga kerja sama yang terjalin semakin kokoh, sehingga seluruh wilayah hukum Polsek Puloampel senantiasa aman dan damai,” pungkasnya.

Sidang Pemeriksaan Setempat, Pemkab Serang Tegaskan Lahan Eks Pasar Kragilan Milik Aset Daerah

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Majelis Hakim Pengadilan melakukan sidang pemeriksaan setempat terhadap lahan eks Pasar Kragilan, Jumat (10/7/2026). Lahan seluas 7.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Kragilan, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang itu saat ini tengah bersengketa di pengadilan.

Pemeriksaan setempat dilakukan hakim untuk melihat langsung kondisi dan batas-batas objek sengketa di lapangan.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Serang, Anton Hermawanto, mengatakan Pemkab Serang dari awal sudah siap menghadapi gugatan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait, di antaranya BPKAD dan Diskoperindag.

“Eksistingnya tanah ini adalah pasar. Sudah puluhan tahun kita kelola dan tidak pernah ada masalah. Tapi silahkan, itu hak setiap warga negara untuk menggugat,” ujar Anton di lokasi, Jumat (10/7/2026).

Kuasa Hukum Pemkab Serang, Cecep Azhar, menambahkan sengketa ini sudah bergulir sekitar 3 hingga 4 bulan. Agenda saat ini adalah pemeriksaan setempat, selanjutnya masuk tahap pembuktian saksi.

Menurut Cecep, ada kekeliruan dalam gugatan yang diajukan penggugat yaitu adanya dugaan cacat formil salah pihak dan atau kurang pihak serta berbeda luas obyek tanah yang disengketakan.

“Dalam perkara ini penggugat menggugat Tergugat E yang jelas-jelas bukan pemilik lahan maupun bangunan. Padahal lahan yang dimiliki Pemkab Serang hanya seluas 7.000 meter persegi. Sementara penggugat menggugat lahan seluas sekitar 11.000 meter persegi,” kata Cecep.

“Jadi gugatan ini salah objek dan salah subjek. Ini tanah Pemkab, seharusnya yang digugat adalah Pemkab, bukan Pak Edi,” lanjutnya.

Cecep juga menegaskan Pemkab memiliki bukti kepemilikan yang kuat. Berdasarkan data desa, kikitir milik penggugat tidak tercatat. Sementara seluruh dokumen aset seluas 7.000 meter persegi sudah tercatat sebagai aset Pemkab Serang.

“Bukti-bukti kita kuat. Ada keterangan dari desa, riwayat tanah, dan lain sebagainya. Ini sebelumnya bukan tanah waris, tapi tanah negara yang dijadikan eks pasar dan menjadi milik Pemkab,” tegasnya.

Dalam sidang pemeriksaan setempat, Majelis Hakim menanyakan dari total 11.000 meter, berapa luas yang dipersoalkan.

Dengan selesainya pemeriksaan setempat, sidang selanjutnya akan masuk pada agenda pembuktian saksi dari kedua belah pihak. HMM

MUSHOLA AL HIDAYAH DI CIBITUNG BUTUH DUKUNGAN PEMERINTAH DAN DERMAWAN

Pandeglang,LensaBantenInvestigasi.com.– Pembangunan Mushola Al Hidayah di Kampung Kondang, Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang masih terus berjalan. Mushola yang diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat ini masih membutuhkan dukungan dana agar dapat segera diselesaikan.

Mushola Al Hidayah nantinya akan difungsikan sebagai tempat pelaksanaan sholat berjamaah, pengajian anak-anak dan dewasa, kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an / TPQ, peringatan hari besar Islam, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Keberadaan mushola ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjadi sarana pembinaan akhlak bagi generasi muda di lingkungan Kampung Kondang.

Gotong Royong Warga Jalan Terus
Panitia Dewan Kemakmuran Mushola / DKM Al Hidayah bersama masyarakat telah berupaya semaksimal mungkin melanjutkan pembangunan dengan swadaya. Semangat gotong royong terus ditunjukkan warga dengan menyumbangkan tenaga, waktu, maupun sebagian rezekinya.

Namun, keterbatasan dana menyebabkan proses pembangunan belum dapat diselesaikan sepenuhnya dan masih dikerjakan secara bertahap.

Ajakan Untuk Dermawan
Oleh karena itu, DKM Al Hidayah mengajak para dermawan, relawan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta pemerintah untuk bersama-sama memberikan dukungan agar pembangunan Mushola Al Hidayah dapat segera rampung.

Bantuan dapat berupa dana, material bangunan, maupun bentuk dukungan lainnya yang sangat berarti bagi kelanjutan pembangunan rumah ibadah ini.

“Kami berharap dengan selesainya pembangunan Mushola Al Hidayah, masyarakat dapat memiliki tempat ibadah yang nyaman dan layak. Pembangunan rumah ibadah ini bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi menjadi amal jariyah bersama demi kemaslahatan umat,” ujar panitia.

DKM Al Hidayah juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa tenaga, pikiran, material, maupun dana. Semoga setiap kebaikan menjadi amal saleh dan mendapat balasan pahala berlipat ganda.

Atas perhatian dan dukungan semua pihak, DKM Mushola Al Hidayah mengucapkan terima kasih. Semoga pembangunan Mushola Al Hidayah di Kampung Kondang, Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang dapat segera selesai dan bermanfaat besar bagi masyarakat.

Reporter: Ahyar | Lensa Banten Investigasi

REVITALISASI KB AL KAUTSAR JADI HARAPAN BARU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA SANDING

Serang,LensaBantenInvestigasi.com. – Program Revitalisasi PAUD KB Al Kautsar di Desa Sanding, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang mulai berjalan. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp156.774.000, dan waktu pelaksanaan 90 hari kalender,ini diharapkan menjadi sarana belajar yang lebih layak bagi anak-anak.

Pelaksana kegiatan adalah P2SP dengan pengawasan dari konsultan Bapak Ubaidillah, berdasarkan informasi dari Papan Informasi Publik yang telah terpasang di lokasi.

Komitmen Bersama Demi Pendidikan Anak
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Jumat, 10 Juli 2026, pekerjaan revitalisasi terus dikebut. Sejumlah pekerja lokal dilibatkan dengan upah Rp150.000 per hari, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi warga sekitar.

Kepala Sekolah PAUD KB Al Kautsar, Hanani, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui program ini.

“Kami berterima kasih. Untuk teknis pembangunan seperti spek besi 10 mm sudah sesuai arahan konsultan pengawas. Untuk pekerjaan baja ringan juga sudah kami borongkan dengan harga di bawah RAB, yaitu Rp55 juta dari pagu Rp52 juta, sehingga ada efisiensi,” ujarnya via WhatsApp.

Terkait penggunaan material, Hanani menjelaskan bahwa pihaknya terbuka untuk diklarifikasi. “Untuk semen merk Rajawali yang ada di lokasi bukan milik proyek kami. Mungkin itu mungkinnmilik warga ,” jelasnya.

Mengenai K3, Hanani juga menyampaikan bahwa di RAB telah dianggarkan APD berupa rompi dan helm. Pihak sekolah berkomitmen akan terus mengingatkan pekerja untuk menggunakannya demi keselamatan.

Harapan Penggiat dan Masyarakat
Penggiat kontrol sosial mengapresiasi langkah awal revitalisasi ini. Namun pihaknya berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Serang dan Inspektorat Kabupaten Serang dapat melakukan monitoring agar pekerjaan berjalan sesuai SOP, spesifikasi, dan aturan K3 yang berlaku.

“Kami mendukung penuh program ini. Tujuannya mulia, untuk anak-anak kita. Mari kita kawal bersama agar hasilnya maksimal, transparan, dan bermanfaat jangka panjang,” ungkap penggiat.

Hingga saat ini, Dindik dan Konsultan Pengawas terus berkoordinasi dengan pihak sekolah agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Reporter: Tim Redaksi | Lensa Banten Investigasi

PROGRAM RTLH DI CIBITUNG DISOROT, DIDUGA TIDAK SESUAI RAB DAN SPESIFIKASI

Pandeglang,LensaBantenInvestigasi.com – Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni / RTLH di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang disorot publik. Hasil pantauan dan laporan masyarakat menyebutkan adanya dugaan ketidaksesuaian material dalam pelaksanaan program tersebut.

Berdasarkan data yang diterima, total bantuan RTLH di Kecamatan Cibitung sebanyak 13 unit. Rinciannya 7 unit di Desa Kiarajangkung dan 6 unit di Desa Kutakarang.

Temuan di Lapangan
Pantauan di lokasi, tepatnya di Kampung Sukamulya, Desa Kutakarang, Kecamatan Cibitung, pada Sabtu, 11 Juli 2026, ditemukan sejumlah kejanggalan, antara lain:

  1. Lem Perekat Hebel Diduga Bukan SNI
    Masyarakat menduga material perekat yang digunakan tidak sesuai standar SNI.
  2. Ukuran Kusen Tidak Sesuai
    Kusen yang terpasang berukuran 10 cm, sementara seharusnya 13 cm. Selisih 3 cm tersebut dibutuhkan untuk pemasangan plesteran tiang.
  3. Spesifikasi Besi
    Dari 4 batang besi tiang, 2 batang menggunakan besi berukuran 10 mm SNI. Sementara 2 batang lainnya diduga menggunakan besi dengan kualitas di bawah standar atau yang biasa disebut “besi banci”.

Konfirmasi Pihak Terkait
Saat dikonfirmasi, Udin selaku pelaksana lapangan mengaku tidak mengetahui terkait dugaan tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa lem yang dimaksud masyarakat merupakan hasil swadaya.

Awak media juga berupaya menghubungi Sohib, yang disebut sebagai pengelola pengadaan material dari perusahaan Sumber Rejeki, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan respon. Upaya konfirmasi langsung ke tempat material juga belum membuahkan hasil.

Hal serupa terjadi saat awak media mencoba menghubungi Bapak Noval selaku pendamping RTLH. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.

Harapan Masyarakat
Masyarakat setempat berharap adanya ketelitian dari para pengelola program, meskipun dalam pelaksanaannya terdapat unsur swadaya masyarakat.

Mereka mengapresiasi adanya bantuan dari pemerintah, namun meminta agar program RTLH dilaksanakan sesuai aturan dan spesifikasi yang telah ditetapkan agar bantuan benar-benar bermanfaat dan tahan lama.

Hingga berita ini diturunkan, penelusuran terus dilakukan guna mendorong transparansi publik terkait pelaksanaan Program RTLH di wilayah Kecamatan Cibitung.

Reporter: AHYAR| Lensa Banten Investigasi

Pengabdian Dipertanyakan, Pelayanan Prima untuk Siapa? Respons DP3AP2KB Kota Cilegon Jadi Sorotan

CILEGON.LENSABANTENINVESTIGASI.COM, – Komitmen pelayanan publik dan keterbukaan informasi di lingkungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon menjadi sorotan. Tim media mengaku mengalami kesulitan menjalin komunikasi dengan jajaran pimpinan dinas saat melakukan upaya koordinasi terkait pengajuan kerja sama publikasi.

Pada Jumat (10/7/2026), tim media kembali mendatangi Kantor DP3AP2KB Kota Cilegon untuk menindaklanjuti surat penawaran kemitraan yang sebelumnya telah disampaikan. Kedatangan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara media dan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari staf di kantor tersebut, Kepala Dinas sedang melaksanakan agenda di luar kota, Sekretaris Dinas bekerja dari rumah (Work From Home/WFH), sementara pejabat lainnya juga sedang menjalankan kegiatan di luar kantor.

«”Pak Kepala Dinas sedang ada agenda di luar kota, Sekretaris sedang WFH, dan pejabat lainnya sedang ada kegiatan di luar,” ujar salah seorang staf kepada tim media.»

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelayanan kepada masyarakat maupun mitra kerja. Ketidakhadiran seluruh pejabat yang memiliki kewenangan secara bersamaan dinilai berpotensi menghambat proses koordinasi, komunikasi, serta pelayanan terhadap pihak eksternal yang membutuhkan kepastian.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, media memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan pelayanan yang responsif merupakan bagian dari implementasi prinsip keterbukaan informasi publik serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Kondisi yang dialami tim media kemudian memunculkan pertanyaan publik: untuk siapa sebenarnya pelayanan prima itu diberikan apabila akses komunikasi terhadap mitra strategis pemerintah masih menemui kendala? Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik, masyarakat tentu berharap setiap instansi mampu menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, profesional, dan memberikan kepastian.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak DP3AP2KB Kota Cilegon belum memberikan tanggapan resmi terkait tindak lanjut surat penawaran kerja sama maupun mekanisme pelayanan terhadap pihak eksternal yang datang untuk melakukan koordinasi.

Tim media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Kepala Dinas maupun jajaran DP3AP2KB Kota Cilegon guna menjaga prinsip keberimbangan pemberitaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta menjunjung tinggi asas profesionalisme jurnalistik.

Reporter:Kaperwil Banten buhari

Granat Banten Beri Penghargaan Moral Kepada Ditresnarkoba Polda Banten Atas Pengungkapan 75 Kg Sabu

SERANG, LENSA BANTEN INVESTIGASI.COM. – DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Banten menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten atas keberhasilannya mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan total barang bukti mencapai 75 kilogram sepanjang tahun 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPD GRANAT Banten, Ir. Budy Tjoanda, CIRP., C.Med., didampingi Ratu Anita Sangadiah dan elyjaro, sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen dan kerja keras Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten di bawah kepemimpinan Kombes Pol. Wiwin Setiawan, S.I.K., M.H., dalam memberantas jaringan peredaran narkotika di wilayah hukum Provinsi Banten.

Menurut Budy Tjoanda, keberhasilan tersebut merupakan capaian yang patut diapresiasi karena menunjukkan profesionalisme, dedikasi, dan keseriusan aparat kepolisian dalam memerangi kejahatan narkotika yang menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa.

“Atas nama DPD GRANAT Banten, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ditresnarkoba Polda Banten beserta seluruh jajaran atas keberhasilan mengungkap peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti mencapai 75 kilogram. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” ujar Budy.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, kepolisian, lembaga swadaya masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

GRANAT Banten, lanjut Budy, siap terus mendukung langkah-langkah Polda Banten melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.

“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. GRANAT Banten siap bersinergi dengan Polda Banten dalam upaya pencegahan maupun pemberantasan narkotika demi mewujudkan Banten yang bersih dari narkoba,” tegasnya.

DPD GRANAT Banten berharap keberhasilan pengungkapan kasus ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku serta mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkotika di Provinsi Banten.

Ke depan, GRANAT Banten juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan masa depan generasi bangsa.

Redaksi

Nasib Anak Yatim Piatu Yang Tidak Mempunyai Tempat Tinggal Akibat Rumah nya Terkena Bencana Alam

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.- Herniawati warga kp. Sanding RT 01/01desa sanding kecamatan petir sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian khusus dari pemerintah setempat

Sungguh. Miris warga kampung sanding RT 01/01 . kecamatan petir kabupaten serang yang sangat memperhatikan dan butuh uluran tangan. Dari pemerintah setempat. Herniawati kesehariannya hanya buruh cuci yang hidup bertahun tahun mengontrak dan hidup sebagai anak yatim piatu kondisi rumah nya sangat memperhatikan rumah yang roboh dan tidak memiliki tempat tinggal

Kehidupan yang serba kekurangan iya jalanin yang usaha serabutan dan sebagai buruh cuci di suatu tempat pondok pesantren. Isak tangis anak yatim piatu yang sangat membutuhkan Uluran tangan dr pemerintah setempat

Bertahun tahun mengharap bantuan . Dari pemdes setempat namun tidak pernah di gubris dan tidak pernah di realisasikan dan herniawati pun tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari desa. Herniawati yang hidup serba kekurangan dan sangat miris dalam hidup nya kini sangat memperhatinkan

Karena ketidak mampuan herniawati juga tidak mampu membangun rumah nya. Untuk makan sehari hari pun mereka kesulitan jangan kan untuk mem bangun rumah pak. buat makan aja kita masih susah ucap seorang warga setempat saat di wawancara awak media

Saat ini penghasilan herniawati yang tidak menentu dan tidak ada untuk biaya membangun rumah yang sudah miring dan hampir roboh beliau hanya bisa berharap satu satu nya rumah nya bisa di bedah ucap warga setempat “tambah nya”

Melihat ke adaan rumah herniawati yang tinggal di rumah status ngontrak dengan sebaulan 300rb bertahun tahun mengharapkan batuan bedah rumah padahal kondisi rumah nya sangat tidak layak huni

Fatmawati adik dari herniawati pun mengharapkan bantuan uluran tangan dari kepala desa sanding dan perkim kabupaten serang dan kacamatan hingga pemerintahan setempat agar bisa hidup dengan layak dan mempunyai tempat tinggal

Kami berharap pemerintah desa. Daerah dan pusat jangan tutup mata akan hal tersebut kalo bukan dari pemerintah lantas dari siapa lagi.kalo bukan dari bantuan pemerintah

Herniawati hanya bisa berharap pemerintah untuk membantu perbaikan rumah yang kami huni.
Rumah kami sudah hampir rubuh dan tidak bisa di tempati kami sangat sedih pak kami tidak punya rumah dan kami berharap rumah kami di bangun dan dapat perhatian dari pemerintah ucap Fatmawati adik herniawati saat di wawancara awak media

Reporter: kaperwil Banten Buhari