Revitalisasi Kober Babussalam Disinyalir Menyimpang RAB, K3 Diabaikan dan Diduga Tak Sesuai SOP


Serang, Lensabanteninvestigasi.com – Pekerjaan revitalisasi Kober Babussalam yang berlokasi di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, disinyalir menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disebut belum diperhatikan secara maksimal dan pelaksanaan pekerjaan diduga belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Berdasarkan hasil investigasi di lokasi pada Minggu, 9 Agustus 2026, ditemukan sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian, di antaranya:


-Tidak terlihat papan informasi publik terkait kegiatan proyek.


-Pembatas area kerja atau police line belum terpasang.


-Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tidak tersedia di lokasi pekerjaan.


-Sejumlah pekerja belum menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.


-Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diduga belum diterapkan secara optimal.


-Penggunaan semen merek Rajawali diduga perlu diklarifikasi kesesuaiannya dengan harga satuan dan RAB


-Spesifikasi besi yang digunakan juga diduga perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis pekerjaan.


Saat dikonfirmasi di lokasi, salah seorang pekerja mengatakan pekerjaan baru berjalan sekitar dua hari sejak proses pembongkaran dilakukan. Namun, menurutnya, hingga saat ini para pekerja belum menerima APD secara lengkap selain sepatu boot.


Sementara itu, Sekretaris P2SP, Mamat, menjelaskan bahwa Ketua Panitia dijabat oleh Dodi, sedangkan pelaksanaan teknis pekerjaan dipegang oleh Lukman.
“Sebenarnya teknisnya Sugiarto, tapi beliau menugaskan ke Lukman. Untuk papan informasi proyek tadinya mau saya buat, tapi katanya sudah dipesan, sampai sekarang belum dikirim. Rambu K3 juga belum ada, APD katanya baru helm yang ada, yang lain belum dibeli. Coba tanya Pak Dodi saja untuk kepastiannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua P2SP, Dodi, mengklaim bahwa papan informasi proyek telah dipesan dan masih dalam proses penyelesaian. Ia juga membenarkan penggunaan besi berukuran 10 milimeter dan 8 milimeter.


Dodi menambahkan, dalam pekerjaan revitalisasi tersebut terdapat pemasangan sloof yang sebelumnya tidak tercantum.
“Ketinggian bangunan sekitar tiga meter, bebannya tidak terlalu berat karena hanya menggunakan baja ringan dan genteng metal. Anggaran yang digunakan untuk rehabilitasi ini senilai Rp172 juta, sedangkan rencana pembangunan ruang kelas baru ada anggaran terpisah sekitar Rp150 juta di lahan sebelah,” jelasnya.


Meski demikian, sejumlah temuan di lapangan tersebut dinilai perlu mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, terutama mengenai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan RAB, spesifikasi teknis, serta penerapan standar K3 dan SOP.
Hingga berita ini diterbitkan, diperlukan penjelasan dan verifikasi lebih lanjut dari pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk memastikan seluruh pekerjaan revitalisasi Kober Babussalam dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Reporter/Suta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *