
Serang,Lensabanteninvestigasi.com– Pelaksanaan pengecoran jalan di Kampung Cori, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Serang dikeluhkan warga. Pekerjaan yang dilakukan pada Kamis malam, 30 Juni 2026 itu dinilai membahayakan karena tidak dipasangi rambu keselamatan, tidak melibatkan warga, dan kualitas pengerjaannya dipertanyakan.
KUALITAS COR DIKELUHKAN: SEDIKIT BESI
Selain masalah keselamatan, warga juga menyoroti kualitas pekerjaan.
“Pengecorannya pakai besi sedikit saja, tidak semua dihampar besi. Ngecornya juga tidak pakai besi di bawahnya,” ujar salah satu warga Kp. Cori.
Menurut warga, minimnya penggunaan besi tulangan dikhawatirkan membuat jalan cepat rusak dan tidak sesuai standar.

DIKERJAKAN MALAM HARI, GELAP DAN TANPA PENGAMAN
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, aktivitas pengecoran dilakukan malam hari dengan penerangan minim. Tidak ditemukan lampu sorot tambahan, rambu lalu lintas, cone, maupun garis pembatas jalan.
Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang melintas di jam rawan.
“Ini bahaya banget. Jalan ditutup cor mendadak malam-malam, tidak ada rambu sama sekali. Gelap juga. Kalau ada pengendara yang tidak tahu bisa jatuh,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.
WARGA TIDAK DILIBATKAN
Selain persoalan keselamatan, warga juga menyoroti tidak adanya keterlibatan masyarakat dalam proses pengerjaan.
“Warga juga tidak ada yang diajak gotong royong atau dikasih tahu dulu. Tau-tau sudah dicor saja. Tenaga kerjanya juga bukan orang sini,” lanjut warga tersebut.
Warga menilai keterlibatan masyarakat penting, baik untuk pengawasan maupun untuk membuka lapangan kerja bagi warga setempat.

TRANSPARANSI PROYEK DISOROT
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelurahan Taktakan maupun pelaksana proyek terkait teknis pelaksanaan, sumber anggaran, papan proyek, dan standar K3 yang diterapkan.
Minimnya informasi di lapangan membuat warga bertanya-tanya mengenai asal-usul proyek dan penanggung jawab kegiatan.
DESAKAN WARGA
Warga berharap ke depan setiap pekerjaan infrastruktur di wilayah dapat memenuhi standar keamanan dan kualitas.
“Kami minta kalau ada proyek lagi tolong pasang rambu, kasih penerangan, libatkan warga, dan kerjakan sesuai spek. Jangan sampai jalan baru sebulan sudah retak. Jangan sampai ada korban baru ditindaklanjuti,” pungkasnya.
Reporter: Rzk Lensabanteninvestigasi.com

































