DISINYALIR TAK SESUAI SPEK, REVITALISASI PAUD NURUL ILMI PENGGALANG DISOROTUKUR BESI 6.4MM & 10.2MM, P2SP AKUI TAK PAHAM RAB

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM. – Pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan APBN 2026 di PAUD Nurul Ilmi, Kp. Paggalang, Desa Penggalang, Kec. Ciruas, Kab. Serang kembali menuai sorotan tajam. Proyek senilai Rp569.118.000 ini diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis.

Berdasarkan papan proyek dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pekerjaan dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan / P2SP dengan durasi 120 hari kalender.

TEMUAN DI LAPANGAN
Hasil pantauan dan pengukuran menggunakan jangka sorong digital pada Kamis, 27 Agustus 2026 di lokasi menemukan kejanggalan sebagai berikut:

  1. Besi Ring/Cincin terukur 6.4 mm
  2. Besi Tulangan Pokok terukur 10.2 mm

Jika mengacu pada standar umum bangunan PAUD untuk besi ring 8 mm dan besi pokok 12 mm, maka terjadi pengecilan ukuran hampir 2 mm.

Selain itu tim juga menemukan:

  • Tumpukan semen merek Rajawali ukuran 40 kg yang akan ditelusuri kesesuaian volume dan HSP-nya dengan RAB.
  • Pekerja mengabaikan K3 dengan tidak memakai Alat Pelindung Diri saat bekerja.

PENGAKUAN P2SP
Saat dikonfirmasi, Bayu selaku Wakil Ketua Pelaksana P2SP mengatakan:
Saya selaku wakil ketua pelaksana dan ketua pelaksana Pak Edo. Kepala PAUD Bu Wiwit kang. Terkait besi Tulangan 12 mm dan ring 8mm 2 ukuran kita pakai. Dan saya hanya mengawasi pekerja, untuk spek saya tidak tahu,” ucapnya.

Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait kompetensi dan pemahaman P2SP terhadap RAB dan gambar kerja.

3 PERTANYAAN KRITIS:

  1. Apakah RAB proyek PAUD Nurul Ilmi memang menggunakan spek besi 6mm dan 10mm?
  2. Di mana Konsultan Pengawas dan P2SP saat pengukuran dilakukan?
  3. Bagaimana pengawasan Dindik Kab. Serang terhadap mutu proyek APBN ini?

Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak Kemendikdasmen RI dan Inspektorat Kabupaten Serang segera melakukan audit material dan uji lab terhadap proyek ini. Jangan sampai bangunan pendidikan anak usia dini dikorbankan demi keuntungan sepihak.

Red/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *