DIDUGA TIDAK SESUAI SPEK, REVITALISASI TK ASSIBYAN PANYIRAPAN DISOROTK3 DIABAIKAN, PENGAWASAN P2SP & KONSULTAN MINIM

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM.– Pelaksanaan proyek Revitalisasi TK Assibyan di Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang yang bersumber dari APBN 2026 senilai Rp673.771.000 diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja / K3 juga diabaikan dan minim pengawasan.
Berdasarkan papan proyek dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, proyek ini dikerjakan oleh P2SP dengan waktu 120 Hari Kalender, 5 Agustus 2026 s/d 3 Desember 2026.

6. KEJANGGALAN YANG DITEMUKAN DI LAPANGAN:
Pantauan Lensa Banten Investigasi, Sabtu 22 Agustus 2026 di lokasi ditemukan:
- Abaikan K3
Para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri / APD seperti helm, rompi, sarung tangan, dan sepatu safety saat bekerja. - Diduga Ukuran Besi Tidak Sesuai Spek Hasil pengukuran di lapangan menggunakan jangka sorong:
- Besi untuk cakar/celup bawah: Spek 12 mm, terukur 10,8 mm
- Besi ring/cincin: Spek 8 mm, terukur 6,2 mm
Selisih hampir 2 mm dari spesifikasi yang ditentukan.
- Minim Pengawasan
Tidak terlihat adanya Panitia P2SP maupun Konsultan Pengawas di lokasi. Proyek hanya dikerjakan oleh para pekerja. - Tidak Ada Kotak P3K
Tidak tersedia kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di area proyek. - Tidak Ada Garis Pembatas / Police Line
Lokasi proyek yang berdekatan dengan pemukiman warga tidak dipasangi garis pembatas, berpotensi membahayakan warga sekitar.

6.urugan menggunakan brangkal bukan tanah merah diduga tidak sesuai Rab
PENGAKUAN PEKERJA:
Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya mengatakan:
“Untuk pelaksana P2SP saya tidak tahu. Tapi untuk kepala TK Bu Ulfah anaknya Bu Cucun. Untuk sepatu boot saya tidak dikasih pak. Baik konsultan dan panitia P2SP jarang ke lokasi disini, para pekerja saja. Untuk upah tukang Rp.150 ribu dan kenek Rp.120 ribu. Terkait besi celup bawah kita pakai besi 12 mm pull dan cincin 8 pull,” ucapnya.

Saat awak media mencoba menghubungi Cucun via WhatsApp untuk konfirmasi, yang bersangkutan tidak merespon. Diduga alergi terhadap wartawan.
Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, dan Inspektorat Kabupaten Serang* untuk segera meninjau lokasi dan melakukan audit menyeluruh terhadap pekerjaan Revitalisasi TK Assibyan.
Apabila terbukti ada penyimpangan spesifikasi dan penyalahgunaan anggaran, kami meminta agar ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
Red/tim
