PROYEK PEMERINTAH DIDUGA “CAPLOK” TANAH MANTAN WALI KOTA, PU CILEGON DIAM?

Cilegon.Lensabanteninvestigasi.com.— Proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon dengan pelaksana CV Gunung Pal, yang disebut bernilai sekitar Rp213.903.000, menuai sorotan tajam. Pasalnya, proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan yang diklaim milik warga.

Persoalan yang muncul bukan semata-mata soal pembangunan fisik, melainkan menyangkut legalitas penggunaan lahan. Jika benar tanah tersebut merupakan milik warga dan belum pernah dialihkan kepada Pemerintah Kota Cilegon, maka publik patut mempertanyakan: atas dasar apa proyek pemerintah bisa dibangun di atas tanah yang status kepemilikannya masih dipersoalkan?

Advokat Kimung menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, sebelum proyek dilaksanakan, pemerintah semestinya memastikan terlebih dahulu kejelasan status dan legalitas lahan yang akan digunakan.

“Pertama, ada tidak izin dari pemilik tanah? Kedua, atas usulan siapa proyek ini dibangun di lokasi tersebut? Ketiga, kalau memang tanah itu milik pemerintah, mana dasar kepemilikannya? Jangan sampai uang negara digunakan untuk membangun proyek di atas tanah yang ternyata masih menjadi hak warga,” ujar Kimung.

“Masa Lurah Karang Asem seolah tidak tahu? Proyek pemerintah bukan pekerjaan kecil yang tiba-tiba muncul tanpa proses. Siapa yang mengusulkan, siapa yang menentukan lokasi, dan siapa yang memastikan status lahannya?” kata Kimung.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh berlindung di balik label “proyek pemerintah” untuk mengabaikan hak atas tanah masyarakat.

“Pemerintah justru harus menjadi pihak pertama yang menghormati hukum dan hak kepemilikan warga. Jangan karena proyek menggunakan anggaran negara kemudian merasa bebas membangun di mana saja. Kalau memang ada transaksi jual beli atau pelepasan hak, tunjukkan dokumennya. Kalau tidak ada, dasar pemerintah menggunakan tanah tersebut apa?” tegasnya.

Kimung meminta agar pelaksanaan proyek tersebut dihentikan sementara sampai terdapat kejelasan mengenai status lahan.

“Kami meminta pekerjaan dihentikan dahulu. Jangan diteruskan sebelum jelas apakah memang sudah ada transaksi jual beli, pembebasan lahan, pelepasan hak, atau bentuk pengalihan hak lainnya dari pemilik kepada Pemerintah Kota Cilegon. Jangan sampai proyek sudah selesai, tetapi persoalan tanahnya justru menjadi perkara hukum,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah hukum apabila ditemukan adanya pembangunan di atas tanah warga tanpa dasar hak yang sah.

“Dalam waktu dekat kami akan menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat. Kami akan uji berdasarkan dasar hukum apa DPUPR membangun proyek tersebut di atas tanah yang diklaim milik orang lain tanpa persetujuan pemilik,” kata Kimung.

Menurutnya, ada sejumlah pertanyaan mendasar yang harus dijawab secara terbuka oleh DPUPR Cilegon dan pihak pelaksana proyek:

°°Siapa pemilik sah lahan tempat proyek dibangun?

°°Apakah ada izin atau persetujuan tertulis dari pemilik tanah?

°°Apakah Pemerintah Kota Cilegon pernah membeli atau membebaskan lahan tersebut?

°°Jika pernah, kapan transaksi dilakukan dan berapa nilai pembebasannya?

°°Mana dokumen jual beli, pelepasan hak, atau dokumen pengadaan tanahnya?

°°Siapa yang mengusulkan lokasi proyek tersebut?

°°Siapa yang melakukan verifikasi status dan batas-batas tanah sebelum proyek dimulai?

°°Atas dasar dokumen apa CV Gunung Pal berani melaksanakan pekerjaan di lokasi tersebut?

°°Apakah DPUPR telah memastikan lokasi pekerjaan benar-benar berada di atas aset pemerintah?

°°Jika semua prosedur telah dilakukan, mengapa masih muncul klaim dari warga bahwa tanah tersebut merupakan miliknya

Karena itu, Kimung meminta DPUPR Cilegon tidak sekadar memberikan jawaban normatif. Ia mendesak pemerintah membuka dokumen dan menjelaskan dasar hukumnya kepada publik.

“Kalau semuanya legal, sederhana saja: buka dokumennya dan jelaskan kepada masyarakat. Tetapi kalau doknumennya tidak ada, jangan memaksa proyek terus berjalan seolah persoalan ini tidak ada.

Kini publik menunggu jawaban DPUPR Cilegon dan CV Gunung Pal: proyek ini . ( Biro )

Kades Heriyanto Pimpin Musrembangdes Penggalang, Fokus Pembangunan 2027-2028

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com — Pemerintah Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Provinsi Banten menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes) dalam rangka Pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKPDes Tahun 2028.

Kegiatan yang digelar di Desa Penggalang tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh partisipasi.

Hadir dalam Musrembangdes tersebut dari unsur Muspika Kecamatan Ciruas yaitu Ibu Dewi Lestari dan Bapak Surpardi.

Turut hadir Kepala Desa Penggalang Bapak Heriyanto beserta *Sekdes dan seluruh staf Desa Penggalang.

Hadir pula dari Koramil Ciruas (Danramil), Ketua dan Anggota BPD Desa Penggalang, Ibu-ibu PKK, serta para Kader se-Desa Penggalang.

Musrembangdes ini menjadi forum strategis untuk menampung aspirasi masyarakat terkait prioritas pembangunan desa untuk tahun 2027 mendatang, serta menyusun Daftar Usulan untuk tahun 2028 yang akan dibawa ke tingkat Musrenbang Kecamatan.

Kepala Desa Penggalang, Bapak Heriyanto dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, BPD, PKK, kader dan masyarakat dalam membangun Desa Penggalang yang lebih maju.

Diharapkan hasil Musrembangdes ini dapat menghasilkan perencanaan yang tepat sasaran, transparan, dan benar-benar dibutuhkan masyarakat Desa Penggalang.

Acara berjalan lancar, tertib dan kondusif hingga selesai.

reporter ,nadir

Ribuan Warga Serang Ikuti GEMAR Senam & Jalan Sehat Bersama Prof. FAY

KOTA SERANG, Lensabanteninvestigasi.com – Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) Senam dan Jalan Sehat Bersama *Prof. Dr. Ir. H. Furtasan Ali Yusuf, SE.S.Kom., M.M berlangsung meriah dan penuh antusiasme pada Sabtu, 20 September 2026, pagi.

Ribuan peserta tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dari Alun-Alun Barat Kota Serang dan finish di Kampus FIKES (Fakultas Ilmu Kesehatan).

Kegiatan diawali pukul 06.00 WIB dengan Senam Sehat Bersama di Alun-Alun Barat Kota Serang yang dipimpin instruktur senam profesional. Setelah senam, ribuan peserta melanjutkan Jalan Sehat Bersama menempuh rute Alun-Alun Barat – Jl. Veteran – Jl. K.H. Abdul Hadi – dan finish di halaman Kampus FIKES.

Peserta terdiri dari mahasiswa FIKES, ibu-ibu PKK, komunitas senam, pelajar, hingga masyarakat umum Kota Serang.

Hadir langsung Prof. Dr. Ir. H. Furtasan Ali Yusuf, SE.,S.Kom., M.M* sebagai inisiator GEMAR, bersama jajaran civitas akademika FIKES, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah Kota Serang.

Dalam sambutannya, Prof. FAY mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebutuhan harian.

“Kita mulai dari Alun-Alun Barat, pusat keramaian warga, dan kita akhiri di FIKES, pusatnya ilmu kesehatan. Ini simbol, dari keramaian kita menuju kesadaran akan kesehatan. Sehat itu harus digerakkan bersama-sama,” tegas Prof. FAY disambut tepuk tangan meriah peserta.

Pemilihan rute dari Alun-Alun Barat Kota Serang sampai FIKES agar kampanye hidup sehat menjangkau pusat kota dan dunia kampus sekaligus. Selain itu, rute ini dinilai aman, tertib, dan mudah dijangkau warga.

Sepanjang jalan, peserta kompak mengenakan kaos GEMAR warna-warni sambil meneriakkan yel-yel hidup sehat. Petugas dari kepolisian dan Satpol PP turut mengawal jalannya kegiatan hingga berjalan tertib dan lancar.

Setibanya di FIKES, acara dilanjutkan dengan cek kesehatan gratis, pembagian doorprize, dan sarapan sehat bersama.

“Sangat seru, rutenya tidak terlalu jauh tapi berkeringat. Apalagi bisa kumpul bareng Prof. FAY dan teman-teman FIKES,” ujar Ani (21), mahasiswi FIKES dengan antusias.

Panitia menutup acara dengan harapan GEMAR Senam dan Jalan Sehat ini menjadi agenda rutin bulanan untuk membangun Kota Serang yang lebih sehat dan bugar.

Redaksi

Gebyar Maulid Nabi dan Syukuran Hafalan Al-Qur’an serta Kitab Digelar Ponpes Assubulussalam

SERANG.Lensabanteninvestigasi.com. – Pondok Pesantren Assubulussalam, Kampung Tegal Sapan RT 006/RW 002, Desa Petir, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menggelar Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus syukuran hafalan Al-Qur’an dan kitab, dengan mengusung tema “Meraih Sukses Dunia dan Akhirat Melalui Generasi Santri yang Berilmu.”

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Warga dari berbagai wilayah turut hadir mengikuti rangkaian acara sekaligus memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan berbagai hiasan dan kreasi yang dipersiapkan masyarakat. Selain menjadi bagian dari tradisi dalam memperingati Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, santri, dan keluarga besar Pondok Pesantren Assubulussalam.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa Petir, Kasi Perencanaan Wawan Munawar. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Kampung Tegal Sapan yang masih mempertahankan kegiatan keagamaan dan tradisi Maulid Nabi

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Kampung Tegal Sapan yang telah melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus syukuran hafalan Al-Qur’an dan kitab di Pondok Pesantren Assubulussalam,” ujarnya.

Sementara itu, Kiai Nasruddin MZ, Ketua Pondok Pesantren Assubulussalam, mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang kemeriahan acara, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi penerus.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi keagamaan sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang berilmu dan memiliki bekal untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
“Ini semata-mata untuk mengagungkan kelahiran Rasulullah SAW. Budaya seperti ini harus tetap kita pertahankan untuk anak cucu kita, sehingga setiap Maulid Nabi bisa terus menghadirkan tradisi seperti ini,” katanya.

Kegiatan Gebyar Maulid Nabi dan syukuran hafalan Al-Qur’an serta kitab tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para santri yang telah menyelesaikan hafalan dan pembelajaran keagamaan di Pondok Pesantren Assubulussalam.

(Reporter/Buhari)

Camat Tantang KNPI Terlibat Aktif Bangun Kasemen

SERANG.Lensabanteninvestigasi.com.- Camat Kasemen, Sugiri, mengajak jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kasemen untuk lebih aktif mengambil peran dalam pembangunan wilayah. Pemuda dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra pemerintah sekaligus penggerak berbagai potensi masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Sugiri dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kasemen yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kasemen, Jumat 18 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemuda Bersatu, Kasemen Maju.”

Menurut Sugiri, pembangunan Kecamatan Kasemen tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan organisasi kepemudaan diperlukan agar berbagai program pembangunan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Pemuda harus mengambil bagian dalam pembangunan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikut memberikan gagasan, kritik, sekaligus solusi bagi kemajuan Kasemen,” ujar Sugiri.

Ia berharap kepengurusan KNPI Kasemen ke depan mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

“Potensi pemuda di Kasemen sangat besar. Kalau bisa bersatu dan bergerak bersama, tentu akan memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Kecamatan Kasemen,” katanya.

Sugiri menjelaskan, ada lima kunci meraih sukses bagi pemuda. Yakni, Disiplin, konsisten, mindset, kerja cerdas dan kerja keras.

Ketua DPD KNPI Kota Serang, Fauzan Dardiri, mengatakan Muscam bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih atau menetapkan kepengurusan baru.

Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi momentum merumuskan agenda kepemudaan yang konkret dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Tema Pemuda Bersatu, Kasemen Maju harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. KNPI jangan berhenti pada aktivitas internal organisasi, tetapi harus hadir di tengah persoalan masyarakat,” kata Fauzan.

Ia mendorong KNPI Kasemen agar mampu menjadi ruang bersama bagi organisasi kepemudaan untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, perbedaan latar belakang organisasi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi pemuda untuk bekerja bersama.

“Yang kita butuhkan adalah energi persatuan. Pemuda boleh berbeda organisasi, berbeda latar belakang, tetapi ketika berbicara tentang kemajuan Kasemen, harus berada dalam satu barisan,” ujarnya.

Fauzan juga menekankan pentingnya pemuda terlibat dalam isu-isu strategis di Kasemen, mulai dari pengembangan ekonomi kepemudaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, lingkungan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Kasemen terpilih, Muhamad Alias, menyampaikan bahwa Muscam menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi kepemudaan di tingkat kecamatan.

“Harapannya, KNPI Kasemen ke depan semakin solid dan mampu menjadi rumah bersama bagi pemuda. Kita ingin pemuda tidak hanya berkumpul, tetapi juga menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Muscam KNPI Kasemen diharapkan melahirkan kepengurusan yang mampu menjalankan organisasi secara inklusif sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat “Pemuda Bersatu, Kasemen Maju”, KNPI Kasemen didorong tidak hanya menjadi wadah berhimpunnya pemuda, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan sosial yang ikut menggerakkan pembangunan di Kecamatan Kasemen.(RzK)

MIRIS! KETERBATASAN RUANG KELAS, ANAK-ANAK BELAJAR DI LANTAI, BERDESAK-DESAKAN DI PONPES AL-MUTA’ALIMIN NUR AMALIYAH CIREUNDEU PETIR

Serang,Lensabanteninvestigasi. com – Potret memprihatinkan dunia pendidikan terlihat di Yayasan Pondok Pesantren Al-Muta’ Alimin Nur Amaliyah, Kp. Cikodongdong RT/RW 011/003, Desa Cireundeu, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang – Banten.*

Pantauan Tim Investigasi Lensa Banten di lokasi, keterbatasan ruang kelas membuat anak-anak belajar di lantai dan berdesak-desakan.

Dari video yang direkam, terlihat bangunan pondok masih didominasi bangunan bilik bambu dengan anyaman motif“. Bangunan permanen hanya satu unit dua lantai warna hijau tosca, yang tidak sebanding dengan jumlah santri yang membludak.

Di foto dokumentasi, puluhan santri putra dan putri terlihat berkumpul berdesakan di halaman sempit, menunjukkan betapa minimnya fasilitas ruang belajar yang layak.

Kondisi ini jelas sangat mengganggu proses belajar mengajar. Anak-anak yang seharusnya belajar dengan nyaman di atas meja kursi, harus rela lesehan di lantai yang berdebu.

Pihak yayasan dengan Nomor AHU 002285.AH.01.04 ini diketahui terus bertahan memberikan pendidikan agama meski dengan segala keterbatasan.

Masyarakat dan wali santri berharap ada perhatian serius dari:

“Kementerian Agama Kab. Serang” “Dinas Pendidikan Kab. Serang
“Pemerintah Kabupaten Serang dan para donatur

Agar ada bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk Ponpes Al-Muta’ Alimin Nur Amaliyah, sehingga anak-anak tidak lagi belajar di lantai dan berdesak-desakan.

Pendidikan adalah hak semua anak bangsa, termasuk santri di pelosok Desa Cireundeu.

reporter/Buhari

PEKERJAAN JIT DI DESA PENGGALANG DISINYALIR DIKERJAKAN ASAL JADI – KONDISI FISIK RETAK & PECAH

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, disorot warga. Dari hasil pantauan tim investigasi di lapangan, kondisi fisik pekerjaan disinyalir dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Dari papan informasi proyek yang terpasang, diketahui:

Kegiatan:Penyedia dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian
Pekerjaan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier
Kelompok Tani: Mandiri Tani
Lokasi: Desa Penggalang, Kec. Ciruas
Pelaksanaan:Agustus 2026
Tahun Anggaran:
2026
Sumber Dana:APBN 2026
Nilai Pagu: Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)

FAKTA TEMUAN DI LAPANGAN
Awak media LBI turun langsung pada Sabtu, 12 September 2026 Pukul 14:11 WIBdi Jl. Ciptayasa, Penggalang, Kec. Ciruas, Kab. Serang.

Hasil investigasi menemukan 7 kejanggalan serius:

  1. Dinding Saluran Retak & Keropos:Terlihat jelas dinding plesteran irigasi sudah retak-retak, pecah, dan acian mengelupas padahal baru selesai dikerjakan.
  2. Kualitas Adukan Dipertanyakan: Campuran semen terlihat tidak solid, berpori dan mudah rontok, diduga tidak sesuai Spek dan RAB.
  3. Pondasi Terendam Lumpur:* Saluran masih tergenang air dan lumpur, namun proses finishing tetap dipaksakan.
  4. Pemasangan Material Saat Ada Air:Pemasangan batu tetap dilakukan saat kondisi berair, yang jelas menyalahi teknis pekerjaan irigasi.
  5. Penggunaan Semen Rajawali 40 Kg:Diduga tidak sesuai dengan harga satuan dan spek yang ada di RAB.
  6. Pekerja Tidak Menggunakan APD:Sebagian besar pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) standar K3.
  7. Minim Pengawasan:Tidak terlihat adanya pengawasan dari pihak konsultan pendamping maupun ketua Poktan di lokasi.

Kondisi ini sangat disayangkan karena proyek dengan nilai 100 juta yang seharusnya membantu petani mengalirkan air ke sawah, justru dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan jebol saat musim hujan.

HASIL KONFIRMASI
Saat dikonfirmasi di lokasi, Sabit selaku mandor mengatakan:
_”Saya disini mandor pekerja dan ketua Poktan nya Jajuli, untuk semen kita gunakan semen Rajawali dan sesuai kang, APD tidak ada anggarannya, cek saja kang, langsung saja ketemu Pak Jajuli jam segini mungkin ada di rumah”

Awak media kemudian mencoba mendatangi Jajuli selaku Ketua Poktan Mandiri Tani. Sangat disayangkan ucapan Jajuli begitu arogan. Ia mengatakan:
“Mau apa kesini, ada apa, kalau sudah ketemu mau ngapain,” ucapnya sambil meninggalkan awak media.

DESAKAN KONTROL SOSIAL
Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak:

1.Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Serang selaku penanggung jawab kegiatan agar segera turun sidak dan evaluasi pekerjaan Poktan Mandiri Tani.
2.Kementerian Pertanian RI agar tidak melakukan pencairan 100% sebelum ada perbaikan dan hasil pekerjaan sesuai mutu.
3.Aparat Pengawas (Inspektorat & Kejari Serang)diminta untuk memeriksa dugaan ketidaksesuaian spek yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Sampai berita ini ditayangkan, pihak Kepala Desa Penggalang belum berhasil dikonfirmasi.

RED/TIM

HUT Desa Sindangheula ke-47 Resmi Dibuka, Dua Pekan Warga Disuguhkan Beragam Hiburan

Serang,lensabanteninvestigasi com– Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Sindangheula ke-47 tahun 2026 resmi dibuka. Pembukaan berlangsung meriah di lingkungan wahana pasar malam, tepat di depan Bendungan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Minggu malam (13/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., MM, Camat Pabuaran, Ketua dan anggota BPD, Kapolsek Pabuaran beserta unsur Muspika Kecamatan Pabuaran, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Suasana semakin semarak dengan hadirnya masyarakat yang menikmati berbagai wahana hiburan dan bazar yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Desa Sindangheula.

Kepala Desa Sindangheula Suheli mengatakan, kegiatan pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian peringatan HUT Desa Sindangheula ke-47 yang akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan, mulai 11 hingga 28 September 2026.

“Pembukaan ini semata-mata untuk menandakan bahwa rangkaian kegiatan HUT Desa Sindangheula ke-47 tahun 2026 telah dimulai. Kegiatan ini kami persembahkan untuk memberikan hiburan dan kebahagiaan kepada seluruh masyarakat Desa Sindangheula,” ujar Suheli.

Menurutnya, peringatan HUT desa tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dengan masyarakat.

Dalam rangkaian HUT Desa Sindangheula ke-47, Pemerintah Desa Sindangheula telah menyiapkan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya pasar malam dan bazar UMKM, gerak jalan pelajar dan umum, pengajian tabligh akbar, haflah tilawatil Quran, pentas seni, senam kreasi, lomba sambatan Ketua RT, RW dan Ketua Pemuda, cukur gratis, santunan anak yatim, jalan sehat dan pembagian doorprize, hingga konser musik band.

Rangkaian kegiatan kemudian akan ditutup dengan acara penutupan sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang lomba. Pada kegiatan penutupan tersebut, rencananya akan turut hadir Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

Sementara itu, Kapolsek Pabuaran AKP Doel Hak dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sindangheula yang telah menggelar berbagai kegiatan untuk memberikan hiburan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan seluruh panitia dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, serta ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Sindangheula yang telah memberikan hiburan dan kebahagiaan kepada masyarakat. Tetapi kami juga mengimbau kepada panitia dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketertiban, saling menghargai, serta memperhatikan hal-hal yang dapat menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan,” kata AKP Doel Hak.

Ia mengingatkan, lokasi kegiatan yang ramai akan mempertemukan masyarakat dengan berbagai karakter. Karena itu, menurutnya, sikap saling menghargai dan menjaga ketertiban menjadi tanggung jawab bersama. Dengan dibukanya rangkaian HUT Desa Sindangheula ke-47 ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati seluruh kegiatan dengan penuh kegembiraan, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan warga.

Air Kehidupan Dari Hati Yang Peduli! Kapolsek Petir Hadiahkan Sumur Bor Untuk Santri Ponpes Dawatul Qoiriah

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com.- Jika air adalah sumber kehidupan, maka hari ini Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH telah menghadirkan kehidupan itu untuk puluhan santri.

Di tengah teriknya siang, Rabu 16 September 2026 pukul 14.05 WIB, tetesan air jernih untuk pertama kalinya mengalir deras di Pondok Pesantren DawatulQoiriah, Kp. Tegal Sapan RT 06/02 Desa Petir. Bukan dari bantuan instansi besar, tapi dari hati tulus seorang Kapolsek Petir.

Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH turun langsung ke pesantren bersama jajaran, memastikan bor air yang ia bantu benar-benar mengalir dan bisa digunakan santri untuk wudhu, mandi dan mengaji.

Saya tidak ingin santri kesulitan air bersih. Mereka adalah generasi penerus bangsa, penjaga agama. Selagi saya bisa bantu, saya bantu. Ini bukan soal jabatan, ini soal kemanusiaan, ucap AKP Priyanto dengan penuh ketulusan di hadapan para santri.

Air Kehidupan Dari Hati Yang Peduli! Kapolsek Petir Hadiahkan Sumur Bor Untuk Santri Ponpes DawatulQoiriah
Momen mengharukan terjadi saat air pertama kali menyembur kencang. Para santri bersorak, Ustadz Oji Pimpinan Ponpes tak kuasa menahan haru.

Kami tidak bisa membalas apa-apa Komandan. Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga Bapak Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH selalu diberi kesehatan, kelancaran tugas, dan keberkahan. Air ini akan jadi amal jariyah yang tak pernah putus, tutur Ustadz Oji.

Kini tak ada lagi cerita santri harus antre air. Tak ada lagi wudhu dengan air seadanya. Dari tangan dingin Kapolsek Petir, mengalir harapan, mengalir keberkahan untuk masa depan santri.

Hadir mendampingi Kapolsek, Kasium Kanit Binmas, Kanit Samapta dan seluruh santri Ponpes DawatulQoiriah.

Inilah sosok Polri yang sesungguhnya. Dekat dengan umat, peduli dengan santri

Momen mengharukan terjadi saat air pertama kali menyembur kencang. Para santri bersorak, Ustadz Oji Pimpinan Ponpes tak kuasa menahan haru.

Kami tidak bisa membalas apa-apa Komandan. Hanya doa yang bisa kami panjatkan. Semoga Bapak Kapolsek Petir AKP Priyanto, SH selalu diberi kesehatan, kelancaran tugas, dan keberkahan. Air ini akan jadi amal jariyah yang tak pernah putus, tutur Ustadz Oji.

Kini tak ada lagi cerita santri harus antre air. Tak ada lagi wudhu dengan air seadanya. Dari tangan dingin Kapolsek Petir, mengalir harapan, mengalir keberkahan untuk masa depan santri.

Hadir mendampingi Kapolsek, Kasium.Kanit Binmas, Kanit Samapta dan seluruh santri Ponpes DawatulQoiriah

Inilah sosok Polri yang sesungguhnya. Dekat dengan umat, peduli dengan santri.

Redaksi (Buhari)

PULUHAN TAHUN TERGELETAK DI AMBEN BAMBU! NENEK NURIJAH DI CIKEUSAL HIDUP LUMPUH TANPA BANTUAN APAPUN

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Kisah pilu dialami Ibu Nurijah, seorang nenek lumpuh yang tinggal di Desa Cikesal, Kecamatan Cikesal, Kabupaten Serang. Puluhan tahun lamanya beliau hanya bisa tergeletak di atas amben bambu karena tidak memiliki kasur layak.

Rumah yang ditempati bersama suami Hasan Basri pun sangat tidak layak. Dinding dan atap serba rusak, kamar hanya berisi 1 buah amben bambu sebagai alas tidur.

TIDAK PERNAH DAPAT BANTUAN
Selama ini kehidupan keduanya hanya menggantungkan belas kasih dari warga dan saudara terdekat. Hasan Basri tidak bekerja, makan sehari-hari pun dari pemberian orang.

“Kami ingin pak membawa istri ke puskesmas atau dokter. Namun kita keterbatasan uang untuk biaya berobat” ujar Hasan Basri dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga juga mengaku sedih. “Kami g tau pak harus kemana sedangkan nenek saya tidur saja pake alas bambu. Sedih pak melihat keadaan ibu Nurijah” kata keluarga sambil menangis.

Ironisnya, jarak rumah Ibu Nurijah hanya kurang lebih 1 KM dari UPT Puskesmas Cikesal*. Namun selama ini tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah desa, kecamatan, maupun puskesmas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cikesal “Majong” menjelaskan bahwa bantuan untuk Ibu Nurijah belum pernah diterima.
*Insya allah pak bantuan akan saya koordinasikan dengan Kesos Fauji” ucap Kades kepada awak media.

Pihak keluarga dan warga berharap setelah pemberitaan ini ada perhatian serius dari UPT Puskesmas Cikesal, Kecamatan Cikesal, Dinsos Kab. Serang, dan Pemerintah Desa Cikesal*.

  1. Dinsos Kab. Serang* segera turun untuk mendata dan memberikan bantuan kasur, sembako, serta bedah rumah.
  2. UPT Puskesmas Cikesal* melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengurus BPJS/KIS bagi Ibu Nurijah.
  3. Pemerintah Desa & Kecamatan* jangan tutup mata. Warga yang paling rentan harus jadi prioritas.

“Bersih itu sebagian dari iman. Tapi peduli pada yang lemah adalah bukti nyata iman itu”

Reporter/buhari