Janggal! Pemeliharaan Sungai di Kelurahan Nyapah Walantaka Disinyalir Pakai Material Bekas dan Tak Sesuai SOP, Pasir Halangi Jalan dan Pelaksana Tak Stay di Lokasi

KOTA SERANG,lensabanteninvestigasi.com -Pekerjaan Pemeliharaan Sungai yang berlokasi di bantaran Sungai Nyapah, Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang disinyalir menggunakan material bekas dan tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Proyek tersebut menuai sorotan tajam dari warga dan awak media.

Pantauan awak media Lensa Banten Investigasi  di lokasi pada Kamis, 15 Oktober  kelurahan Nyapah, Kec. Walantaka, Kota Serang, terpantau jelas beberapa kejanggalan di lapangan, antara lain:

– Material pasir menghalangi akses jalan baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga mengganggu aktivitas warga yang melintas.
– Material batu bekas dipasang kembali pada pasangan pemeliharaan sungai, diduga untuk menghemat biaya.
– Semen yang digunakan merk Best yang diduga tidak sesuai dengan harga satuan dalam dokumen RAB.
– Pelaksana tidak stay di lokasi sehingga pengawasan pekerjaan lemah dan tidak terkontrol.

Saat awak media mencoba konfirmasi kepada salah satu pekerja di lokasi yang enggan menyebutkan namanya, ia mengatakan untuk pelaksananya bernama Nahrawi.

“Untuk pelaksana Nahrawi, panjang, lebar dan tinggi belum tahu. Material batu bekas yang masih bagus dimanfaatkan. Coba langsung tanya ke pak Nahrawi saja,” ujar pekerja tersebut di lokasi.

Saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp, Nahrawi membenarkan dirinya sebagai pelaksana.

“Iya saya pelaksananya,” jawab Nahrawi singkat.

Namun saat ditanya terkait anggaran, ia malah menyuruh awak media melihat sendiri di LPSE. Dan saat ditanya terkait batu bekas yang dipasang kembali, ia mengatakan dengan enteng.

“Boleh (batu bekas dipasang kembali), coba tanya ke orang dinas,” ucapnya singkat.

Setelah itu, awak media mencoba memastikan kembali konfirmasi via chat WhatsApp, namun Nahrawi tidak menjawab dan memilih bungkam.

Senada, saat awak media mencoba konfirmasi kepada Safrudin via chat WhatsApp yang diduga sebagai pihak terkait di pekerjaan tersebut, ia juga tidak membalas hingga berita ini ditayangkan.

Awak media juga mencoba konfirmasi kepada Ihat selaku orang dinas untuk konfirmasi terkait pekerjaan tersebut namun tidak ada tanggapan sama sekali.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat Kelurahan Nyapah berharap *Dinas terkait dan Inspektorat Kota Serang* segera turun ke lapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan pemeliharaan Sungai Nyapah tersebut. Jangan sampai pekerjaan yang menggunakan uang rakyat justru dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifi.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *