MONEV BOSP DI CIMANGGU: DINAS PENDIDIKAN PANDEGLANG TEKANKAN TRANSPARANSI & KEPATUHAN JUKNIS

Pandeglang, LensaBantenInvestigasi.com – Tim Monitoring dan Evaluasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pandeglang menggelar kunjungan kerja ke Wilayah Pendidikan Kecamatan Cimanggu, Kamis 3 Juli 2026.
Kegiatan Monev BOSP ini dipusatkan di Gedung PGRI Kecamatan Cimanggu dan dihadiri langsung jajaran Disdikpora, Korwil, serta para kepala sekolah dan dewan guru se-Cimanggu.
Rombongan Dipimpin Kabid Pembinaan SD
Rombongan dari Kabupaten dipimpin langsung oleh Bapak Rifai, Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdikpora Kab. Pandeglang. Turut hadir Kasi Kurikulum Pak Rahmat, TIKBOS Kabupaten, dan K3S Kecamatan Cimanggu.
Dari wilayah, hadir Korwil Kecamatan Cimanggu Bapak Haji Memed bersama seluruh dewan guru.
Poin Teknis: Hindari Pengeluaran Tanpa Bukti & Periksa Ulang SPJ
Dalam arahannya, Bapak Rifai menekankan pentingnya kepatuhan administrasi.
“Diantaranya hindari pengeluaran yang tidak berkwitansi atau tidak ada nomor telepon yang jelas. Karena nantinya akan diperiksa oleh Inspektorat, BPK, dan lembaga berwenang lainnya. Berikutnya, cek kembali SPJ-nya agar tidak bermasalah di kemudian hari,” tegas Rifai.
Beliau juga menyoroti pentingnya tata kelola yang baik, mulai dari regulasi, SOP, pedoman, hingga kertas kerja dan indikator, khususnya untuk audit yang bersifat tidak rutin.
6 Isu Utama yang Dibahas
Forum diskusi ini mengangkat 6 isu utama terkait pengelolaan BOSP, yaitu:
- Tata kelola Dana BOSP
- Pembinaan, monitoring, dan pengawasan
- Pemanfaatan sistem dan data
- Transparansi dan akuntabilitas
- Komitmen pimpinan daerah
- Inovasi sistem pendukung & penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan serta Unit Pengendali Gratifikasi
Tim juga melakukan pendampingan terkait SPIP, Audit Investigasi, dan penataan antara Auditor dengan PPUPD, mengingat banyaknya tindak lanjut audit yang menumpuk.

Imbauan Tegas dari Korwil Cimanggu
Korwil Cimanggu, Bapak Haji Memed, meminta seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya untuk lebih berhati-hati.
“Saya berharap basis yang akan diperiksa harus dicek ulang agar tidak ada masalah di saat diperiksa tim yang berwenang. Lebih hati-hati menggunakan anggaran sekolah, gunakan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing,” ujar Haji Memed saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Tujuan Akhir: Akuntabel Menuju 2026
Bapak Rifai menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
“Sebagaimana kita ketahui, pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini diharapkan diperoleh masukan dan rekomendasi untuk perbaikan pengelolaan Dana BOS, khususnya tahun 2026,” lanjutnya.
Ia menambahkan, saat ini penyaluran Dana BOSP sudah langsung ke satuan pendidikan. Karena itu diperlukan penguatan tata kelola, pembinaan, monitoring, dan pengawasan agar dana berjalan efektif dan akuntabel.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan tata kelola Dana BOSP yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Reporter: Ahyar | Lensa Banten Investigasi,com
