Revitalisasi PAUD Al Muawanah Perum Rinjani Kiara Rp 1,3 Miliar Disinyalir Tak Sesuai Spesifikasi, Spek Besi Dioplos dan Abaikan K3

KOTA SERANG,lensabanteninvestigasi.com -Program Revitalisasi Satuan PAUD Tahun Anggaran 2026 di Kota Serang disinyalir bermasalah. Salah satunya adalah revitalisasi PAUD Al Muawanah yang berlokasi di Perum Graha Rinjani No. 2, Kelurahan Kiara, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Banten.

Padahal sekolah tersebut menerima Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan senilai Rp 1.312.654.000 (Satu Miliar Tiga Ratus Dua Belas Juta Enam Ratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah)* yang bersumber dari *APBN TA 2026, dengan waktu pengerjaan 90 hari kalender (September s/d Desember 2026) yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) PAUD Al-Muawanah dengan Ketua Pelaksana Mohammad Mukri.
Namun hasil pantauan awak media di lokasi pada Selasa, 13 Oktober 2026, terpantau sejumlah kejanggalan serius yang diduga tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP):

Temuan Awak Media di Lapangan:
- Pekerja Abai K3:Pekerja terlihat mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, rompi, sarung tangan dan sepatu boot. Padahal di papan informasi jelas terpampang tulisan “Area Wajib APD” namun tidak diindahkan bahkan diabaikan.
- Spek Besi Diduga Dioplos: Spek besi diduga tidak sesuai spesifikasi.
- Minim Pengawasan: Minimnya pengawasan dari pihak P2SP dan Konsultan Pengawas di lokasi.

Pengakuan Pelaksana Berbanding Terbalik Dengan Fakta Pengukuran
Saat dikonfirmasi di lokasi, Jumadi selaku pelaksana P2SP mengatakan, untuk pekerja dibayar harian namun tidak menyebutkan nominal upahnya.
“Besinya yang dipakai besi 10mm dan cincin 8mm, ketua pelaksana P2SP Pak Mukri, kepala KB Muawanah Ibu Tati,” ucap Jumadi.
Saat ditanya terkait pekerja tidak memakai APD, Jumadi beralasan, “kakinya gatal dan takut lecet makanya tidak pakai.”
Kejanggalan semakin terkuak saat awak media mencoba mengukur langsung besi yang dikatakan Jumadi tersebut menggunakan alat ukur sigmat. Hasilnya sangat mengejutkan:
- Besi yang diklaim 10mm, saat diukur hanya 9,3 mm.
- Besi yang diklaim 8mm, saat diukur menggunakan sigmat hanya 6,2 mm, 6,3 mm dan 7,0 mm.

Dugaan pengoplosan spek besi ini berpotensi mengurangi kekuatan struktur bangunan yang diperuntukkan untuk anak usia dini.
Awak media mencoba bertemu Tati selaku Kepala PAUD Muawanah di tempat kegiatan belajar mengajar yang tidak jauh dari bangunan revitalisasi untuk mencoba konfirmasi, namun staf guru PAUD Muawanah mengatakan, “Ibu kepala tidak ada, lagi keluar.”
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Ketua Pelaksana P2SP Mohammad Mukri, konsultan pengawas, Kepala PAUD Muawanah dan Dinas Pendidikan Kota Serang belum memberikan tanggapan resmi.
Tim media berencana akan mengunjungi Dinas Pendidikan Kota Serang dalam waktu dekat untuk meminta klarifikasi dan informasi lebih lanjut terkait dugaan tidak sesuai spesifikasi tersebut, serta akan melaporkan temuan ini kepada Kejaksaan sebagai pihak pengawal Pengamanan Pembangunan Strategis.
Reporter: Syam
