SKANDAL MENGGEMA! Dugaan Rangkap Jabatan Oknum Kepsek SDN Malang Nengah 02 di Proyek Revitalisasi Disorot Aktivis Antikorupsi

PANDEGLANG, Lensa Banten Investigasi.com– Skandal dugaan rangkap jabatan dan penyimpangan proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan menggema di wilayah zona selatan Kabupaten Pandeglang.

Informasi yang dihimpun dari salah satu aktivis anti korupsi yang getol menyuarakan pemberantasan KKN di wilayah zona selatan dan sejumlah sumber menyebutkan, proyek revitalisasi tersebut menyasar pada SDN Malang Nengah 02 yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, dikelola oleh Kepala Sekolah. 02-10-2026.

Dalam penelusuran pelaksanaannya, sejumlah pihak menilai terdapat banyak kejanggalan di lapangan. Beberapa temuan awal menunjukkan adanya dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, diperparah dengan *dokumen kontrak / papan informasi proyek yang tidak terpampang, menandakan ketidaktransparanan publik.

Kunjungan awak media beberapa waktu lalu dilakukan di tengah mencuatnya isu intervensi proyek Revit. Dari pengecekan lapangan, ditemukan material bangunan yang dinilai tidak layak, sekaligus diduga terindikasi jauh dari konstruksi semestinya, diantaranya:

  1. Ketebalan material genteng diduga tidak sesuai standar yang ditetapkan.*
  2. Penggunaan baja ringan yang disebut tidak memenuhi spesifikasi teknis.
  3. Material kusen dan komponen bangunan lainnya diduga tidak sesuai Rencana Kerja dan Syarat (RKS).*
  4. Adanya dugaan pekerjaan yang tidak sesuai terus dilakukan dengan unsur kesengajaan.

Tidak hanya itu, terdapat informasi yang beredar adanya dugaan pemberian uang saku atau uang bensin pada setiap wartawan / ormas yang berkunjung, yang dinilai sebagai upaya penyuapan demi menutupi transparansi, hingga menimbulkan wacana kurang baik di kalangan kontrol sosial.

Sejumlah aktivis antikorupsi pun akan melaporkan perihal ini dengan dalih dugaan penyalahgunaan wewenang yang terisolir, rangkap jabatan dan sejumlah penyimpangan proyek kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan memberi tembusan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) jika diperlukan.

Mereka mendesak dengan tegas agar proses penyelidikan dilakukan secara serius dan transparan, termasuk menelusuri aliran dana proyek serta memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat.

Publik kini menunggu langkah tegas untuk mengungkap secara terang benderang apakah benar terjadi praktik korupsi berjamaah di balik proyek yang seharusnya menjadi harapan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Cibitung, khususnya di SDN MALANG NENGAH 02.

Perihal ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, khususnya di sektor pendidikan, harus dilakukan secara ketat agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, saat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang ingin diminta tanggapannya mengenai hal tersebut, dirinya sedang tidak ada di tempat dan tersiar kabar Kadis sedang evaluasi program Revit. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah Malang Nengah 02 yang merangkap P2SP juga Bendahara .

RED/Mulyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *