Musdes Desa Tirem Rampungkan Penyusunan RKP 2027-2028 dan Perubahan RKP 2026

Serang,LensaBantenInvestigasi.com – Pemerintah Desa Tirem, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Banten menggelar Musyawarah Desa pada Rabu 24 Juni 2026. Agenda utama musdes kali ini penyusunan RKP Desa tahun 2027-2028 dan perubahan RKP Desa tahun 2026.

Hadir unsur kecamatan dan desa
Musdes dihadiri Ibu Misondari selaku Kasi PMD Kecamatan Lebakwangi, Ibu Yanti dari Seksi Kesos Lebakwangi, Babinsa Bapak Danaji, Kepala Desa Tirem beserta seluruh staf desa. Kehadiran lintas sektor ini memastikan perencanaan desa selaras dengan program kecamatan dan kabupaten.

Warga antusias beri masukan
Masyarakat Desa Tirem tampak antusias mengikuti jalannya musyawarah. Warga aktif memberi masukan terkait prioritas pembangunan, pemberdayaan, dan pelayanan publik. Forum musdes jadi ruang warga menyalurkan aspirasi agar program desa tepat sasaran.

Fokus RKP 2026 dan 2027-2028
Melalui musdes ini, Desa Tirem merumuskan perubahan RKP Desa 2026 untuk menyesuaikan kebutuhan terkini. Sekaligus menyusun kerangka RKP Desa 2027-2028 sebagai arah pembangunan dua tahun ke depan. Hasil musdes akan jadi acuan dalam APBDes dan pengajuan program ke pemerintah daerah.

Rep,Nadir

Rakor Panitia HUT RI Ke-81, Pemkab Pandeglang, Siapkan Rayakan Kemerdekaan

Pandeglang,LensaBantenInvestigasi.com Menjelang Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81, Kecamatan Cibaliung menggelar rapat koordinasi pembentukan panitia PHBN. Rapat digelar Selasa 23 Juli 2025 untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan meriah.

Hadir lengkap unsur Forkopimcam
Rapat dipimpin Camat Cibaliung Ahmad Sihabudin S.Kom, M.A. Turut hadir Sekcam Yudi, Kapolsek AKP Asep, Kapten Abdul Sukur, Kepala Puskesmas Anah, Kepala Desa se-Kecamatan Cibaliung, Kepala Sekolah, Ketua Pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Kehadiran lintas sektor ini jadi sinyal kuat kolaborasi menyukseskan perayaan.

Struktur panitia dan konsep acara
Camat Cibaliung menegaskan pentingnya keterlibatan semua elemen. “Kita ingin perayaan tidak hanya meriah, tapi juga menggugah semangat nasionalisme dan kebersamaan,” ujarnya. Rapat membahas struktur kepanitiaan, pembagian tugas, pengurus inti, seksi humas dan pendanaan, serta seksi perlengkapan. Transparansi dan tanggung jawab jadi poin utama yang ditekankan.

Kapolsek AKP Asep menyatakan kesiapan mendukung personel dan fasilitas. “Keamanan dan kelancaran acara adalah prioritas kita,” katanya. Perwakilan desa dan sekolah juga memberi masukan konsep acara.

Rangkaian Gebyar Kemerdekaan
Pemerintah Kecamatan Cibaliung menyiapkan lomba dekorasi dan kebersihan lingkungan, turnamen bola, voli, catur, serta aneka lomba hiburan untuk anak dan dewasa. Malam puncak rencananya diisi pentas seni dan wayang golek sebagai ciri khas penutup acara. Rapat ditutup dengan doa bersama.

Rakor ini menandai dimulainya rangkaian persiapan HUT RI ke-81 di Cibaliung yang akan berjalan beberapa bulan ke depan.

Rep: Ahyar

Masyarakat Desa Sindangheula Usung Dayat Hidayat Untuk Maju Calon Kepala Desa.


Serang,LensaBantenInvestigasi.com.- Semangat demokrasi dan keinginan memajukan desa kian terasa di Desa Sindangheula, Kabupaten Serang. Sejumlah unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan perwakilan warga secara bersama-sama mengusung nama Dayat Hidayat untuk maju mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Sindangheula pada pemilihan kepala desa mendatang.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan warga yang berlangsung penuh kekeluargaan. Para pendukung menilai Dayat Hidayat memiliki rekam jejak yang baik, dikenal dekat dengan warga, serta memiliki visi dan misi yang jelas untuk membangun desa secara merata.

“Kami mengusungnya karena beliau memahami benar kebutuhan warga, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap bekerja tanpa pandang bulu. Harapan kami, jika terpilih, Desa Sindangheula bisa lebih maju dari segi infrastruktur, ekonomi warga, serta pelayanan publik,” ujar salah satu tokoh warga dalam kesempatan tersebut.

Sementara itu, Dayat Hidayat menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Ia menyatakan kesiapannya untuk mengikuti proses pemilihan dengan jujur, transparan, dan menjunjung tinggi ketentuan yang berlaku.

“Jika nanti dipercaya menjadi pemimpin, saya berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan bersama, mendengar aspirasi seluruh warga, serta menyusun program kerja yang nyata dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mari kita jaga suasana tetap damai dan kondusif selama proses pemilihan berlangsung,” ujarnya.

Pengusungan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian tahapan pemilihan kepala desa. Masyarakat berharap proses berjalan lancar, aman, dan melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa Desa Sindangheula menuju kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Tim red

Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan 2026 yang di gelar di kecamatan. Limboto propinsi Gorontalo 20-25 Juni 2026 Mengambil tema ” Transformasi Teknologi

Gorontalo,LensaBantenInvestigasi.com.- dalam rangka mendukung swasembada pangan” yang di buka Oleh wakil presiden RI Gibran Rakabumingraka berjalan dengan meriah dan lancar..

Peserta yang hadir yaitu para petani dan Nelayan dari 34 Propinsi Se Indonesia..
Pada Penas XVII di gorontalo ini Propinsi Banten mengirim kontingan 178 orang dan salah satunya kabupaten serang dengan jumlah peserta 42 orang, yang berasal dari utusan KTNA kec. Dan KTNA kab.serang.
Kegiatan yang di gelar selama 5 hari sangat banyak ada Gelar teknologi,

temu Wicara, Widya wisata, pentas seni, study Banding, serta Asah terampil yang jadi kegiatan terpaporit bagi semua peserta.
Salahsatu kontingan dari kabupaten serang perwakilan kontingen dari kecamatan Oman Sumantri menyampaikan. Bahwa kegiatan Penas adalah kegiatan yang sangat bermanfaat sekali bagi para petani dan nelayan karena dalam kegiatan tersebut banyak sekali pengetahuan dan pengalaman yang bisa di ambil, dan sebagai oleh yang bisa di kembangkan di daerah masing-masing,

Event empat tahunan Sekali ini adalah ajang silaturahmi dan pertukan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian. Banyak hal yang dapat saya ambil dari kegiatan Penas Gorontalo ini, yang insyaAllah di bisa di terapkan dan di kembangan di kab. Serang khususnya di kec Petir.

Subagyo salahsatu Penas dari kec cikeusal kab. Serang menyampaikan bahwa kegiatan Penas di Gorontalo adalah merupakan momentum ajang silaturahmi pentani nelayan SE Indonesia, tukar menukar pengalaman, transfer teknologi, juga sebagai ajang unjuk prestasi dari seluruh petani seluruh Indonesia dan juga keberhasilan pertanian, pertanian, kehutanan, petenakan dan perikanan,

Kami mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Serang Hj. Rahmatuzakiyah, S.Pd., MM yang telah memfasilitasi dan mensuport kegiatan penes ini, juga terimasih kami sampaikan kepada Tuan Rumah Penas yang telah menyenggaran Penas ke XVII berlangsung meriah dan lancar.

Selain transfer teknologi Dalam kegiatan ini banyak sinkronisasi program antara pusat dan daerah, menuju swasembada pangan dan menggapai Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045 yang berlandaskan pada pertanian maju modern dan mandiri.

Kegiatan Penas rencana akan di tutup langsung oleh presiden RI Prabowo subainto yang akan di tutup pada 24 juni 2026.

Rep: kaperwil provinsi Banten : buhari

Kades Sindangheula Sambut Baik Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM,

Serang,LensaBantenInvestigasi.com. – Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, menyambut baik pelaksanaan Program Sensus Ekonomi 2026 yang mulai dilaksanakan di wilayah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Program yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

Saat ditemui pada Jumat (19/6/2026), Suheli mengatakan bahwa sensus ekonomi memiliki peran penting dalam memetakan kondisi usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Desa Sindangheula. Kegiatan ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan usaha masyarakat, baik usaha mikro, kecil, menengah maupun usaha lainnya yang ada di desa. Kami mengajak seluruh warga untuk memberikan data yang benar dan mendukung petugas sensus saat melakukan pendataan,” ujar Suheli.

Ia juga berharap masyarakat dapat menerima kehadiran petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang dibutuhkan secara jujur dan lengkap. Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Adapun petugas Sensus Ekonomi 2026 yang bertugas di Desa Sindangheula terdiri dari Maratu, Meta, Mutinah, Elienda, Wuldi, Anggi, dan Umsilawati. Mereka akan melakukan pendataan terhadap berbagai unit usaha yang tersebar di wilayah desa selama periode pelaksanaan sensus.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan yang bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi ekonomi masyarakat. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Sindangheula mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan sensus agar menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kontraktor Bantah Tuduhan Pemberitaan Kerusakan Proyek Jalan Cilowong–Gedeg, Tegaskan Pekerjaan Masih Berjalan dan Akan Dilakukan Perbaikan

Kota Serang,LensaBantenInvestigasi.com.-Pelaksana proyek Rekonstruksi Jalan Cilowong–Gedeg, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media online yang sebelumnya menyoroti dugaan kerusakan pekerjaan konstruksi serta dugaan pelanggaran standar pelaksanaan proyek.

Melalui perwakilan pelaksana, Ade, menyampaikan bahwa informasi yang menyebut adanya kerugian keuangan negara akibat pekerjaan tersebut dinilai terlalu dini, mengingat proyek saat ini masih dalam tahap pelaksanaan dan belum memasuki proses pemeriksaan akhir maupun serah terima pekerjaan.

“Proyek ini masih dalam tahap pengerjaan, sehingga belum bisa menyimpulkan adanya kerugian keuangan negara. Nantinya seluruh pekerjaan tetap akan melalui proses pemeriksaan, baik dari pihak terkait maupun lembaga pemeriksa seperti Inspektorat dan BPK sesuai dengan kewenangannya,” ujar Ade.

Diketahui, proyek Rekonstruksi Jalan Cilowong–Gedeg merupakan pekerjaan yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang dengan nilai kontrak sebesar Rp14.697.800.000, yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2026.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Mitra Perkasa Mandiri dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, serta pengawasan teknis dilakukan oleh PT. Bighi Konsultan Prakasa


Menanggapi adanya sorotan terkait kondisi beton yang mengalami keretakan di beberapa bagian, Ade menjelaskan bahwa setiap pekerjaan konstruksi memiliki tahapan evaluasi dan pemeliharaan selama masa pelaksanaan. Menurutnya, apabila ditemukan bagian pekerjaan yang membutuhkan penanganan teknis, pihak pelaksana akan melakukan perbaikan sesuai metode konstruksi yang berlaku.

“Untuk keretakan yang ditemukan, akan dilakukan penanganan teknis melalui proses grouting. Jadi bukan dibiarkan begitu saja. Semua pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab kami sampai selesai sesuai spesifikasi dan ketentuan kontrak,” jelasnya.

Terkait tudingan adanya upaya penutupan atau penambalan terhadap bagian pekerjaan yang mengalami permasalahan, pihak pelaksana menegaskan bahwa setiap tindakan di lapangan merupakan bagian dari proses pekerjaan dan perawatan konstruksi selama masa pelaksanaan.

Sementara itu, mengenai isu keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Ade juga membantah adanya kelalaian pihak pelaksana dalam menyediakan perlengkapan keselamatan bagi pekerja.

Ia menyebut, pihak kontraktor telah menyediakan berbagai alat pelindung diri (APD) bagi pekerja, di antaranya helm proyek, rompi keselamatan, sarung tangan, serta sepatu boot sebagai bagian dari penerapan standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

“Soal K3, kami sudah menyediakan APD untuk para pekerja. Ada helm, rompi, sarung tangan dan sepatu boot. Kami terus mengingatkan pekerja agar menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai aturan,” ungkap Ade.

Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa pelaksanaan proyek pemerintah harus melalui sejumlah tahapan pengawasan, mulai dari pengawasan konsultan, pihak dinas teknis, hingga pemeriksaan lembaga yang memiliki kewenangan.

Menurutnya, penilaian terhadap kualitas pekerjaan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kondisi sementara di lapangan ketika proyek masih berlangsung, melainkan harus melalui pemeriksaan teknis sesuai prosedur yang berlaku.

“Kami menghargai adanya kritik dan masukan dari masyarakat maupun media. Namun perlu dilihat bahwa pekerjaan ini belum selesai. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, menjaga kualitas, dan melakukan perbaikan apabila ada bagian yang perlu disempurnakan,” tambahnya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak pelaksana berharap masyarakat dapat memperoleh informasi secara berimbang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi yang berwenang terkait pelaksanaan proyek Rekonstruksi Jalan Cilowong–Gedeg.

(Redaksi)

Kepala Desa Jadi Ketua Komite SDN? GOW-BANTEN Minta Bupati dan Inspektorat Segera Bertindak

Pandeglang.LensaBantenInvestigasi.com.– Permendikbud Larang Unsur Pemerintah Desa Masuk Komite, Kasus SDN Pasirkadu 4 Disorot

Usai Polemik Iuran, Kini Legalitas Ketua Komite SDN Pasirkadu 4 Dipertanyakan

GOW-BANTEN Desak Audit Kepengurusan Komite SDN Pasirkadu 4

Diduga Langgar Permendikbud, Rangkap Jabatan Kepala Desa dan Ketua Komite Jadi Sorotan Publik

Kepala Desa Diduga Rangkap Ketua Komite SDN Pasirkadu 4, GOW-BANTEN Desak Disdikpora, DPMPD, Inspektorat dan Bupati Pandeglang Bertindak Tegas

PANDEGLANG – Polemik kegiatan pelepasan siswa dan kenaikan kelas di SDN Pasirkadu 4 kembali menjadi sorotan publik. Setelah muncul perdebatan terkait dugaan iuran yang dibebankan kepada wali murid, kini perhatian mengarah pada status Ketua Komite Sekolah yang diketahui dijabat oleh Kepala Desa Pasirkadu.

Dalam salah satu pemberitaan media online, Kepala SDN Pasirkadu 4, Oop Muhamad Ropik, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan pelepasan siswa dan pentas seni selain menyediakan fasilitas tempat.

“Kami dari pihak sekolah hanya memberi fasilitas tempat sebagai tuan rumah. Adapun dari awal rapat, persiapan hingga pelaksanaan pentas seni semuanya dari komite termasuk unsur panitia. Ini bukti nyata sinergi sekolah dan komite untuk anak-anak,” ujar Oop Muhamad Ropik.

Sementara itu, Junaedi selaku Ketua Komite Sekolah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan aspirasi para orang tua murid.
“Pelaksanaan pelepasan serta kenaikan kelas dan pentas seni ini berkat usulan dari semua orang tua murid. Ini hasil pembelajaran satu tahun, maka anak-anak kami tampilkan di panggung pentas seni. Alhamdulillah acara kami diberi partisipasi dari masyarakat seikhlasnya sesuai kemampuan,” kata Junaedi.

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru terkait legalitas kepengurusan komite sekolah. Pasalnya, berdasarkan ketentuan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, unsur pemerintah desa termasuk pihak yang tidak diperbolehkan menjadi anggota Komite Sekolah.

Dalam Pasal 6 Ayat (3) Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 disebutkan bahwa anggota Komite Sekolah tidak dapat berasal dari unsur pemerintah desa, forum koordinasi pimpinan kecamatan, forum koordinasi pimpinan daerah, anggota DPRD, maupun pihak-pihak lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Karena Ketua Komite harus berasal dari anggota Komite Sekolah yang sah, maka dugaan adanya kepala desa aktif yang menjabat sebagai Ketua Komite SDN Pasirkadu 4 menjadi persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator I GOW-BANTEN sekaligus Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, mendesak Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Inspektorat Daerah, hingga Bupati Pandeglang untuk segera melakukan pemeriksaan dan verifikasi.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan kegiatan pelepasan siswa. Yang menjadi perhatian kami adalah dugaan pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku. Jika benar Kepala Desa aktif menjabat sebagai Ketua Komite Sekolah, maka instansi terkait harus segera turun tangan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat. Jangan sampai aturan yang dibuat pemerintah justru tidak dijalankan,” tegas Raeynold.

Menurutnya, transparansi dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan maupun pemerintahan desa.

Senada dengan itu, Koordinator II GOW-BANTEN sekaligus Sekretaris Jenderal AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan yang sudah menjadi perhatian publik.

“Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 sudah sangat jelas mengatur siapa yang boleh dan tidak boleh menjadi anggota Komite Sekolah. Jika ada dugaan kepala desa merangkap sebagai Ketua Komite, maka perlu ada klarifikasi resmi dan evaluasi dari pihak berwenang. Disdikpora, DPMPD

Red***

Camat Petir Kunjungi Warga Lansia Usia Lebih dari 100 Tahun dan Tinjau Bantuan Rumah Tidak Layak Huni

Serang,LensaBantenInvestigasi.com.-Setelah kembali dari menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Camat Petir, Shinta Asfilian Harjani, ST., MH, langsung melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan dengan mengunjungi warga lanjut usia (lansia) yang berusia lebih dari 100 tahun di Desa Mekar Baru, Kecamatan Petir, serta meninjau warga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cirendeu.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Petir didampingi oleh aparatur desa setempat dan perangkat kecamatan. Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman seorang lansia yang telah berusia lebih dari satu abad di Desa Mekar Baru. Pada kesempatan tersebut, Camat Petir menyerahkan bantuan dari Bupati Serang sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga lanjut usia sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang merawatnya.

Camat Petir menyampaikan bahwa keberadaan para lansia merupakan sumber inspirasi dan teladan bagi generasi muda.

Pemerintah Kecamatan Petir bersama pemerintah desa terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kunjungan ini merupakan wujud kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta menjadi penyemangat bagi keluarga dalam merawat orang tua dan para lansia,” ujar Shinta Asfilian Harjani.

Usai mengunjungi lansia di Desa Mekar Baru, rombongan melanjutkan kegiatan ke Desa Cirendeu untuk meninjau kondisi rumah warga yang menjadi penerima program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dalam kunjungan tersebut, Camat Petir melihat langsung progres dan kondisi rumah yang akan mendapatkan penanganan melalui program bantuan pemerintah.

Menurut Camat Petir, program RTLH merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“Pemerintah Kabupaten Serang melalui berbagai program terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui bantuan rumah tidak layak huni agar masyarakat dapat tinggal di lingkungan yang lebih layak dan nyaman,” tambahnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta memastikan program-program bantuan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kecamatan Petir

( Reporter Kaperwil Banten :Buhari)

Pemerintah Desa petir Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng kita

Serang,LensaBantenInvestigasi.com.Kamis.11/06//2026///Pemerintah Desa petir kecamatan petir kabupaten Serang Banten menyalurkan bantuan
kepada warga yang berhak menerima, pada hari Rabu. Bantuan yang diberikan berupa beras 10 kilogram sebanyak 2 karung dan minyak goreng kita sebanyak 4 liter, diberikan per orang sesuai data penerima manfaat yang telah diverifikasi.

11/6/10/2026: Kepala desa petir bpk Wahyudi mengintrusikan kepada kasi kesejahran Wawan Munawar dan memberikan bantuan bantuan pangan (banpang) sesuai aturan yang telah di perintahkan oleh kasi kesejahteraan Wawan Munawar Sebanyak beras 20 kg dan minyak 4 liter perpenerima bntuan

Penyaluran dilakukan di Balai Desa petir dan berlangsung tertib sejak pagi hari. Warga secara bergiliran datang membawa identitas diri untuk memastikan proses distribusi berjalan tepat sasaran.

Warga yang hadir tampak antusias dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan oleh desa petir

Pemerintah Desa petir memastikan bahwa seluruh paket bantuan akan dibagikan secara merata sesuai data penerima yang telah ditetapkan.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dan kebutuhan pangan pokok tetap terjaga.

Kepala desa petir Wahyudi mengatakan Semoga bermanfaat bagi masyarakat desa petir ucap kepala desa petir saat di wawancara cara awak media

Warga kampung petir terimakasih banyak bantuan beras sama minyak goreng nya

Kaperwil: Buhari

Kepala Desa Sindangheula Monitoring Posyandu di Kampung Kepuh, Dukung Kesehatan Ibu dan Balita

Serang,Lensa Banten investigasi.Com – Kepala Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Suheli, S.Kom.I., MM melakukan monitoring kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kampung Kepuh, Desa Sindangheula, Kamis (8/6/2026).

Kegiatan monitoring tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Desa Sindangheula dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita.

Dalam kunjungannya, Suheli meninjau langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh kader posyandu, mulai dari penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) bagi bayi dan balita.

Menurut Suheli, keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

“Kegiatan posyandu merupakan salah satu program yang sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita. Pemerintah Desa Sindangheula akan terus memberikan dukungan agar kegiatan ini berjalan optimal,” ujar Suheli.

Ia juga mengapresiasi para kader posyandu yang selama ini aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Desa Sindangheula.

Selain melakukan monitoring, Suheli juga berinteraksi dengan para kader dan warga yang hadir untuk mendengarkan berbagai masukan terkait pelaksanaan pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat.

Pemerintah Desa Sindangheula berharap kegiatan posyandu dapat terus berjalan secara rutin dan mendapat partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan demikian, kesehatan ibu dan anak dapat terjaga dengan baik serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.

Pemberian makanan tambahan (PMT) yang menjadi bagian dari kegiatan posyandu juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi dan balita sehingga tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal. (Admin)