.- Di Pondok Modern Darussalam Gontor, terdapat nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman bagi setiap insan yang hidup dan berjuang di dalamnya. Nilai-nilai tersebut bukan sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi ruh yang menjiwai setiap kegiatan dan landasan dalam menjalankan seluruh perjuangan.
Yang pertama adalah Uswatun Hasanah, yaitu keteladanan. Dari keteladanan yang baik, tumbuh Tsiqah, yaitu kepercayaan.
Ketika kepercayaan telah tumbuh dan mengakar, maka lahirlah Ikram, yaitu penghormatan. Dari penghormatan itulah kemudian tumbuh Tho’ah, yaitu ketaatan.
Maka, ketika semuanya berjalan dalam urutan yang benar—Uswatun Hasanah, Tsiqah, Ikram, dan Tho’ah—segala kegiatan dan perjuangan akan terasa lebih mudah, ringan, dan penuh ketenangan.
Dan pada akhirnya, dari rangkaian nilai tersebut akan lahir satu hasil yang sangat diharapkan, yaitu Barokah, atau keberkahan.
Keberkahan bukan sekadar banyaknya hasil yang diperoleh, tetapi bertambahnya kebaikan demi kebaikan dari setiap sesuatu yang dikerjakan. Sedikit menjadi berarti, sederhana menjadi bernilai, dan setiap langkah perjuangan menghadirkan manfaat yang terus tumbuh.
Inilah nilai-nilai yang semestinya menjadi ruh dalam setiap gerak dan aktivitas di Pondok Modern Darussalam Gontor: keteladanan melahirkan kepercayaan, kepercayaan melahirkan penghormatan, penghormatan melahirkan ketaatan, dan dari semuanya tumbuh keberkahan.
Intisari dari Wejangan KH. Hasan Abdullah Sahal (Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor
Semangat Gotong Royong Warga Petir Pecah Lewat Lomba Tradisional
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.* – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga Kp. Sumampir RT 013, Desa Seauta Jaya, Kecamatan Petir, Kab. Serang mengadakan berbagai perlombaan rakyat, Minggu 17 Agustus 2026
Pantauan awak media Lensa Banten Investigasi di lokasi, suasana penuh keceriaan dan kekompakan. Halaman warga sudah dihias umbul-umbul merah putih dan berbagai properti lomba sejak pagi.
BERBAGAI LOMBA TRADISIONAL Acara dibuka dengan lomba yang paling ditunggu anak-anak yaitu Lomba Makan Kerupuk. Terlihat anak-anak berlomba menggigit kerupuk yang digantung dengan penuh semangat dan tawa. Ada juga es lilin warna-warni yang ikut digantung sebagai hadiah tambahan.
Selain itu, kaum ibu-ibu juga ikut memeriahkan dengan Lomba Sepak Bola Sarung / Lomba Bola. Para peserta tampak serius menggiring bola dengan kaki sambil dijaga keseimbangan, disoraki warga yang hadir.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti anak-anak dan ibu-ibu, namun juga bapak-bapak dan para pemuda. Semua larut dalam semangat kebersamaan.
MAKNA KEMERDEKAAN Salah satu panitia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar warga sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
“Lewat lomba sederhana ini kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan. Ini cara kami merayakan kemerdekaan di tingkat kampung,” ujarnya.
Peringatan HUT RI di Kp. Sumampir ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan dirayakan dengan sederhana namun penuh makna di pelosok desa.
SERANG.LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Semangat kemerdekaan terasa kental di Kp. Cimuncang Cilik RT. 03 RW. 14, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang. Warga setempat menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh suka cita dan kebersamaan.
Acara yang berlangsung di lingkungan RT.03 RW.14 ini dimeriahkan langsung oleh Ketua RT Bapak Rohman, Ketua Panitia Riski alias Kiki, serta seluruh warga setempat. Berbagai lomba tradisional dan hiburan rakyat digelar untuk mempererat silaturahmi antar warga.
Beberapa perlombaan yang digelar antara lain:
Ngambil bola pake sarung
Memasukan paku ke dalam botol
Memasukan air ke dalam botol pake corong
Balap karung pake helm
Lomba main bola
Jalan santai
Tawa dan sorak sorai warga mengiringi jalannya lomba. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antusias berpartisipasi.
Ketua RT.03 Bapak Rohman dan Ketua Panitia Riski (Kiki) mengaku senang bisa menyelenggarakan kegiatan ini untuk masyarakat.
“Kami sangat senang dan bangga. Alhamdulillah warga antusias. Melalui lomba ini kita ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan cinta tanah air, sesuai dengan tema HUT ke-81 RI,” ujar Ketua RT Rohman.
Sementara Ketua Panitia Riski menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin setiap tahun. “Tujuan kami agar warga semakin kompak. Merdeka itu bukan hanya diperingati, tapi juga diisi dengan kegiatan positif,” katanya.
Perayaan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan ramah tamah bersama warga.
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Menyambut peringatan HUT RI ke-81, suasana kekeluargaan terlihat di Lapangan dan Aula Kecamatan Lebakwangi, Kab. Serang, Minggu 17 Agustus 2026.
Tampak Hajah Mariah ulpah Spd.Mm.Pd.selaku pengawas jenjang SD dinas pendidikan dan kebudayaan Kecamatan Lebakwangi duduk santai dan berbaur akrab bersama guru-guru. Momen kebersamaan ini diabadikan di teras depan Aula Kecamatan Lebakwangi.
Dalam foto tersebut, Hj. Mariah ulpah .Spd.Mm.Pd bersama 2 orang guru terlihat santai berbincang sambil memanfaatkan waktu istirahat di sela kegiatan. Ketiganya mengenakan seragam batik Korpri khas ASN, mencerminkan semangat pengabdian sebagai pendidik.
Kebersamaan Hj.Mariah ulpah.Spd.Mm.Pd dengan para guru ini menjadi simbol sinergi dan soliditas dunia pendidikan di Kecamatan Lebakwangi. Di usia kemerdekaan ke-81, para tenaga pendidik tetap menunjukkan semangat untuk mencerdaskan anak bangsa.
Petugas Penaikan Bendera Pusaka Merah Putih di Kecamatan Lebakwangi hanya
Peringatan HUT RI tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi para guru dan pengawas untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menanamkan nilai nasionalisme kepada peserta didik.
PANDEGLANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Momen langka terjadi di Kampung Kalanganyar RT 010/RW 002, Desa Dalembalar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang* pada Minggu, 17 Agustus 2026.
Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81berbarengan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar secara bersamaan oleh warga di lingkungan Masjid Kalanganyar.
Acara yang sarat makna ini dihadiri ratusan warga dari berbagai kalangan. Anak-anak, pemuda, orang tua, hingga para tokoh masyarakat dan tokoh agama tampak khidmat mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hingga siang hari.
PADUAN SEMANGAT KEBANGSAAN DAN RELIGIUS Sejak pagi, halaman dan jalanan sekitar masjid sudah dipenuhi warga. Tenda dengan dekorasi warna merah-putih dipadukan dengan umbul-umbul dan spanduk bertuliskan “Maulid Nabi Muhammad SAW – Masjid Kp. Kalanganyar”*menjadi pemandangan yang unik.
Nuansa nasionalisme berpadu dengan nuansa islami. Di satu sisi warga mengumandangkan takbir dan sholawat, di sisi lain semangat kemerdekaan terasa dari semangat kebersamaan dan gotong royong warga dalam menyiapkan acara.
“Kami sengaja menggabungkan peringatan HUT RI dengan Maulid Nabi. Karena bagi kami, cinta tanah air adalah bagian dari iman. Merdeka secara fisik dan merdeka secara akhlak,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
RANGKAIAN ACARA PENUH KEBERSAMAAN Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sholawat, pembacaan sirah nabawiyah, dan tausiah agama. Di sela-sela acara juga disisipkan orasi singkat tentang pentingnya meneladani perjuangan para pahlawan dan akhlak Rasulullah SAW dalam membangun bangsa.
Para tokoh masyarakat berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi kampung lain. Bahwa peringatan hari besar nasional dan hari besar islam tidak harus dipisahkan. Keduanya bisa menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial.
“Di usia RI ke-81 ini, kita tidak hanya merayakan kemerdekaan, tapi juga mengisi kemerdekaan dengan akhlak. Meneladani Rasulullah dalam kejujuran, kerja keras, dan cinta kepada sesama,” kata salah satu panitia.
Kegiatan di Kp. Kalanganyar ini menjadi cermin bahwa masyarakat Banten, khususnya Pandeglang, masih sangat kuat memegang nilai agama dan kebangsaan. Semangat “Bersatu Berkarya dan Berprestasi untuk Indonesia Maju” benar-benar diwujudkan dalam bentuk kebersamaan warga.
Peringatan yang khidmat dan meriah ini diakhiri dengan doa bersama untuk bangsa Indonesia agar selalu dalam lindungan Allah SWT, diberikan pemimpin yang amanah, dan masyarakat yang sejahtera.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD
Hormat Kami, Keluarga Besar Media Lensa Banten Investigasi .com Serang, 17 Agustus 2026
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kecamatan Ciruas berlangsung meriah di Alun-alun Ranjeng, Minggu 17 Agustus 2026.
Usai melaksanakan Upacara Bendera 17-an, para Kepala Desa se-Kecamatan Ciruas* bersama Camat Ciruas menghadiri puncak acara yang dipusatkan di Alun-alun Desa Ranjeng, Kab. Serang.
Tampak kekompakan “tiga serangkai” yang penuh keharmonisan dan kekeluargaan. Di antaranya’Kades Saefudin dari Desa Cigelam, Kades Yana dari Desa Ranjeng, dan Kades Munta dari Kades Bumi Jaya, serta Bapak Camat Ciruas turut hadir memeriahkan acara.
Suasana kebersamaan dan kebahagiaan warga terlihat jelas menjelang hari yang keramat ini, hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemeriahan semakin lengkap dengan penampilan adek-adek siswa Drum Band dari masing-masing sekolah se-Kecamatan Ciruas. Atraksi drum band para pelajar berhasil menyedot perhatian dan mendapat aplaus dari warga yang hadir.
Peringatan HUT RI ke-81 di Alun-alun Ranjeng ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan persatuan seluruh elemen masyarakat Kecamatan Ciruas dalam memeriahkan hari kemerdekaan.
Serang,Lensabanteninvestigasi.com.-Arus disinformasi, candu teknologi asing, degradasi moral akibat lemahnya literasi digital dan ketergantungan pasar/modal asing serta budaya erosi nilai lokal oleh arus global dengan pemikiran teknologi penetrasi informasi dan hoaks.
Posisi indonesia yang kerap hanya menjadi pasar produk luar negeri atau bergantung pada rantai pasok global. Juga Ketergantungan pada pasokan bahan baku luar negeri sehingga membuat industri domestik mudah terganggu jika terjadi krisis global atau perang.
Mari dihari kemerdekaan NKRI ini yang ke 81 tahun, kita semua harus Menjaga Kedaulatan NKRI dari penjajah modern yaitu:
Menjaga kedaulatan agraria dari Penjajah modern di bidang agraria harus kita waspadai karena saat ini tidak lagi menggunakan senjata perang melainkan penguasaan aset dan modal yaitu hilangnya kedaulatan atas tanah sering terjadi ketika tanah rakyat berpindah tangan ke pihak asing/koorporasi besar akibat lemahnya regulasi, desakan ekonomi serta alih fungsi lahan yang mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.
Menjaga kedaulatan SDA dari penjajah modern di sektor sumber daya alam yaitu menjual hasil bumi mentah tanpa nilai tambah membuat kekayaan alam terkuras ke luar negeri dengan harga murah.
Menjaga kedaulatan pangan atas penjajahan modern yaitu menjual sawah demi uang instan yang merusak kedaulatan pangan. Berkurangnya luas lahan produktif menurunkan jumlah hasil panen beras lokal secara drastis.
Menjaga kedaulatan laut /pulau dari penjajah modern pencurian ikan ilegal oleh kapal asing yang menguras kekayaan laut tanpa ijin resmi, dan penguasaan pulau -pulau kecil atau wilayah pantai oleh pihak asing secara ekslusif yang membatasi akses warga lokal, pengrusakan terumbu karang dan pencemaran limbah industri global yang merugikan nelayan tradisionla atau lokal.
Menjaga kedaulatan nikel, batu bara, atau hasil bumi mentah dari penjajahan modern dengan cara tanpa nilai tambah tinggi dan nilai ekonominya dinikmati oleh negara lain. Adanya ketergantungan modal asing dan lemahnya kemampuan teknologi nasional membuat bangsa sendiri menjadi penonton diatas kekayaan alamnya.
Menjaga kedaulatan lingkungan dari penjajahan modern dengan cara merusak ekosistem hutan dan gunung yang sering di komersialkan secara ilegal atau merugikan kedaulatan bangsa bukan hanya soal batas teritorial melainkan keselamatan ruang hidup dan kekayaan alam di dalamnya. Adanya alih fungsi hutan dan pengerukan gunung demi kepentingan korporasi atau pemilik modal merusak fungsi lindung alam.
Menjaga kedaulatan tambang emas, dari penjajahan modern dengan menjual bijih atau konsentrat emas mentah tanpa pengolahan membuat negara kehilangan nilai tambah ekonomi yang besar.
Menjaga kedulatan reklamasi daratan komersial dari penjajahan modern karena diwilayah pesisir sering kali reklamasi komersil yang tidak terkontrol dimana daratan baru atau ruang laut justru dikuasai asing atau pihak swasta dan terjual secara ekslusif.
Menjaga kedaulatan atas teknologi dan infrastruktur dari penjajahan modern mendominasi platform dan infrastruktur luar negeri agar bangsa mudah disetir secara ekonomi maupun geopolitik.
Dengan kita menjaga kedaulatan NKRI akan melindungi negara dari pengaruh atau campur tangan asing yang merugikan. Kemandirian bangsa harus diwujudkan oleh kita, infonesia harus kuat dalam bidang pangan, ekonomi, teknologi, hukum, serta pertahanan agar posisi indonesia setara dengan negara maju lainnya.
KOTA SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM. – Pekerjaan Revitalisasi PAUD Mekarsari* yang berlokasi di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang disinyalir tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasi teknis.
Hasil pantauan awak media Lensa Banten Investigasi di lokasi, Rabu, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.[09/08/2026]
TEMUAN DI LAPANGAN
Papan Informasi Diduga Disembunyikan Papan proyek tidak terpasang di lokasi. Hal ini diduga sengaja dilakukan agar masyarakat tidak mengetahui sumber anggaran dan nilai kontrak.
Penambahan Tiang Tidak Ada di RAB Terdapat penambahan tiang yang menurut pengakuan pelaksana tidak tercantum dalam RAB.
Pekerja Abaikan K3 Para pekerja di lokasi tidak menggunakan Alat Pelindung Diri / APD. Hal ini diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Spek Besi Diduga Tidak Sesuai Saat diukur menggunakan sigmat oleh awak media, ukuran besi tidak sesuai dengan yang disampaikan pelaksana.
Minim Pengawasan P2SP Pengawasan dari pihak Panitia Pembangunan Sarana Pendidikan / P2SP di lokasi terlihat minim.
KONFIRMASI PELAKSANA Joni selaku Ketua Pelaksana saat dikonfirmasi mengatakan, “Kedua bangunan ini Revit PKBM dan PAUD Mekarsari, saya ketua pelaksananya. Untuk pekerja memang dari awal sudah dilengkapi APD tapi namanya di kampung kang ya begitu adanya.
Untuk tiang itu dalam RAB tidak ada tapi saya adakan dan inisiatif saya dan sudah koordinasi dengan Pak Candra selaku Konsultan Pengawas dan diperbolehkan. Untuk spek besi ukuran 12 mm dan untuk ring 8mm,” ujarnya.
Namun saat awak media meminta izin untuk mengambil gambar dan mengukur spek besi dengan sigmat, hasilnya berbeda. Besi yang disebut 12 mm saat diukur hanya 8,5 mm, Sementara besi 8 mm saat diukur hanya 5,3 mm*.
KONSULTAN BUNGKAM Awak media mencoba menghubungi Candra selaku Konsultan Pengawas melalui WhatsApp, baik chat maupun panggilan telepon untuk konfirmasi. Namun hingga berita ini diturunkan, Candra belum memberikan jawaban dan diduga mengabaikan konfirmasi dari wartawan.
Hingga berita ini tayang, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.
P2SP dan Dinas Pendidikan Kota Serang diharapkan segera melakukan sidak ke lokasi untuk memastikan pekerjaan sesuai RAB, spesifikasi, dan tidak merugikan keuangan negara.
Serang, 16 Agustus 2026,Lensa Banten investigasi.com. — Pemerhati Pertanahan Nusantara (P2N) mendorong gerakan pemasangan plang dan patok batas pada bidang-bidang tanah yang masih kosong atau belum terdapat bangunan. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya preventif untuk memperjelas penguasaan dan batas fisik tanah sekaligus melindungi aset masyarakat dari berbagai potensi persoalan pertanahan.
Ketua Umum Pemerhati Pertanahan Nusantara (P2N), Andik Susianto, mengatakan tanah kosong justru membutuhkan perhatian khusus karena secara fisik tidak selalu terlihat siapa pemilik atau penguasanya. Tanpa tanda batas yang jelas, bidang tanah berpotensi mengalami salah persepsi, tumpang tindih penguasaan, hingga dimanfaatkan atau dikuasai oleh pihak yang tidak berhak.
“Tanah yang masih kosong jangan dibiarkan tanpa identitas dan batas yang jelas. Pemasangan plang dan patok merupakan langkah sederhana untuk menunjukkan bahwa bidang tanah tersebut memiliki pemilik atau pihak yang berhak, sekaligus memperjelas batasnya di lapangan,” ujar Andik Susianto.
Menurut Dedi Supriatna Selaku Pembina P2N menyampaikan bahwa : gerakan pemasangan plang dan patok tersebut memiliki sedikitnya lima tujuan utama.
Pertama, memperjelas batas fisik bidang tanah. Patok menjadi penanda batas yang dapat membantu menunjukkan posisi bidang tanah secara nyata di lapangan, sementara plang dapat memberikan informasi mengenai identitas atau status penguasaan sesuai dokumen yang dimiliki.
Kedua, mencegah potensi sengketa dengan pemilik tanah berbatasan. Batas yang terlihat dan jelas dapat mengurangi kesalahpahaman mengenai letak maupun luas bidang tanah.
Ketiga, membantu proses pengukuran dan pendaftaran tanah. Keberadaan tanda batas di lapangan dapat memudahkan identifikasi bidang ketika dilakukan proses pengukuran oleh petugas yang berwenang.
Keempat, melindungi aset dari potensi pencaplokan dan praktik mafia tanah. Tanah kosong yang tidak memiliki tanda batas dan identitas yang jelas dinilai lebih rentan menimbulkan persoalan. Karena itu, pemilik perlu mengambil langkah preventif dengan menjaga kondisi fisik tanah dan memastikan dokumen kepemilikannya tersimpan dengan baik.
Kelima, meminimalisir potensi sengketa waris. Tanah kosong yang menjadi bagian dari aset keluarga perlu memiliki batas dan identitas yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di kemudian hari, terutama ketika terjadi proses pewarisan pungkasnya
Andik Susianto Ketua Umum P2N menegaskan bahwa pemasangan plang dan patok bukan berarti menggantikan fungsi dokumen atau proses administrasi pertanahan. Sebaliknya, tanda fisik tersebut merupakan salah satu bentuk upaya pemilik untuk menjaga aset dan memperjelas kondisi bidang tanah di lapangan.
“Dokumen pertanahan harus tetap dijaga dan status tanah harus dipastikan melalui prosedur yang berlaku. Plang dan patok berfungsi sebagai penanda fisik sekaligus langkah pencegahan agar tanah tidak mudah disalahgunakan atau diklaim pihak lain,” jelasnya.
P2N mengajak masyarakat, khususnya pemilik tanah yang masih kosong dan belum dibangun, untuk tidak mengabaikan kondisi fisik bidang tanahnya. Pemilik dapat memastikan batas tanahnya jelas, memasang tanda yang sesuai, melakukan pemeliharaan secara berkala, serta memastikan dokumen pertanahan berada dalam kondisi aman dan tertib.
Gerakan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa tanah kosong bukan berarti tanah tanpa perlindungan. Justru karena belum terdapat bangunan atau aktivitas fisik di atasnya, pemilik perlu memberikan penanda yang jelas agar keberadaan dan batas bidang tanah dapat diketahui.
Melalui gerakan pemasangan plang dan patok diharapkan menjadi bagian dari budaya tertib pertanahan masyarakat. Upaya pencegahan sejak dini dinilai lebih baik daripada menghadapi sengketa setelah persoalan terjadi.
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM. – Memasuki usia ke-81 tahun kemerdekaan, Media Lensa Banten Investigasi .com mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026.
81 tahun Indonesia merdeka adalah 81 tahun perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita para pahlawan bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah amanah besar untuk terus diisi dengan karya nyata, persatuan, dan semangat membangun negeri.
Sebagai media yang lahir dan besar di tanah Banten, Lensa Banten Investigasi .com berkomitmen untuk menjadi corong kebenaran dan pengawal demokrasi. Dengan menjunjung tinggi independensi, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat, kami akan terus menyajikan Berimbang,tajam dan terpercaya.
Di momentum HUT RI ke-81 dengan tema “BERSATU BERKARYA DAN BERPRESTASI UNTUK INDONESIA MAJU”, kami mengajak seluruh masyarakat Banten khususnya, dan Indonesia pada umumnya, untuk terus menjaga persatuan, menguatkan toleransi, dan bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan prestasi di bidang masing-masing.
Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk diperjuangkan setiap hari. Melalui jurnalisme yang bertanggung jawab, kami berharap dapat ikut serta mencerdaskan bangsa dan mengawal kebijakan agar berpihak kepada kepentingan rakyat.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81 MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
Hormat Kami, Keluarga Besar Media Lensa Banten Investigasi .com Pimpinan Redaksi & Seluruh Tim Redaksi Serang, 17 Agustus 2026