REVITALISASI SMP PGRI CIRUAS RP1,1 MILIAR DISINYALIR TIDAK SESUAI JUKLAK JUKNIS: BESI DIKURANGI, SEMEN MURAH, K3 DIABAIKAN

SERANG,LENSABANTENINVESTIGASI.COM – Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP PGRI Ciruas yang menelan dana APBN 2026 sebesar Rp1.112.736.000 disinyalir dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, juklak juknis, dan mengabaikan keselamatan kerja.
Proyek berlokasi di Jl. Ciptayasa Pontang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) selama 120 hari kerja.

HASIL INVESTIGASI AWAK MEDIA – 11 SEPTEMBER 2026
Awak media menemukan sederet kejanggalan di lapangan:
- BESI BERKURANG UKURANNYA.
Besi tulangan yang seharusnya ukuran 12mm saat diukur hanya 9,0mm. Besi ring 8mm saat diukur hanya 6,6mm. Ini berpotensi mengurangi kekuatan struktur bangunan. - SEMEN TIDAK SESUAI HARGA SATUAN
Menggunakan semen merk “BEST” ukuran 40kg. Diduga tidak sesuai dengan harga satuan dalam RAB. - K3 DIABAIKAN*
Para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri. Kotak P3K tidak terlihat di lokasi. - PAPAN PROYEK TIDAK LAYAK
Papan informasi proyek hanya dipaku di pohon, bukan dipasang permanen. - MINIM PENGAWASAN
Pengawasan dari pihak P2SP dan konsultan pengawas minim.

HASIL KONFIRMASI
Maman selaku Ketua Pelaksana P2SP sekaligus suami Kepsek membenarkan:
“Saya ketua pelaksana revitalisasi. Terkait besi ada dua ukuran 10mm dan 8mm buat cincin kang. Semen emang benar menggunakan merk BEST dan sesuai menurut konsultan. APD emang sudah dipersiapkan tapi pekerja beralasan panas, gerah dan lecet kang.”

Nia Kurnia,S.Pd selaku Kepala Sekolah sekaligus Penanggung Jawab juga menyatakan:
“Untuk belanja keperluan material saya yang beli pak atas arahan konsultan. Besi emang benar pakai 10mm dan 8mm, dan semen gunakan merk BEST ukuran 40kg dengan harga Rp. 42 ribu atas arahan konsultan juga dan semua sudah sesuai semua pak dan saat belanja material didampingi pak Unang selaku mandor,dalihnya
Catatan: Dalam konfirmasi dan WA awal disebut besi 12mm dan 8mm. Namun di lapangan dan saat konfirmasi disebut 10mm dan 8mm.
BAHAYA JIKA DIPAKSAKAN
Pengurangan ukuran besi dari 12mm ke 9-10mm dan ring 8mm ke 6,6mm sangat berisiko. Struktur bangunan sekolah bisa tidak kuat menahan beban, rawan retak bahkan roboh. Apalagi ini bangunan pendidikan tempat ratusan siswa belajar.
Kami selaku penggiat kontrol sosial mendesak:
- Ditjen PAUD Dasmen Kemendikdasmen segera turun audit teknis dan uji laboratorium material.
- Inspektorat Kabupaten Serang & Kejari Serang periksa penggunaan anggaran Rp1,1 Miliar dan kesesuaian RAB.
- P2SP & Konsultan Pengawas bertanggung jawab dan hentikan sementara pekerjaan jika tidak sesuai spek.
- K3 Wajib Ditegakkan. Jangan korbankan nyawa pekerja demi target.
“Dana APBN Rp1,1 Miliar untuk pendidikan anak bangsa. Jangan sampai jadi bangunan yang membahayakan anak bangsa itu sendiri”
RED/TIM
