MUSDES PEMBENTUKAN TIM PENYUSUN RKP 2028, DU-RKP 2028 & PERUBAHAN RKP 2026 DIGELAR DI DESA BENDUNG

Serang,lensabanteninvestigasi.com.– Pemerintah Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten* menggelar Musyawarah Desa Pembentukan Tim Penyusun RKP-Desa Tahun 2028, Daftar Usulan RKP-Desa / DU-RKP Tahun 2028, serta Penyusunan Perubahan RKP-Desa Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bendung dan dihadiri oleh unsur BPD, perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, PKK, lembaga desa, serta perwakilan dari Kecamatan Tanara.

Musyawarah ini bertujuan untuk membentuk tim yang akan menyusun dokumen perencanaan pembangunan desa dan menampung aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam RKP-Desa.

Dalam musdes tersebut dibahas 3 agenda utama:

  1. Pembentukan Tim Penyusun RKP-Desa Tahun 2028
  2. Penyusunan Daftar Usulan RKP-Desa / DU-RKP Tahun 2028
  3. Pembahasan Perubahan RKP-Desa Tahun 2026

Salah satu poin yang menjadi fokus utama dalam pembahasan adalah usulan pembangunan infrastruktur jalan desa sebagai prioritas untuk meningkatkan akses dan perekonomian warga.

Kegiatan musdes ini diharapkan dapat menghasilkan program dan kegiatan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat Desa Bendung.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan musdes masih berlangsung dengan suasana diskusi aktif dari seluruh peserta.

Reporter: Nadir | Lensa Banten Investigasi

MONITORING DI SD NEGERI BULAKAN CINANGKA: AKREDITASI B, SISWA 254, SARANA PERLU UNTUK DIPERHATIKAN.

Nana Sujana, S.Pd. Kepsek SD Negeri Bulakan,Kecamatan Cinangka

Serang,lensabanteninvestigasi.com – Tim Wartawan Lensa Banten Investigasimelakukan kegiatan monitoring ke SD Negeri Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang pada ,Kamis, 23 Juli 2026. Kedatangan awak media diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Nana Sujana, S.Pd.

Dalam dialog, Nana Sujana, http://S.Pd menjelaskan kondisi sekolah yang dipimpinnya saat ini.

“Alhamdulillah untuk Tahun Pelajaran 2026/2027 sekolah kami telah mendapat Akreditasi B. Jumlah peserta didik saat ini 254 siswa dan siswi. Untuk tenaga pendidik terdiri dari Guru PNS 2 orang, P3K Paruh Waktu 4 orang, dan Tenaga Honorer 3 orang,” jelasnya.

KONDISI SEKOLAH BERSIH DAN RAPI
Hasil penelusuran awak media di lokasi, kondisi ruang kelas dan toilet terlihat bersih dan rapi. Begitu juga dengan halaman sekolah. Tidak ditemukan sampah yang berserakan.

Kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah ini menunjukkan komitmen pihak sekolah dalam menjaga kenyamanan proses belajar mengajar.

FISIK BANGUNAN MULAI RAPUH, KEPSEK MINTA PERHATIAN DINAS
Namun di sisi lain, saat dilakukan penelusuran kondisi fisik bangunan, ditemukan sebagian bangunan sudah rapuh akibat termakan usia.

“Kondisi fisik sebagian bangunan sudah rapuh. Kami sangat berharap perhatian dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk dapat merealisasikan perbaikan. Dananya tentu tidak sedikit. Kami khawatir jika tidak segera ditangani bisa terjadi hal yang tidak kita inginkan,” harap Nana Sujana.

Pihak sekolah berharap monitoring dari media dan instansi terkait dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengajuan bantuan rehabilitasi agar sarana dan prasarana di SD Negeri Bulakan dapat lebih layak dan aman digunakan oleh 254 siswa.

Reporter: Abah Hapni | Lensa Banten Investigasi

MUSDES PENYUSUNAN RKP 2027, DU-RKP 2028 & PERUBAHAN RKP 2026 DIGELAR DI DESA PONTANG

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Pemerintah Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten* menggelar Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa / RKP-Desa Tahun 2027, Daftar Usulan RKP-Desa / DU-RKP Tahun 2028, dan Perubahan RKP-Desa Tahun 2026

Kegiatan berlangsung di Balai Desa Pontang pada Kamis, 23 Juli 2026 dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Musyawarah ini bertujuan untuk merumuskan arah kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan desa selama 3 tahun ke depan berdasarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

Dihadiri Unsur Muspika dan Forkopimcam
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh unsur Muspika Kecamatan Pontang yaitu:

  1. Bapak H. Firmansyah selaku *Sekcam Pontang
  2. Bapak Jaenudin selaku Kasi PMD Kecamatan Pontang
  3. Bapak Muhibat dan Bapak Sahrudin selaku Pendamping Desa
  4. Babin Kecamatan Pontang
  5. Kapolsek Pontang AKBP MUKLAS

Hadir Juga Kepala Desa dan Kelembagaan Desa
Turut hadir Kepala Desa Pontang, H. Ardiman beserta perangkat desa dan wakilnya. Hadir pula Ketua BPD Ahmad Safrudin beserta anggota, Ketua RT dan RW se-Desa Pontang, Tokoh Masyarakat, PKK, dan Karang Taruna.

Kegiatan ini juga didukung oleh Mahasiswa Universitas Bina Bangsa / UNIBA yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Pontang.

Dalam forum musdes, setiap perwakilan lembaga menyampaikan usulan prioritas pembangunan. Usulan tersebut meliputi infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan ketahanan pangan.

Kepala Desa Pontang, H. Ardiman dalam sambutannya menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak.
“Musdes ini adalah wadah kita bersama untuk merencanakan masa depan Desa Pontang. Semua usulan dari RT, RW, BPD dan masyarakat akan kami tampung dan prioritaskan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran,” ujarnya.

Hasil Musdes ini nantinya akan menjadi dasar penyusunan APBDes Tahun 2027, usulan ke Kabupaten untuk Tahun 2028, serta dasar pelaksanaan Perubahan RKP 2026.

Reporter: Nadir| Lensa Banten Investigasi

WALI KOTA SERANG TEBAR KASIH, DI HARI ANAK NASIONAL BAGIKAN TAS DAN ALAT SEKOLAH UNTUK ANAK YATIM DI SD KUBANG APU

Serang, 23 Juli 2026,Lensabanteninvestigasi.com.— Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Wali Kota Serang H. Budi Rustandi, S.H. menyapa langsung anak-anak di SD Negeri Kubang Apu, Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota secara simbolis menyerahkan bantuan berupa tas dan perlengkapan sekolah kepada 41 anak-anak yatim di sekolah tersebut. Aksi sederhana ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan setara.

Turut hadir mendampingi, Sekretaris Kecamatan Serang, Lurah Terondol Askolani, serta jajaran guru dan staf sekolah.

Kepala SD Negeri Kubang Apu, Eman Suherman,S.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Serang beserta rombongan yang telah hadir dan berbagi di sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami, khususnya anak yatim. Semoga menjadi motivasi untuk mereka lebih semangat belajar,” ujarnya.

Keceriaan terlihat jelas dari wajah para siswa saat menerima tas dan alat tulis baru. Momen ini sekaligus mengingatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan tumbuh, belajar, dan bermimpi tanpa batas.

Hari Anak Nasional tahun ini menjadi lebih bermakna. Bukan hanya seremoni, tetapi juga aksi nyata untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal, termasuk mereka yang harus berjuang lebih keras dalam hidup.

Pemerintah Kota Serang berharap, perhatian seperti ini dapat terus berlanjut agar anak-anak Serang tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

REPORTER/EBI JUBAEDI

Ketua Gapensi Kabupaten Lebak Apresiasi Penyelenggaraan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan “Dari Banten untuk Indonesia”

Lebak, lensabanteninvestigasi.com
Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Lebak, H. Moch. Nabil Jayabaya, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap rencana penyelenggaraan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan dengan semangat “Dari Banten untuk Indonesia”. Kegiatan berskala nasional ini direncanakan akan digelar di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada tanggal 17 hingga 28 Oktober 2026.

Acara besar ini akan melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan dari seluruh penjuru tanah air, menjadikannya momen bersejarah bagi Kabupaten Lebak. Sebagai salah satu Dewan Pengarah kegiatan, Nabil menilai jambore ini sebagai langkah strategis dan sangat positif untuk memperkenalkan potensi unggulan Kabupaten Lebak di panggung nasional.

“Saya mengapresiasi gerakan nasional ini. Ini merupakan ide yang brilian dan sangat baik. Kehadiran para penggagas kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata untuk mengangkat nama Kabupaten Lebak di tingkat nasional,” ujar Nabil usai menerima silaturahmi jajaran panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan, Rabu (22/7/2026).

Putra dari mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya, ini menegaskan dukungan pribadinya sekaligus berharap kegiatan tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Lebak, serta seluruh pemangku kepentingan di berbagai sektor.

“Secara pribadi saya mendukung penuh dan mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, lancar, dan sukses besar, membawa nama harum dari Kabupaten Lebak untuk Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan, Drs. Cecep Pria Irawan, M.Pd., menjelaskan bahwa persiapan terus dimatangkan secara bertahap. Panitia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota se-Banten, serta berbagai pemangku kepentingan terkait guna memastikan segala aspek tersusun rapi.

Cecep memaparkan, secara teknis setiap kabupaten dan kota diharapkan mengirimkan sebanyak 100 peserta pemuda untuk mengikuti serangkaian materi pelatihan. Fokus utama kegiatan meliputi pelatihan teknis budidaya ikan dan pengembangan jiwa kewirausahaan.

“Rencananya setiap kabupaten/kota mengirimkan 100 pemuda untuk mengikuti pelatihan budidaya ikan dan kewirausahaan,” jelas Cecep.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya senantiasa berkoordinasi erat dengan Dewan Pengarah kegiatan, M. Nabil Jayabaya, guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang ditetapkan.

Panitia pun menaruh harapan besar agar perhelatan akbar ini dapat dibuka secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta dihadiri oleh sejumlah menteri terkait untuk memberikan semangat dan arahan kepada para peserta.

“Insyaallah kegiatan akan dibuka oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri beberapa menteri terkait,” ujar Cecep dengan penuh optimisme.

Lebih jauh, ia menjelaskan tujuan besar dari penyelenggaraan jambore ini adalah untuk meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda di sektor perikanan dan kelautan. Melalui pelatihan budidaya ikan yang disertai pembinaan kewirausahaan, diharapkan lahir pelaku-pelaku usaha baru yang tangguh, mandiri, dan mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di masa mendatang.

Redaksi

HASIL KLARIFIKASI: KONSULTAN PENGAWAS DAN DINAS TANGGAPI DUGAAN KEJANGGALAN REVITALISASI SDN WARUNG DAN SDN SUKACAI 2

Serang,lensabanteninvestigasi.com – Setelah muncul pemberitaan terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada proyek Revitalisasi SD Negeri Warung dan SD Negeri Sukacai 2, pihak Konsultan Pengawas dan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Kedua proyek tersebut menggunakan konsultan pengawas yang sama yaitu Ahmad Nasuhi yang biasa dipanggil Encep.

TEMUAN YANG DISOROT MEDIA
Sebelumnya awak media menemukan sejumlah kejanggalan:


Di SD Warung

  1. Jarak sengkang lebih dari 20 cm
  2. Besi yang diduga tidak sesuai spesifikasi
  3. APD pekerja tidak digunakan

Di SD Sukacai 2

  1. Merk semen Jakarta diduga tidak sesuai spesifikasi
  2. Jarak sengkang ring melebihi 20 cm
  3. Besi yang digunakan tidak sesuai spesifikasi
  4. Papan Informasi Proyek ditempel di tembok

KLARIFIKASI KONSULTAN PENGAWAS: AHMAD NASUHI
Saat dikonfirmasi, Ahmad Nasuhi selaku Konsultan Pengawas di dua lokasi tersebut menjelaskan.

“Terkait besi untuk sengkang kita sudah arahkan untuk memakai mal biar sama ukurannya dan jarak antara 15 cm atau 20 cm. Dan sudah saya sampaikan bilamana lebih dari 20 cm itu salah. Toleransinya kalau itu sudah dicor paling ada nanti ditambah kurang untuk volumenya, dan berdasarkan bukti yang ada bukan asumsi,” ujarnya, (Selasa, 22 Juli 2026).

Terkait ukuran besi, Nasuhi menyebut ada 3 item. “Besi untuk bingkai kita pakai 10 mm, untuk kolom besi 12 mm dan cincin pakai besi 8. Karena yang belanja besi ke material bukan kita yang belanja, tapi saya instruksikan untuk belanja besi sesuai RAB,” jelasnya.

Untuk semen, ia menyebut satuannya kilogram. “Dari dinas juga menyampaikan dari kemarin dan saya juga belum menghitung untuk konversinya. Untuk semen satu DO 200 KG, untuk semen di RAB munculnya 1500 /kg dan nanti saya hitung untuk konversinya,” tambahnya.

Nasuhi juga menegaskan siap melakukan pembongkaran jika hasil pengukuran di lapangan terbukti tidak sesuai. “Untuk memastikan untuk lokasi pengukuran besi dan jarak sengkang di bagian mana nya kang. Bilamana benar posisi yang ditemukan sesuai dugaan nanti kita lakukan pembongkaran dan saya juga menegaskan ke pelaksana P2SP dan nanti datanya kirimkan ke saya,” tegasnya.

KLARIFIKASI DINAS PENDIDIKAN KAB. SERANG
Awak media juga mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Serang dan bertemu “Aliyun Selaku Kasi sarpras bidang kontruksi.

“Terkait pemberitaan 2 lokasi tersebut saya dikirim beritanya dari Kadis pimpinan saya dan kemarin hari Selasa 21 Juli 2026 saya ke lokasi kang. Di lokasi memang terdapat besi diameter 10 mm dan berlabelkan SNI. Ketika menyebutkan banci dan pull itu tidak ada, yang ada itu toleransi. Toleransi itu kan sudah diatur oleh Kementerian PU, karena barang yang beredar di lapangan begitu adanya,” ujarnya, Rabu, 22 Juli 2026.

Aliyun menjelaskan mekanisme proyek ini adalah swakelola. “Ini pihak sekolah karena swakelola. Pihak sekolah yang belanja dan diawasi oleh tenaga ahli bukan dari konsultan pengawas dan ditunjuk dari pihak sekolah. Dinas Pendidikan hanya bisa memantau dan memfasilitasi mulai dari data, surat tugas, sampai keluarnya PKS. Setelah PKS, anggaran itu langsung ke pihak sekolah,” jelasnya.

Terkait jarak sengkang, ia menyebut 15 cm s/d 20 cm. “Untuk cincin 8 mm tapi lihat di foto akang itu 6.9 mm jadi saya bingung kang. Tapi saya lihat besi itu SNI 8 mm. Kalau diukur hasilnya begitu, itu harusnya komplain ke toko materialnya. Kenapa beredar seperti itu, harusnya kita beli besi 12 mm harusnya 12 mm,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran media. “Kita juga terima kasih kepada media, lembaga karena tugas kita terbantukan. Kalau tidak ada mereka kita tidak ada informasi,” pungkasnya.

Reporter: Tim Investigasi | Lensa Banten Investigasi

DARI AKSI KE RUANG SIDANG: AROHMAN ALI, SH, PENGACARA MUDA CIRUAS DENGAN SEMANGAT DEDIKASI TINGGI

Arohman Ali, S.H

Serang,LensaBanteninvestigasi.com— Nama Arohman Ali, S.H. kini mulai diperhitungkan di dunia hukum Banten. Pria kelahiran Ciruas ini dikenal sebagai sosok yang konsisten: dulu aktif sebagai aktivis, kini bersuara lantang di ruang sidang sebagai seorang lawyer.

Perjalanan Arohman bukan perjalanan instan. Semangat memperjuangkan keadilan yang dulu ia gaungkan lewat mimbar aksi, kini ia salurkan lewat pasal, argumentasi, dan pembelaan di pengadilan. Dedikasi tinggi yang ia pupuk sejak muda menjadi bekal utama untuk menggapai cita-cita.

“Menjadi pengacara bukan sekadar profesi. Ini adalah cara saya tetap memperjuangkan hak-hak masyarakat, hanya dengan cara dan panggung yang berbeda,” ujarnya.

Dengan intelektualitas dan integritas yang ia jaga, Arohman perlahan membangun reputasi sebagai pengacara muda yang handal. Ia dikenal teliti dalam berkas, tajam dalam analisa hukum, dan tetap rendah hati kepada klien. Baginya, hukum harus berpihak pada kebenaran dan kemanusiaan.

Latar belakangnya sebagai mantan aktivis membuat Arohman memiliki kepekaan sosial yang kuat. Ia tidak hanya menangani perkara, tetapi juga memahami persoalan di balik perkara itu. Hal inilah yang membuat banyak warga Ciruas dan sekitarnya menaruh kepercayaan kepadanya.

Kini, Arohman Ali, S.H. menjadi bukti bahwa idealisme tidak harus padam seiring waktu. Ia membuktikan bahwa anak daerah pun bisa sukses, bisa bersaing, dan bisa membawa nama baik kampung halaman melalui kerja keras dan dedikasi.

Di tengah dinamika hukum yang terus berubah, sosok seperti Arohman menjadi pengingat: bahwa hukum butuh orang-orang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga punya hati untuk membela.

Penulis: EBY JB. BSC.

SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN DIGELAR DI DESA KEBON RATU LEBAK WANGI

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Pemerintah Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Provinsi Banten bersama Puskesmas Lebakwangi menggelar kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Perempuan*. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Kebon Ratu dan diikuti dengan antusias oleh warga.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman perempuan dan remaja putri mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, deteksi dini penyakit, serta penerapan pola hidup sehat.

Dihadiri Kades, Muspika, dan Narasumber Puskesmas
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kebon Ratu, Guruh Tazul Alrasyid. Turut hadir pula unsur Muspika Kecamatan Lebakwangi.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Lebakwangi yaitu *Ibu Hayati Nupus dan Ibu Tati.

Turut hadir dalam kegiatan:

  1. Mahasiswa Universitas Bina Bangsa*lyang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat
  2. Segenap Kader PKK Desa Kebon Ratu
  3. Perangkat Desa dan Tokoh Perempuan Desa Kebon Ratu*

Ibu Hayati Nupus mewakili Puskesmas Lebakwangi menyampaikan materi seputar pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, bahaya anemia pada remaja putri, pentingnya pemeriksaan IVA, serta edukasi tentang gizi seimbang untuk kesehatan reproduksi.

APRESIASI DARI KADER DAN PESERTA
Para peserta sangat antusias mengikuti sesi tanya jawab. Para kader PKK dan mahasiswa Universitas Bina Bangsa juga ikut membantu dalam memberikan pendampingan dan pembagian leaflet edukasi.

Salah satu kader PKK menyampaikan, “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Banyak ilmu baru yang kami dapat terkait kesehatan reproduksi yang selama ini masih tabu untuk dibicarakan.”

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan perempuan Desa Kebon Ratu yang sehat, cerdas, dan produktif.

Reporter: NADIR | Lensa Banten Investigasi

MUSDES PENYUSUNAN RKP-DESA 2027 DAN DU-RKP 2028 DI DESA SUKANEGARA BERLANGSUNG KHIDMAT

Serang,Lensabanteninvestigasi.com – Pemerintah Desa Sukanegara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten menggelar Musyawarah Desa Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa / RKP-Desa Tahun 2027 dan Daftar Usulan RKP-Desa / DU-RKP Tahun 2028. Kegiatan berlangsung dengan dihadiri berbagai unsur di balai desa setempat.

Musyawarah ini merupakan tahapan penting dalam perencanaan pembangunan desa untuk 2 tahun ke depan. Tujuannya untuk menjaring aspirasi masyarakat agar program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan warga.

Dihadiri Unsur Muspika dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh unsur Muspika Kecamatan Pontang, di antaranya:

  1. Sekcam Pontang
  2. Kasi PMD Bapak Jaenudin
  3. Kasi Pemerintahan Bapak Suryadi
  4. Ibu ADE dari Ex Bank
  5. Staf Trantib Kecamatan Pontang

Hadir pula Kepala Desa Sukanegara beserta seluruh jajaran perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Ketua RT dan RW.

Turut hadir pula unsur masyarakat dan kelembagaan desa seperti Tokoh Masyarakat, Ibu Bidan Desa, Ketua PKK, Karang Taruna, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Fokus Pada Aspirasi dan Prioritas Pembangunan
Dalam musyawarah, setiap unsur diberikan ruang untuk menyampaikan usulan program. Mulai dari bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga ketahanan pangan.

Kepala Desa Sukanegara dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan RKP-Desa harus partisipatif dan transparan.
“Semua usulan dari RT, RW, PKK, Karang Taruna dan tokoh masyarakat akan kami tampung. Mari kita susun program yang realistis dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kecamatan Pontang mengapresiasi antusiasme warga Sukanegara. Pihak kecamatan berharap RKP-Desa yang disusun bisa selaras dengan program pemerintah kabupaten dan provinsi.

Hasil dari Musdes ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan APBDes Tahun 2027 dan usulan ke tingkat kecamatan serta kabupaten untuk tahun 2028.

Reporter: NADIR | Lensa Banten Investigasi

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Mahasiswa KKM Kelompok 38 Desa Mekar Baru Gelar Pelatihan Kapasitas Usaha dan Sertifikasi Halal

Serang.Lensabanteninvestigasi.com.- Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta meningkatkan mutu produk lokal, Kelompok 38 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Desa Mekar Baru kecamatan Petir – kabupaten Serang menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha dan Sertifikasi Halal” bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Kegiatann ini berlangsung secara interaktif di Balai/Rumah DATAKU Desa Mekar Baru pada Selasa (21/7/2026), dan dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta puluhan pelaku UMKM lokal yang antusias mengikuti setiap sesi materi.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para pelaku usaha mengenai strategi pengembangan bisnis lokal, manajemen daya saing produk, serta tata cara dan pentingnya kepemilikan sertifikasi halal. Dalam era persaingan pasar yang semakin ketat, legaliasi halal dan peningkatan kapasitas usaha menjadi kunci utama agar produk UMKM Desa Mekar Baru dapat menembus pasar yang lebih luas serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

Ketua Kelompok 38 KKM Desa Mekar Baru Bagus Maulana Ramadhan menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam merespons kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pemberdayaan ekonomi.

“Kami berharap melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM di Desa Mekar Baru tidak hanya mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya, tetapi juga memiliki legalitas Sertifikasi Halal yang sah. Hal ini penting agar produk lokal kita punya daya saing tinggi dan siap bersaing di pasar modern,” ujar Ketua Kelompok 38 KKM.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Desa Mekar Baru menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang dibawakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 38. Program ini dinilai sangat relevan dan memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan warga desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus terjalin erat demi mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Mekar Baru.

Redaksi: kaperwil Banten buhari