PULUHAN TAHUN TERGELETAK DI AMBEN BAMBU! NENEK NURIJAH DI CIKEUSAL HIDUP LUMPUH TANPA BANTUAN APAPUN

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Kisah pilu dialami Ibu Nurijah, seorang nenek lumpuh yang tinggal di Desa Cikesal, Kecamatan Cikesal, Kabupaten Serang. Puluhan tahun lamanya beliau hanya bisa tergeletak di atas amben bambu karena tidak memiliki kasur layak.

Rumah yang ditempati bersama suami Hasan Basri pun sangat tidak layak. Dinding dan atap serba rusak, kamar hanya berisi 1 buah amben bambu sebagai alas tidur.

TIDAK PERNAH DAPAT BANTUAN
Selama ini kehidupan keduanya hanya menggantungkan belas kasih dari warga dan saudara terdekat. Hasan Basri tidak bekerja, makan sehari-hari pun dari pemberian orang.

“Kami ingin pak membawa istri ke puskesmas atau dokter. Namun kita keterbatasan uang untuk biaya berobat” ujar Hasan Basri dengan mata berkaca-kaca.

Keluarga juga mengaku sedih. “Kami g tau pak harus kemana sedangkan nenek saya tidur saja pake alas bambu. Sedih pak melihat keadaan ibu Nurijah” kata keluarga sambil menangis.

Ironisnya, jarak rumah Ibu Nurijah hanya kurang lebih 1 KM dari UPT Puskesmas Cikesal*. Namun selama ini tidak pernah tersentuh bantuan dari pemerintah desa, kecamatan, maupun puskesmas.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cikesal “Majong” menjelaskan bahwa bantuan untuk Ibu Nurijah belum pernah diterima.
*Insya allah pak bantuan akan saya koordinasikan dengan Kesos Fauji” ucap Kades kepada awak media.

Pihak keluarga dan warga berharap setelah pemberitaan ini ada perhatian serius dari UPT Puskesmas Cikesal, Kecamatan Cikesal, Dinsos Kab. Serang, dan Pemerintah Desa Cikesal*.

  1. Dinsos Kab. Serang* segera turun untuk mendata dan memberikan bantuan kasur, sembako, serta bedah rumah.
  2. UPT Puskesmas Cikesal* melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengurus BPJS/KIS bagi Ibu Nurijah.
  3. Pemerintah Desa & Kecamatan* jangan tutup mata. Warga yang paling rentan harus jadi prioritas.

“Bersih itu sebagian dari iman. Tapi peduli pada yang lemah adalah bukti nyata iman itu”

Reporter/buhari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *