Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir RSUD Provinsi Banten Disorot: Besi Kolom Diduga Hanya Ditanam 2 Batang, Sebagian Menggantung

SERANG -banten-reformasi.com – Proyek pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir SPECT di lingkungan RSUD Provinsi Banten yang sedang berjalan kini menuai sorotan tajam dari masyarakat dan awak media. Proyek vital yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten ini diduga dikerjakan terburu-buru demi mengejar target, sehingga mengabaikan kualitas dan standar keselamatan.

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lokasi pada Rabu, 28 Oktober 2026, ditemukan sejumlah kejanggalan serius yang sangat membahayakan, antara lain:

  • Pekerja banyak yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan hanya bekerja mengenakan sandal jepit.
  • Pimpinan Proyek (Pimpro) tidak terlihat berada di lokasi saat pemeriksaan.
  • Diduga penggunaan semen berkualitas rendah.
  • Dan yang paling mengkhawatirkan, struktur besi tulangan kolom diduga hanya 2 batang yang tertanam ke dalam pondasi, sementara sisanya menggantung di udara.

Secara teknis, kondisi besi kolom yang berdiameter hanya 6,9 mm dengan sengkang juga berukuran 6,9 mm* dan sebagian tidak tertanam sempurna sangat berisiko dan tidak direkomendasikan. Kondisi ini dapat memicu kegagalan struktur yang fatal.

Dampak Bahaya Secara Teknis:

Risiko Runtuh / Patah Tiang: Kolom beton dirancang menahan beban tekan dan lentur dari segala arah. Jika hanya dua batang yang tertanam kuat dan sisanya menggantung, kolom akan sangat lemah pada sisi yang tidak tertanam. Saat menerima beban lantai atas maupun dorongan angin, struktur dapat patah atau runtuh sewaktu-waktu. Ini Gedung Nuklir, bukan kandang ayam!

Saat dikonfirmasi, Selamat, pekerja asal Lampung yang ditemui di lokasi, memberikan informasi yang terbatas terkait pelaksana proyek:

“Bekerja di sini sudah lama. Upah kenek Rp. 120.000 per hari, untuk tukang saya tidak tahu. Pelaksana proyek juga tidak tahu,” ucapnya singkat.

Sementara pekerja logistik menyebutkan bahwa Pimpro bernama Pak Bagus namun saat ini tidak berada di lokasi.

Papan Informasi Proyek:

  • Nama Proyek: Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir SPECT RSUD Provinsi Banten
  • Sumber Dana: APBD Provinsi Banten Tahun 2026 – Dinas Kesehatan Provinsi Banten
  • Nilai Anggaran: Rp. 10 Miliar
  • Pelaksana: CV. ADHY TAMA
  • Konsultan Pengawas:PT. RAMU PRIMA PERSADA
  • Waktu Pelaksanaan:150 Hari Kalender
  • Nomor Kontrak: 000.3/629/18863/SP/RSUB/APBD/2026

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait temuan di lapangan. Tim media berencana menemui Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk meminta klarifikasi lebih lanjut.

Kepada Dinas Terkait:

Kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, kami memohon agar segera menurunkan tim teknis ke lokasi proyek ini untuk melakukan evaluasi menyeluruh, diperiksa secara detail item demi item sesuai spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

Jangan sampai bangunan vital ini selesai namun menyimpan risiko keselamatan yang membahayakan pasien, tenaga medis, dan masyarakat luas. Pastikan setiap elemen pekerjaan benar-benar dikerjakan dengan benar, sesuai standar, dan aman.

Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak-pihak terkait. Masyarakat berharap anggaran yang bersumber dari rakyat ini dikelola dengan jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Tim Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *