Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Dilantik Jadi Kapolri, Langsung Umumkan 7 Program Prioritas 2026–2029

Jakarta, Lensabanteninvestigasi.com. – Presiden resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Tak menunggu lama, pria yang dikenal tegas itu langsung tancap gas. Di hari-hari awal jabatannya, ia mengumumkan visi besar dan tujuh program prioritas yang akan menjadi kompas Polri untuk periode 2026–2029.
Mengusung semangat “Tegas pada kejahatan, patuh pada hukum”, Suyudi menegaskan komitmennya mengawal arahan Presiden lewat langkah terukur dan kolaboratif.
Gebrakan pertamanya jelas: lima fokus penindakan kejahatan yang selama ini meresahkan masyarakat. Yakni pemberantasan narkoba, judi online, korupsi, penyelundupan, dan premanisme.
Baca juga: Ratusan Buruh FSPMI Demo di DPRD Batam, Langsung Dapat Surat Rekomendasi Dukungan
Dalam menangani kasus-kasus itu, Polri di bawah komandonya akan menitikberatkan tiga pendekatan utama: memutus rantai jaringan kejahatan, memberikan perlindungan maksimal kepada korban, serta mengoptimalkan upaya pemulihan aset atau asset recovery.
Namun, Suyudi sadar betul bahwa transformasi sejati harus dimulai dari dalam. Karena itu, ia meluncurkan Tujuh Program Prioritas 2026–2029.
Pertama, transformasi kelembagaan. Struktur Polri akan dibuat lebih lincah, kewenangannya diperjelas, dan proses kerjanya berbasis risiko. Fokusnya: penyederhanaan birokrasi, peningkatan interoperabilitas, dan respons cepat terhadap dinamika lapangan.
Kedua, pembenahan sumber daya manusia. Rekrutmen harus bersih, karier berdasarkan meritokrasi, dan lahir pemimpin berintegritas tinggi. Kesejahteraan anggota tetap dijamin.
Ketiga, pelayanan publik. Polri berkomitmen menerapkan layanan satu kanal dengan standar waktu penyelesaian yang jelas. Semua lapisan masyarakat harus merasakan perubahan nyata di titik layanan.
Keempat, penegakan hukum. Pelayanan cepat, penyidikan cermat, keputusan adil. Semua proses dijalankan secara proporsional, transparan, dan berbasis pembuktian kuat.
Kelima, penguatan pengawasan. Ada kanal pengaduan yang mudah dilacak, audit independen, dan tindak lanjut yang dikomunikasikan terbuka.
Keenam, pengelolaan anggaran berbasis hasil nyata. Pengadaan dibuat lebih transparan dengan rekam jejak digital yang utuh. Ketujuh, transformasi digital. Polri akan menerapkan Smart Policing, integrasi satu data, dan Scientific Crime Investigation. Teknologi canggih wajib dimanfaatkan untuk menyederhanakan pekerjaan operasional, memperkuat pembuktian, dan meningkatkan akuntabilitas. Jenderal Suyudi menegaskan, semua program dan langkah penindakan itu akan dieksekusi dengan berpegang pada tiga nilai dasar: integritas, soliditas, dan sinergitas. Dengan nakhoda baru dan deretan program strategis ini, Kepolisian Republik Indonesia diharapkan tampil semakin profesional, akuntabel, dan pada akhirnya semakin dicintai rakyat Indonesia.
