Disorot! Revitalisasi TK Garuda Baros Rp 481 Juta APBN 2026 Disinyalir Tidak Sesuai Spesifikasi dan Dikerjakan Diluar RAB

SERANG,Lensabanteninvestigasi.com -Proyek Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan TK Garuda yang berlokasi di Kp. Sidagel, Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten* disinyalir tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan diluar Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Padahal proyek ini menelan anggaran negara yang tidak sedikit, yakni Rp. 481.533.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan waktu pelaksanaan 84 Hari Kalender (28 Juli s/d 19 Oktober 2026).

Hasil pantauan awak media di lokasi pada 12 Agustus 2026 dan 26 September 2026 ditemukan beberapa kejanggalan serius sebagai berikut:
- Diduga Spesifikasi Besi Tidak Sesuai RAB
Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong digital (sigmat) menunjukkan besi cincin / behel hanya 6.6 mm. Padahal dalam RAB revitalisasi umumnya minimal 8 mm. Begitu juga besi utama terukur 10.2 mm, diduga tidak sesuai. - Jarak Cincin / Sengkang Melebihi 20 cm
Jarak antar cincin pada kolom terpantau lebih dari 20 cm, bahkan ada yang mencapai 25-30 cm. Seharusnya jarak sengkang untuk bangunan tahan gempa maksimal 15-20 cm.

- Diduga Semen Tidak Sesuai SSH (Standar Satuan Harga) di dalam RAB
Di lokasi ditemukan semen merk RAJAWALI yang diduga tidak masuk dalam SSH RAB Kemendikdasmen. Biasanya RAB revitalisasi menggunakan semen yang sudah SNI dan bermerk yang tercantum dalam SSH seperti Semen Tiga Roda, Gresik, dll.

- Minimnya Pengawasan dari P2SP dan Konsultan Pengawas
Saat awak media ke lokasi pada jam kerja, tidak pernah bertemu dengan P2SP maupun Konsultan Pengawas. Proyek terlihat hanya dikerjakan oleh tukang tanpa ada pengawas lapangan.
Papan informasi proyek memang terpasang lengkap:
NAMA KEGIATAN: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
NAMA SEKOLAH: TK GARUDA
PELAKSANA: P2SP
SUMBER DANA: APBN TA 2026
JUMLAH: Rp. 481.533.000
Saat awak media mencoba konfirmasi Fitria selaku Kepala TK Garuda via chat WhatsApp untuk konfirmasi terkait pekerjaan revitalisasi, Fitria tidak merespon sama sekali.
Awak media kemudian mencoba konfirmasi kepada Endi selaku Kasi Sarana dan Prasarana Bidang PAUD Dindik Kabupaten Serang via chat WhatsApp.
Endi menjawab: “Pagar kali itu om, Jarak sengkang sudah diperbaiki itu waktu saya kesitu, mungkin saya sampaikan ke kepseknya”
Saat awak media mengirimkan foto spek besi yang tidak sesuai, Endi membalas: “Waduh, Dulu om yg kolom depan, Besi yang dipakai 12mm, 10mm, dan 8 mm, Lebih jelasnya ke pengawas dilapangan om”
Saat ditanya siapa pengawasnya, Endi menjawab: “Saya dijalan ada undangan.” dan tidak memberikan jawaban lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak P2SP TK Garuda dan Konsultan Pengawas belum dapat ditemui.
Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, dan Inspektorat Kabupaten Serang* untuk segera mengevaluasi dan melakukan sidak ke pekerjaan TK Garuda yang disinyalir tidak sesuai RAB dan membahayakan keselamatan anak-anak.
Karena ini adalah bangunan untuk anak usia dini, jika besi dan jarak cincin tidak sesuai spek, maka bangunan sangat rentan roboh saat terjadi gempa.
Reporter/Samsul
