PROYEK RP1 MILIAR LEBIH REVITALISASI SD NEGERI WARUNG DIDUGA ABAL-ABAL: SPEK DIOBRAK-ABRIK, K3 DIABAIKAN, PENGAWAS HILANG

Serang,lensabanteninvestigasi.com – Lagi-lagi proyek pendidikan jadi sorotan. Proyek Revitalisasi SD Negeri Warung, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang yang menelan anggaran APBN TA 2026 sebesar Rp1.023.203.075 diduga dikerjakan asal-asalan.

Dengan pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan / P2SP dan waktu 150 hari kalender, proyek ini justru ditemukan sarat kejanggalan. Mulai dari spesifikasi material tidak sesuai, pelanggaran K3, hingga minimnya pengawasan dari sekolah dan konsultan

DETAIL TEMUAN DI LAPANGAN
Tim Investigasi Lensa Banten turun langsung ke lokasi dan menemukan fakta memprihatinkan:

  1. Diduga Oprek Spesifikasi Besi
    Ukuran besi yang digunakan di lapangan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya / RAB. Ini rawan berdampak pada kekuatan struktur bangunan.
  2. K3 Dianggap Angin Lalu
    Para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri / APD sama sekali. Helm, sepatu safety, dan rompi proyek tak nampak. Nyawa pekerja seolah dipertaruhkan demi efisiensi.
  3. Jarak Sengkang Amburadul*
    Standar jarak sengkang/cincin kolom seharusnya 15 cm s.d 20 cm. Di lapangan justru ditemukan jarak yang melebihi ketentuan. Ini berpotensi menurunkan kualitas dan daya tahan bangunan.
  4. Pengawasan “Gaib”
    Peran Kepala Sekolah Ibu Tati selaku penanggung jawab P2SP dan Ahmad Nasuhi selaku Konsultan Pengawas tidak terlihat di lokasi. Proyek seperti berjalan tanpa kendali.

KONFIRMASI: PEKERJA BUKA SUARA, KEPSEK BUNGKAM
Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja dengan polosnya mengakui. “Untuk APD kita tidak pakai karena panas dan gerah. Untuk semen kita pakai Semen Tiga Roda. Kalau ukuran besi saya tidak tahu,” ujarnya.

Ironisnya, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu, 18 Juli 2026, Ibu Tati selaku Kepala Sekolah SD Negeri Warung memilih bungkam dan tidak merespon. Begitu juga Ahmad Nasuhi selaku Konsultan hingga berita ini diterbitkan belum bisa dimintai keterangan.

PUBLIK DESAK APARAT BERTINDAK
Masyarakat menilai, ini bukan sekadar proyek fisik. Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan mutu pendidikan.

Bila dugaan kami benar adanya, tolong tindak tegas. Jangan sampai uang negara Rp1 Miliar lebih ini habis tanpa hasil yang sesuai mutu. Kami minta Dindik, Inspektorat, dan Kejari Serang segera audit dan sidak ke lokasi,

Proyek ini diawasi negara. Jika dibiarkan, maka ini menjadi preseden buruk: negara hadir mengucurkan dana, tapi abai mengawasi hasilnya.

Reporter: samsul | Lensa Banten Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *