Sindangheula Tampilkan Inovasi Lingkungan dan Ketahanan Pangan dalam Penilaian BBGR Kabupaten Serang 2026

Serang,Lensabanteninvestigasi.com. – Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, menampilkan berbagai inovasi unggulan dalam Penilaian Lomba Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) Kabupaten Serang Tahun 2026, Rabu (2/9/2026).

Desa Sindangheula menjadi salah satu dari tiga desa yang dipercaya mewakili Kecamatan Pabuaran dalam ajang BBGR Kabupaten Serang 2026, bersama Desa Pasanggrahan dan Desa Pabuaran.

Kedatangan tim juri disambut langsung Kepala Desa Sindangheula Suheli bersama jajaran perangkat desa. Dalam kesempatan tersebut, Suheli memaparkan berbagai program, kegiatan serta inovasi yang selama ini dikembangkan bersama masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan lingkungan berbasis gotong royong. Desa Sindangheula memiliki program Bank Sampah yang mendorong masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Tidak berhenti pada pengumpulan sampah, masyarakat juga didorong untuk mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna, salah satunya paving block.

Inovasi lainnya adalah pemanfaatan kain bekas menjadi pot bunga, budidaya maggot, budidaya ikan lele serta pembuatan pupuk kompos. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Sindangheula membangun lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.

Dalam penilaian tersebut, tim juri tidak hanya mendengarkan pemaparan pemerintah desa, tetapi juga melihat secara langsung sejumlah lokasi dan inovasi yang menjadi bagian dari penilaian BBGR.

Salah satu juri BBGR, Widodo, menilai Desa Sindangheula cukup kreatif dalam mengembangkan berbagai program.

Menurutnya, selain pengelolaan sampah, Desa Sindangheula juga memiliki sejumlah kegiatan produktif seperti budidaya ikan, kebun sayuran dan cabai, serta pengembangan desa berbasis digital.

“Untuk kreativitas, kita melihat Desa Sindangheula ini cukup kreatif. Mulai dari pengelolaan sampah, budidaya ikan, kebun sayuran dan cabai, kemudian desanya juga sudah masuk desa digital,” ujar Widodo.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., MM mengatakan keikutsertaan dalam lomba BBGR bukan semata-mata untuk mengejar predikat juara, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan hasil kerja dan semangat gotong royong masyarakat.

“BBGR ini bagi kami bukan hanya perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana semangat gotong royong masyarakat terus hidup dan menjadi bagian dari pembangunan Desa Sindangheula,” kata Suheli.

Ia menjelaskan, berbagai inovasi yang ditampilkan merupakan hasil dari upaya pemerintah desa bersama masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Sampah jangan hanya dianggap sebagai masalah, tetapi bisa kita kelola menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Suheli berharap berbagai program yang telah berjalan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap apa yang sudah kita lakukan bersama ini tidak berhenti karena adanya penilaian. Setelah lomba selesai, gotong royong, kebersihan, pengelolaan sampah dan inovasi masyarakat harus tetap berjalan. Karena tujuan akhirnya adalah menjadikan Sindangheula sebagai desa yang maju dan warganya bahagia,” tutur Suheli.

Penilaian BBGR Kabupaten Serang sendiri mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi, kebersihan, keindahan, keamanan, keharmonisan, keguyuban masyarakat hingga kreativitas dan inovasi desa.

Turut hadir Plt. Camat Pabuaran, Muhamad Hamimi, Sekretaris Kecamatan beserta staf, Ketua BPD Amin Rohani, Direktur Bumdes, Ketua PKK Desa Sindangheula beserta pengurus, Ketua RT, LPM, Kader Posyandu dan Perwakilan Masyarakat. (Admin

Warga Sakit Menahun Belum Tersentuh Bansos, Keluarga Minta Perhatian Pemerintah

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.- Derita seorang warga Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang Sulastri belum juga mendapat perhatian dari pemerintah. Sudah bertahun-tahun menderita sakit menahun, ia dan keluarga hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Ironisnya, rumah Sulastri berada tepat di depan rumah Ketua RT dan bertetangga dengan anggota BPD Desa Sindangheula. Namun hingga September 2026, ia belum pernah menerima bantuan sosial apapun.

Suami Sulastri sehari-hari bekerja sebagai tukang becak dengan penghasilan tidak menentu. Penghasilan dari becak jangan kan buat berobat, buat makan saja hanya cukup seadanya.

“Padahal pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk warga miskin. Tapi sampai saat ini manfaat program bantuan dari pemerintah belum kami rasakan,” ujar keluarga Sulastri saat ditemui, Selasa 2 September 2026.

Keluarga berharap Sulastri bisa terdaftar sebagai penerima bantuan PKH, BPNT, dan PBI Kesehatan. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan beban pengobatan dan kebutuhan pokok.

Dengan adanya pemberitaan ini, keluarga Sulastri berharap dapat menggugah kesadaran pemerintah terkait, terutama Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, dan Dinas Sosial Kabupaten Serang agar segera melakukan pendataan dan memperjuangkan hak Sulastri untuk mendapatkan bantuan sosial yang tepat sasaran.

“Bantuan sosial sangat kami harapkan. Kami mohon pemerintah desa bisa membantu mengusulkan,” pungkasnya.

Diharapkan dengan adanya kasus ini, pemerintah dapat meningkatkan pelayanan kerja dan peka terhadap masyarakat yang perlu dibantu agar tidak ada lagi warga miskin yang terlewat dari program bantuan sosial.

Semoga dari pihak desa dan para pendamng PKH/PBI segera turun meninjau untuk memverifikasi data ibu Sulastri

Hingga berita ini diturunkan, pihak Desa Sindangheula belum memberikan keterangan resmi terkait status Sulastri dalam DTKS.

Reporter:Suta

Peduli Terdampak Kemarau DPC Partai Pan Kecamatan Petir Salurkan 25.0000 Liter Air Bersih Untuk 4 Desa seKecamatan Petir

Serang,Lensabanteninvestigasi.com.Memasuki puncak musim kemarau yang menyebab kan kekeringan di beberapa wilayah partai pan kecamatan petir kabupaten serang propinsi Banten hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih 25.000 liter pada 4 desa sekecamatan petir kabupaten serang kamis tanggal //03/09/2026

Sebanyak 25.0000 liter air bersih di kontribusi kan langsung ke rumah rumah warga di 4 desa yang terdampak ya itu

1desa Kubang jaya :10.000 liter
2desa negara padang:5000liter
3desa Sindang sari :5000liter
4desa pada suka: 5000liter

Kegiatan ini turut di hadiri oleh sekretaris. Dpc Pan kecamatan petir Dede Rukmana ,
Seketaris DPC pan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian partai pan terhadap kesulitan air bersih yang di alami warga

“Air bersih adalah kebutuhan. Dasar di tengah musim kemarau.banyak warga yang kesulitan mendapatkan air melalui baksos ini kami ingin meringankan beban masyarakat dan tetap memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari hari” ujar Dede Rukmana saat di wawancara awak media di lokasi kegiatan

Antusiasme warga sangat tinggi. Warga pun mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang di berikan dan perhatian

“Alhamdulillah pak sangat berterima kasih kepada partai pan DPC petir dan jajaran yang sudah peduli dengan kami ucapkan salah satu warga desa kami

Kegiatan yang selesai pukul 12 : 20 wib berlangsung aman dan tertib dan lancar

Di tengah musim kemarau menghimbau kepada seluruh masyarakat agar hemat menggunakan air bersih. Tambah nya”

Reporter kaperwil Banten( Buhari )

Kecamatan Petir Sosialisasikan D’SSO, Dorong Pelayanan Desa Lebih Cepat, Efisien, dan Aman

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com. – Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sosialisasi Digital Signature Smart Office (D’SSO) yang dilaksanakan di Kecamatan Petir pada Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Petir beserta aparatur terkait, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Serang.


Sosialisasi difokuskan pada penerapan D’SSO dalam pengelolaan surat masuk dan surat keluar melalui aplikasi SRIKANDI, sehingga proses administrasi pemerintahan dapat dilaksanakan secara digital, lebih cepat, tertib, terdokumentasi, serta mudah ditelusuri.


Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Petir, Sinta Aslifiani Harjani, S.T., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penerapan D’SSO merupakan bagian dari upaya Kecamatan Petir dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“D’SSO diharapkan dapat membantu kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih cepat dan efisien. Dengan pemanfaatan tanda tangan elektronik, proses administrasi tidak lagi terkendala keberadaan pejabat secara fisik. Selain itu, dokumen elektronik menjadi lebih aman, dapat diverifikasi keasliannya, dan lebih sulit untuk dipalsukan,” ujar Camat Petir.


Menurutnya, transformasi digital bukan hanya sekadar mengganti dokumen kertas menjadi dokumen elektronik, tetapi juga mengubah pola kerja pemerintahan agar semakin cepat, efektif, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Melalui implementasi D’SSO, Kecamatan Petir menargetkan terciptanya sistem persuratan yang terintegrasi mulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Pemanfaatan aplikasi SRIKANDI untuk pengelolaan surat masuk dan surat keluar diharapkan dapat mendukung tertib administrasi dan kearsipan, sekaligus mempercepat proses pelayanan pemerintahan.


Seluruh Kepala Desa Tandatangani Komitmen
Sebagai bentuk keseriusan dalam implementasi D’SSO, kegiatan sosialisasi juga dirangkaikan dengan penandatanganan surat komitmen oleh seluruh kepala desa se-Kecamatan Petir.
Melalui komitmen tersebut, seluruh kepala desa menyatakan kesiapan untuk mendukung dan menggunakan Digital Signature Smart Office (D’SSO) dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan di wilayah desa masing-masing.


Camat Petir, Sinta Aslifiani Harjani, S.T., M.H., mengapresiasi komitmen seluruh kepala desa dan berharap penerapan D’SSO tidak berhenti hanya pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan desa.
“Komitmen hari ini menjadi langkah bersama untuk membangun pemerintahan desa yang lebih modern. Harapannya, D’SSO dapat diterapkan secara konsisten sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, cepat, aman, dan akuntabel,” tegasnya.


Ia juga berharap penerapan D’SSO dapat menjadi salah satu inovasi dalam mendukung terwujudnya Smart Office dan ekosistem pemerintahan desa berbasis digital, sekaligus menjadi model pengembangan pelayanan administrasi berbasis digital yang dapat direplikasi lebih luas di Kabupaten Serang.
Dengan semangat “D’SSO Petir: Digitalisasi Administrasi, Pelayanan Lebih Cepat, dan Dokumen Lebih Aman,” Kecamatan Petir menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi menghadirkan pelayanan pemerintahan yang modern dan berkualitas.


Reporter: Kaperwil Banten – Buhari

SENGKETA LAHAN DI DESA MEKAR BARU: PEMILIK SHM KAGET RUMAH BEDAH DIBANGUN DI ATAS TANAHNYA

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Sengketa lahan kembali terjadi di Kabupaten Serang. Kali ini menimpa Ali, warga Kp. Lembur Jati RT 07/03, Desa Mekar Baru, Kecamatan Petir.

Ali kaget saat mengetahui tanah miliknya seluas 400 meter dibangun rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah pada tahun 2024. Padahal Ali mengaku tidak pernah tanda tangan dan tidak pernah menerima manfaat apapun.

KRONOLOGI MENURUT PEMILIK LAHAN
Menurut Sarkim yang mewakili keluarga, tanah tersebut adalah warisan dari ibunya yang diperuntukkan untuk Ali. Legalitas tanah pun sudah kuat berupa Sertifikat Hak Milik / SHM.

“Betul tanah seluas 400 meter membenarkan adalah milik Ali. Yang saat ini ditempati oleh pihak Emah,” ujar Sarkim.

Sementara itu Ali mengaku keberatan. Ia tidak pernah mengetahui dan tidak pernah dimintai persetujuan terkait pembangunan rumah tersebut.

“Ali pun tidak pernah di minta tanda tangan oleh pihak siapapun dan tiba-tiba sudah ada bangunan. Sedangkan tanah itu milik kami,”_ ucap Ali saat diwawancara Tim Lensa Banten Investigasi.

Saat ini rumah hasil program bedah rumah itu ditempati oleh Emah, bukan oleh pemilik sah tanah.

Ali meminta Pemerintah Desa Mekar Baru segera menyelesaikan sengketa ini agar tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari.

“Ali pun meminta pihak desa untuk segera menyelesaikan prihal sengketa tanah yang di miliki oleh Ali dan berharap penyelesaian ini segera tuntas,”tegasnya.

Reporter: Kaperwil Banten (Buhari)

Selamat Ulang Tahun ke-47 AKBP Fadilah Jajuli, S.I.P., M.I.P., Plt. Wadir Intelkam Polda Banten

Serang, 2 September 2026,Lensabanteninvestigasi.com . -Penuh rasa hormat dan bangga disampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-47 kepada Bapak AKBP Fadilah Jajuli, S.I.P., M.I.P., Pejabat Pelaksana Tugas Wakil Direktur Intelkam Polda Banten. Perjalanan pengabdian yang telah dilalui senantiasa diwarnai dedikasi tinggi, keteladan,

serta kewibawaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas di wilayah hukum Polda Banten. Di momen istimewa ini, doa tulus teriring menyertai langkah beliau: semoga senantiasa dikaruniai kesehatan yang prima, umur panjang, kekuatan, serta kebijaksanaan yang semakin mekar dalam memikul,
jawab tugas. Semoga semangat pengabdian tak pernah padam, pikiran senantiasa jernih dalam mengambil keputusan, dan senantiasa dilingkungi keberkahan dalam setiap upaya membina persatuan dan kedamaian masyarakat Banten. Semoga pula prestasi, kinerja, dan sinergitas yang terjalin erat membawa organisasi kepolisian semakin kokoh dipercaya oleh rakyat. Selamat merayakan hari lahir, semoga tetap menjadi teladan yang inspiratif bagi rekan-rekan kerja dan masyarakat luas.

TELADANI AKHLAK RASULULLAH, SMAN 1 CIOMAS GELAR PERINGATAN MAULID NABI 1448 H

SERANG.LENSABANTENINVESTIGASI.COM – SMAN 1 Ciomas memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan khidmat dan penuh semangat. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026 di Jl. Raya Ciomas No. 1 RT. 011/06, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang.

Peringatan Maulid tahun ini mengusung tema “Menguatkan karakter remaja melalui keteladanan Rasulullah SAW untuk menjadi generasi yang cerdas dan menginspirasi”.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, tausiah agama, dan doa bersama. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan untuk meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW.

Selain peringatan Maulid, SMAN 1 Ciomas juga menggelar perlombaan Sambung Ayat antar kelas. Lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas.

Kepala SMAN 1 Ciomas dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid bukan hanya seremoni, melainkan momentum untuk menginternalisasi nilai-nilai Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

“Kami ingin melahirkan generasi SMAN 1 Ciomas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak mulia, dan menginspirasi sesuai teladan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada pemenang lomba Sambung Ayat dan doa bersama untuk keberkahan sekolah, siswa, dan bangsa.(RzK)

Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten Buka PBAK 2026 dengan Mengheningkan Cipta dan Doa Bersama untuk Masyarakat Terdampak Bencana

Serang, 1 September 2026,Lensabanteninvestigasi.com— Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Tahun 2026 resmi dimulai pada Selasa (1/9). Pembukaan PBAK tahun ini diawali dengan mengheningkan cipta dan doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, dan Aceh.

Suasana khidmat terasa ketika ribuan mahasiswa baru UIN SMH Banten bersama-sama menundukkan kepala dan mengikuti doa untuk masyarakat yang terdampak bencana. Momen tersebut menjadi pesan awal bahwa kehidupan sebagai mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan aktivitas akademik, tetapi juga menuntut kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang terjadi di tengah masyarakat.

Pembukaan PBAK turut dihadiri oleh Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten 2026, Muhammad Syahid, yang hadir langsung di tengah ribuan mahasiswa baru. Kehadiran Presiden Mahasiswa dalam pembukaan tersebut menjadi bagian dari upaya DEMA UIN SMH Banten untuk membangun semangat kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada kehidupan kampus, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat dan bangsa.

Muhammad Syahid mengatakan bahwa mengawali PBAK dengan mengheningkan cipta dan doa bersama merupakan pesan penting bagi mahasiswa baru tentang bagaimana seharusnya mahasiswa menempatkan dirinya di tengah masyarakat.

«“PBAK bukan sekadar seremoni untuk memperkenalkan kampus kepada mahasiswa baru. Sejak hari pertama, kami ingin menanamkan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial. Ketika saudara-saudara kita di berbagai daerah sedang menghadapi musibah, maka sudah sepatutnya kita hadir melalui doa, kepedulian, dan solidaritas,” ujar Syahid.»

Menurut Syahid, menjadi mahasiswa berarti memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sekaligus tanggung jawab untuk menggunakan pengetahuan tersebut bagi kepentingan masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya aktif di ruang kelas, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Mahasiswa harus belajar untuk tidak hanya melihat apa yang terjadi di dalam kampus, tetapi juga apa yang terjadi di luar kampus. Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama dengan kemanusiaan,” lanjutnya.

Rangkaian PBAK UIN SMH Banten 2026 selanjutnya akan diisi dengan berbagai agenda pengenalan kehidupan akademik, kelembagaan mahasiswa, lingkungan kampus, serta wawasan kemahasiswaan. Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal lingkungan akademiknya sekaligus memahami peran dan ruang pengembangan diri sebagai mahasiswa.

Bagi DEMA UIN SMH Banten, pembukaan PBAK dengan mengheningkan cipta dan doa bersama menjadi simbol bahwa langkah pertama mahasiswa baru di perguruan tinggi harus dimulai dengan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan sebagai mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga tentang bagaimana ilmu, keberanian, dan kepedulian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

PBAK UIN SMH Banten 2026 pun dimulai dengan pesan sederhana: menjadi mahasiswa berarti belajar untuk peduli, bergerak, dan hadir di tengah persoalan bangsa.

Redaksi

Warga Miskin di Desa Tambiluk Kecamatan Petir Kabupaten Serang Tinggal di Rumah Gubug  Yang Tidak Layak Huni

Serang ,Lensabanteninvestigasi.com.– Surtini    warga kp.pabuaran RT 12/005 desa tambiluk kecamatan petir  sangat membutuhkan uluran tangan  dan perhatian khusus  dari pemerintah setempat*

  Sungguh. Miris warga kp Pabuaran kecamatan petir  kabupaten serang yang sangat memperhatikan dan butuh uluran tangan. Dari pemerintah setempat. Surtini  kesehariannya hanya ibu rumah tangga     yang  hidup bertahun  tahun di rumah gubuk sekamar.  dan hidup serba kekurangan kondisi rumah nya  sangat memperhatikan hanya bangunan sperti gubug yang tidak layak huni

Kehidupan yang serba kekurangan iya jalanin   yang usaha serabutan dan sebagai ibu rumah tangga Isak tangis tangis ibu Surtini  yang sangat membutuhkan  Uluran tangan dari pemerintah setempat.

mengharap bantuan . Dari pemdes setempat namun Surtini sudah puluhan tahun dan sampai saat ini belum pernah di realisasikan oleh pemerintahan

Karena ketidak kemampuan ibu Surtini   juga tidak mampu membangun rumah nya. Untuk makan sehari hari pun mereka kesulitan Jangan kan untuk mem bangun rumah pak. buat makan aja kita  masih susah ucap seorang warga setempat    saat di wawancara awak media  Surtini pun hanya kerja kuli cuci baju dan menyetrika di rumah tetangga nya

Saat ini penghasilan   yang tidak menentu dan tidak  ada untuk biaya  membangun rumah yang beliau tempati.  hanya bisa berharap satu satu nya rumah nya bisa di bedah ucap warga setempat

Melihat ke adaan rumah ibu  Surtini yang tinggal di rumah seperti gubug  dengan  mengharapkan batuan  bedah rumah  padahal kondisi rumah nya  sangat tidak layak huni 

Dan saat ini hanya menempati rumah  yang di hantui ketakutan. Jika sewaktu waktu akan roboh . Tetangga sekitar pun melihat nya sungguh miris dengan nasib ibu Surtini

anak  dari Surtini  pun mengharapkan bantuan uluran tangan dari  kepala desa tambiluk    dan perkim kabupaten serang  dan kacamatan hingga pemerintahan setempat  agar bisa hidup dengan layak  dan mempunyai tempat tinggal.

Kami berharap  pemerintah desa. Daerah dan pusat jangan tutup mata akan hal tersebut kalo bukan dari pemerintah  lantas dari siapa lagi.kalo bukan dari bantuan pemerintah

Surtini hanya bisa berharap pemerintah agar  bisa untuk  membantu perbaikan rumah yang kami huni.
Rumah kami sudah hampir rubuh  dan menghawatirkan   kami sangat sedih pak kami tidak punya rumah  dan kami berharap rumah kami di bangun dan dapat perhatian dari pemerintah  ucap  warga setempat saat

*Rumah kami gubug pak. dan tidak ada kamar mandi atau dapur dan sering di hantui rasa ketakutan jika sewaktu waktu  rumah kita rubuh tambah tambah Surtini

(Reporter: kaperwil Banten Buhari)

PERNYATAAN SIKAP AWAK MEDIA LENSA BANTEN INVESTIGASI DALAM MELAKSANAKAN MONITORING PROYEK P2SP 2026

Serang,Lensabanteninvrstigasi.com.- Awak Media Lensa Banten Investigasi dalam melaksanakan Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Revitalisasi Satuan Pendidikan P2SP Tahun 2026 berdasarkan SOP.

Demikian diungkapkan Awak Media Lensa Banten Investigasi di sela-sela Tim Investigasi melaksanakan monitoring di salah satu sekolah di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, baru-baru ini.

Awak Media Lensa Banten Investigasi dalam melaksanakan tugas sudah dibekali oleh Pimpinan tentang Tata Cara Pelaksanaan untuk melaksanakan kegiatan Kontrol Sosial yang lazim disebut SOP berdasarkan UNDANG-UNDANG NO. 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS.

Selain itu kami pun memahami apa tugas PANITIA PEMBANGUNAN SATUAN PENDIDIKAN (P2SP) termasuk tanggung jawab masing-masing panitia.

Dengan demikian hasil investigasi kami dalam melaksanakan tugas sesuai temuan dan fakta di lapangan mudah-mudahan akurat.

RED/TIM LENSA BANTEN INVESTIGASI