PEKERJAAN JIT DI DESA PENGGALANG DISINYALIR DIKERJAKAN ASAL JADI – KONDISI FISIK RETAK & PECAH
SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, disorot warga. Dari hasil pantauan tim investigasi di lapangan, kondisi fisik pekerjaan disinyalir dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Dari papan informasi proyek yang terpasang, diketahui:
Kegiatan:Penyedia dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian Pekerjaan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Kelompok Tani: Mandiri Tani Lokasi: Desa Penggalang, Kec. Ciruas Pelaksanaan:Agustus 2026 Tahun Anggaran: 2026 Sumber Dana:APBN 2026 Nilai Pagu: Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)
FAKTA TEMUAN DI LAPANGAN Awak media LBI turun langsung pada Sabtu, 12 September 2026 Pukul 14:11 WIBdi Jl. Ciptayasa, Penggalang, Kec. Ciruas, Kab. Serang.
Hasil investigasi menemukan 7 kejanggalan serius:
Dinding Saluran Retak & Keropos:Terlihat jelas dinding plesteran irigasi sudah retak-retak, pecah, dan acian mengelupas padahal baru selesai dikerjakan.
Kualitas Adukan Dipertanyakan: Campuran semen terlihat tidak solid, berpori dan mudah rontok, diduga tidak sesuai Spek dan RAB.
Pondasi Terendam Lumpur:* Saluran masih tergenang air dan lumpur, namun proses finishing tetap dipaksakan.
Pemasangan Material Saat Ada Air:Pemasangan batu tetap dilakukan saat kondisi berair, yang jelas menyalahi teknis pekerjaan irigasi.
Penggunaan Semen Rajawali 40 Kg:Diduga tidak sesuai dengan harga satuan dan spek yang ada di RAB.
Pekerja Tidak Menggunakan APD:Sebagian besar pekerja tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) standar K3.
Minim Pengawasan:Tidak terlihat adanya pengawasan dari pihak konsultan pendamping maupun ketua Poktan di lokasi.
Kondisi ini sangat disayangkan karena proyek dengan nilai 100 juta yang seharusnya membantu petani mengalirkan air ke sawah, justru dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan jebol saat musim hujan.
HASIL KONFIRMASI Saat dikonfirmasi di lokasi, Sabit selaku mandor mengatakan: _”Saya disini mandor pekerja dan ketua Poktan nya Jajuli, untuk semen kita gunakan semen Rajawali dan sesuai kang, APD tidak ada anggarannya, cek saja kang, langsung saja ketemu Pak Jajuli jam segini mungkin ada di rumah”
Awak media kemudian mencoba mendatangi Jajuli selaku Ketua Poktan Mandiri Tani. Sangat disayangkan ucapan Jajuli begitu arogan. Ia mengatakan: “Mau apa kesini, ada apa, kalau sudah ketemu mau ngapain,” ucapnya sambil meninggalkan awak media.
DESAKAN KONTROL SOSIAL Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak:
1.Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Serang selaku penanggung jawab kegiatan agar segera turun sidak dan evaluasi pekerjaan Poktan Mandiri Tani. 2.Kementerian Pertanian RI agar tidak melakukan pencairan 100% sebelum ada perbaikan dan hasil pekerjaan sesuai mutu. 3.Aparat Pengawas (Inspektorat & Kejari Serang)diminta untuk memeriksa dugaan ketidaksesuaian spek yang berpotensi merugikan keuangan negara.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak Kepala Desa Penggalang belum berhasil dikonfirmasi.